
Sehabis mandi mereka keluar bersama dengan memakai handuk kimono yang sengaja telah di persiapkan disana.
"Ayo kita dinner dulu sayang?" ajak Hengky sengaja memesan kepada pelayan agar makanan telah tersedia sebelum mereka selesai mandi.
"Iyah Dad aku juga rasanya sudah lapar, aku harus mengisi tenaga untuk menghadapimu malam ini!" jawab Zahra benar sesuai kenyataan yang akan terjadi di malam ini.
"Haha persiapkan lah dirimu sayang!" Hengky malah tertawa merasa lucu mendengar ucapan Zahra.
Tanpa ragu ragu mereka segera menyantap makanan yang telah tersedia diatas meja di dalam kamar itu.
Hengky yang begitu romantis menyuapi sesekali makanan untuk Zahra dan begitu juga dengan Zahra mereka sama sama menikmati makan malam itu sambil menyuapi dengan mesranya.
Lampu yang remang dengan warna indah sungguh membuat keromantisan kedua pasangan itu.
Selesai pun kegiatan makan malamnya Hengky segera menyuruh pelayan disana untuk membersihkan meja makan disana.
Sambil menunggu pelayan, Zahra membuka tirai yang terletak dijendela kaca, ia melihat keluar jendela itu keindahan pemandangan itu baru kali ini ia melihat dengan sangat dekat.
Hengky yang mengetahuinya ia mengikuti Zahra dengan pelan ia memeluk Zahra dari belakang.
"Kau sedang apa sayang?" tanya Hengky menyapu rambut Zahra kedepan bahunya.
Zahra menoleh kebelakang dengan penuh senyumnya.
"Aku hanya melihat keindahan disana sayang!" balas Zahra menunjuk kearah depan yang sedang ia lihat.
__ADS_1
"Apa kau bahagia kita telah bersama?" tanya Hengky semakin mengeratkan pelukannya di perut Zahra.
"Aku sangat bahagia, sungguh bahagia!" jawabnya menoleh kearah wajah Hengky.
Mereka sama sama menikmati pemandangan yang indah itu didepan mereka.
Zahra yang berada didepan Hengky dengan posisi dipeluk, ia mengangkat tangannya kewajah Hengky dan mengelus ngelus brewok kasar dipipi suaminya.
Hengky semakin terbuai dengan sentuhan lembut Zahra dipipinya, ia membalikkan tubuh Zahra kini posisi keduanya saling berhadapan.
Bulan madu yang harus disukseskan malam ini juga harus terjadi.
Dengan lembut Hengky mengecup bibir Zahra yang manis dan menggodanya itu.
Inisiatif Zahra menerima ia menutup matanya dan menikmati, mereka saling menautkan kecupan yang sungguh mesra.
Zahra dengan pasrah siap menghadapi segala perilaku lembut yang akan dilakukan suaminya.
"Bersiaplah sayang, aku ingin satu malam ini full tanpa jeda!" bisik Hengky ditelinga Zahra.
"Zahra menutup matanya merinding dengan suara horor Hengky.
Hengky pun memulai aksi nakalnya, ia menguasai segala tubuh polos itu dihadapannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Ia terus memberi rangsangan nikmat kepada Zahra, sehingga Zahra semakin terbuai dengan belaian dan kecupan itu.
__ADS_1
Junior yang berada dibawah sana sudah sangat siap ingin menembus dinding goa yang dalam yang ada dibawahnya itu.
Tanpa menunda nunda lagi Hengky mengikuti kemauan junior itu sehingga membuat tubuh Zahra bergetar hebat menerima serangan indah itu.
Dengan semangatnya Hengky melakukan aksinya membuat Zahra semakin menikmati tak berkutip.
Mereka terus melakukan gerakan terindah itu sampai junior yang didalam goa sana lelah mencucurkan benih benih cintanya kedalam goa itu.
Sesaat mereka terhenti untuk mengatur nafas yang sudah tidak stabil, Hengky yang masih semangat terus bergejolak ingin lagi dan lagi.
Pertempuran yang sungguh indah itu berakhir sampai yang kelima kali junior itu meninggalkan benih cintanya di dalam goa itu sehingga membuat keduanya lelah tak berkutip lagi.
Mereka tidur terlentang diatas kasur yang akan menjadi saksi cinta mereka berdua, mereka saling memandang dan tersenyum.
"Aku harap Tuhan mendengar doa kita sayang, ingin punya anak lagi yang gemes!" ucap Hengky membelai kepala Zahra.
"Doakan saja semoga usaha kita malam ini tidak sia sia!" balas Zahra tersenyum.
Harapan mereka pun ingin dicatat oleh Tuhan diatas sana, agar mereka dikarunia anak lagi.
Tentunya saat ini, itu yang diharapkan Zahra.
Hengky yang tengah capek ia tertidur sangat lelap mengingat jam dinding yang terletak diatas sana telah menunjuk pukul 5 pagi hari.
Zahra ikut terlelap sesaat ia melihat Hengky sangat pulas di sampingnya ia menarik selimut tebal menutupi kedua tubuh mereka yang polos, Zahra memeluk erat tubuh Hengky sampai ia tertidur.
__ADS_1
Malam ini malam pertama mereka memulai tidur sekamar karena kenyataannya mereka adalah sepasang suami istri bukan lagi tentang pelayan dan majikan.