Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Baby Bump Zahra


__ADS_3

(Beberapa Bulan Kemudian)


"Ehh sayang ngapain di dapur?" tanya Evelyn yang telah datang dua minggu yang lalu dari London setelah mengetahui kehamilan Zahra.


"Aku mau masak Mih, Zahra bosan duduk terus," jawab Zahra ingin beraktivitas namun Evelyn dan Hengky tidak mengizinkannya.


"Ahh sudah sudah biar Mami yang masak, sana main sama Ayu," Evelyn menggeser tubuh Zahra pelan mengambil alih untuk memasak.


"Tapi Zahra ingin makan Sandwich Mih, mau yang berbeda tidak ingin seperti yang dijual jual itu!" ucap Zahra merengek ingin makan ini itu tapi tidak mau dibeli harus dibuat sendiri.


"Ya sudah, Mami pinter dibagian itu kau tenang diluar ," sekali lagi Evelyn mengusirnya dari dapur.


Mau tidak mau Zahra nurut dengan langkah berat ia pergi diluar menemani Ayu.


Perutnya sudah mulai membesar ditambah badannya yang makin gemuk usia kandungan tinggal menunggu beberapa bulan lagi sudah lahiran.


Namun akhir akhir ini ia sering sering ngidam karena semua menyayanginya tentu diikuti semua kemauannya, ia kadang bete sendiri sebab kehadiran Evelyn mengawasinya tidak boleh ini itu duduk tenang atau bermain dengan Ayu.


(Pulang dari kerja)


"Sore sayang," ucap Hengky dengan senyuman manis pulang kerumah.


Zahra menyambutnya begitu dengan Ayu ia menyambut Daddy nya dengan riang.


"Daddy sudah pulang?" teriak Ayu berlari kearah Hengky.


"Sudah dong sayang, sini Daddy cium dulu," ucap Hengky segera memeluk Ayu dan menciumnya.


"Daddy pasti lelah Mommy buatkan kopi yah?" Zahra masih saja ingin melayani suaminya seperti kebiasaannya yang ia lakukan sebelumnya.


"Ahh no Mommy, tidak perlu biarkan Daddy sendiri yang buatkan nanti!" tolak Hengky, lagi lagi Zahra dibuat sebel apa apa tidak boleh, apa apa tidak boleh begitu seterusnya.

__ADS_1


"Hmm" dengan kesal ia membuang nafasnya seraya mendudukan tubuhnya di sofa.


"Kenapa ngambek lagi?" tanya Hengky merayu ikut duduk disampingnya mengelus elus perut istrinya yang sangat besar itu.


"Mommy malu Dad lihat Mami kita di dapur sedangkan aku diluar tidak ngapa ngapain," curhatnya kesal merasa diperlakukan seperti anak kecil saja.


"Tidak apa apa sayang, Mami ikhlas kok dan karena ia bahagia mendapatkan cucu kepadamu," balas Hengky menenangkannya


"Tetap saja kan bikin bete," kekesalannya tidak bisa ia pendam cukup didengar agar perasaannya tenang.


Hengky tidak menjawabnya lagi, hanya senyuman yang ia ukir di wajahnya sambil mengelus perut istrinya dan mencium pipi.


"Daddy ayo main sama Ayu!" teriak Ayu memanggil Daddy nya ingin ditemani main.


"Ahh iyah sayang," walaupun Hengky mengetahui akan punya anak lagi namun rasa kasih sayangnya kepada Ayu tidak hilang, Ayu yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri tidak mudah ia pilih kasih.


"Sayang Daddy temani Ayu yah, Mommy jangan ngambek ngambek terus nanti dedenya didalam sedih," ucapnya kembali mengecup perut gemes istrinya.


30 menit berlalu Evelyn berada di dapur, sesuai permintaan menantu tersayangnya ia telah menyiapkan Sandwich yang berbeda.


"Sayang sini cicipi Sandwich yang super super enak buatan Mami!" ucap Evelyn membawakan Sandwich itu di luar untuk Zahra.


"Waah, harum sekali Mih ini pasti rasanya enak," Zahra menghirup wanginya masakan itu sehingga ia menelan liurnya tidak sabar ingin mencicipi.


Ia segera meraih ditangan Evelyn dengan senyuman bahagia. "Sini Mih Zahra sudah tidak sabar ingin mencicipinya, baunya wangi sekali," ucap Zahra menarik nafasnya dalam dalam dan menutup matanya untuk menikmati wangi Sandwich buatan mertuanya itu.


Hengky menoleh kearah mereka dan melihat apa yang telah dibuatkan Maminya untuk istrinya.


"Wah kelihatannya itu enak Mih, masih ada tidak?" ucap Hengky ngikut ngikut ngidam.


"Huh, kau ini seperti orang hamil juga!" Evelyn malah mengomel tidak menjawab pertanyaan Hengky padanya.

__ADS_1


"Mih begitu sekali kepada anak sendiri," balasnya dengan suara menyedihkan ingin dikasihani.


Evelyn malah memutar bola matanya dan kembali kedapur.


"Sayang bagi sama Daddy dong?" Hengky meminta seperti anak kecil saat ia melihat Zahra menikmatinya ia ikut menelan ludahnya.


"Minta sama Mami gih ini buat Mommy, sana Daddy kedapur!" Zahra malah pelit padanya ia menjulurkan lidahnya menyuruh suaminya untuk meminta kepada Evelyn.


Hengky tidak berani lagi meminta kepada Maminya ia takut jika diomelin lagi.


Tak lama setelah itu Evelyn kembali dari dapur dengan membawakan Sandwich itu lagi, Hengky yang melihatnya seketika bersemangat menggosok kedua tangan nya menjilat bibirnya bersiap menyantap.


Evelyn malah membawa itu untuk Ayu bukan untuknya lagi.


"Ayu sini sama Omah ada makanan enak," ucap Evelyn menggendong Ayu dan membawa duduk disofa.


Muka Hengky terlihat sangat menyedihkan seakan akan dirinya dianggap seperti anak tiri, matanya tidak lepas saat istrinya dan anaknya menikmati Sandwich lezat itu.


Evelyn menyadari anaknya yang menyedihkan itu disudut sofa melihat mereka ia malah tertawa ngakak.


"Hahaha malang sekali nasibmu sayang, Mami kasihan melihatmu!" Evelyn malah mengeledeknya bukan kasihan beneran.


"Mami begitu menganggap Hengky anak tiri," ucapnya lirih pura pura sedih agar dikasihani.


Evelyn dan Zahra malah semakin tertawa ngakak dengan sikapnya yang sok menderita atas penderitaan yang diberikan padanya.


"Hahaha makanya kau kedapur lihat apa masih ada atau tidak, jangan pikir Mami akan mengambilnya untukmu, Sana pergi kedapur.


Lagi lagi Hengky terkena omelan Maminya, dengan wajah yang sangat menyedihkan ia berjalan seperti anak kucing yang baru ditendang memaksakan untuk berjalan.


Zahra dan Evelyn kembali menertawainya merasa terhibur dengan leluconnya.

__ADS_1


__ADS_2