
"Sayang apa masih sanggup untuk kita periksa lagi ke Dokter?" Semenjak kehamilan Zahra yang semakin membesar Hengky tak lagi pergi ngantor melainkan ia bekerja dirumah untuk mengawasi Zahra.
"Sanggup Dad, Mommy jugan pengen tau jika sudah bisa dilahirkan atau masih lama," balas Zahra menginginkan sekali untuk memeriksa lagi.
"Ya sudah Daddy antar yah sayang," Hengky membantunya untuk berpakaian, dan merangkulnya untuk berjalan.
Mereka pun mendatangi Dokte yang sudah sering mereka datangi setiap sebulan sebelumnya.
Kini mereka kembali memeriksa dan menanyakan kapan hari lahirnya.
Zahra sedikit lega saat Dokter mengatakan jika kehamilannya yang akan sebentar lagi bisa melahirkan.
Sungguh ketenangan serta ketegangan sebentar lagi ia rasakan.
Dokter menyarankannya untuk caesar karena bayinya memiliki BB yang lumayan bisa dibilang Bayi raksasa karena ukuran BB sudah diatas BB bayi pada umumnya.
__ADS_1
Itu sebabnya perutnya sangat besar dan berat, Dokter juga mengatakan jika BB seperti itu normal karena Ibu selalu mengonsumsi makanan yang penuh gizi.
BB bayi yang diatas rata rata itu akan disenangi para Dokter yang menanganinya karena merasa jadi Dokter yang berhasil mendidik pasiennya.
"Kira kira kapan lagi kami kembali Dok?" tanya Hengky memastikan.
"Jika kalian setuju untuk caesar bisa kita operasikan dalam satu minggu lagi, namun jika ini normal mungkin butuh waktu lama," jelas Dokter kepada Hengky.
"Lebih baik kalian membicarakannya dulu, dia melahirkan secara apa," tambah Dokter itu, karena ini tentang taruhan nyawa jika Ibu tidak kuat melahirkan maka akan berdampak pada bayinya.
Saran yang dianjurkan Dokter lebih baik untuk segera mereka bicarakan sebelum terlambat.
...----------------...
...-----...
__ADS_1
(Mengambil keputusan yang tepat)
"Bagaimana sayang coba Mommy pikirkan, kalau Daddy lebih memilih Caesar agar bayi kita tidak kesusahan begitu juga dengan Mommy," saran dari Hengky namun ia juga harus menunggu persetujuan istrinya, karena yang melahirkan istrinya bukan dirinya.
"Mommy sih pengennya normal sayang, tapi tidak mau juga jika terjadi sesuatu pada bayi kita nanti," jawab Zahra masih bingung memilih yang mana.
"Kalau Mami memberi saran lebih baik caesar dari pada Zahra kesakitan, BB seperti itu pasti akan susah di lahirkan." saran Evelyn menyetujui saran Hengky.
"Ayo sayang ambil keputusan yang tepat, karena jika Caesar bisa kita lakukan dalam seminggu lagi," ucap Hengky lagi memberi pengertian.
"Ya sudah, Mommy memilih untuk di Caesar dari pada ini membahayakan lebih baik mengambil keputusan yang mudah," ucap Zahra setuju dengan lahiran Caesar karena ia yakin kesakitan tidak akan ia rasa karena suaminya pasti memberikannya yang terbaik.
"kalau begitu minggu depan bisakan kita langsung saja operasi, maaf yah sayang sudah memaksamu mengambil keputusan ini," ucap Hengky sebenarnya tidak tega namun itulah jalan keluar satu satunya.
Zahra lega sedikit akhirnya tidak lama lagi ia akan bertemu dengan Baby nya.
__ADS_1
"Dad bawa Mommy kekamar pengen istirahat rasanya pegal sekali," lagi lagi Zahra sudah sangat lemas dan tak berdaya, katanya sih istirahat tapi unjung unjung nya nanti susah untuk berbaring.
Hengky mengangguk dan segera membawa istrinya, sebagai suami yang baik dan peduli ia tidak pernah meninggalkan atau menyerah untuk mengurus Zahra saat hamil tua begini, ini semua karena permintaannya sudah dituruti maka ia juga siap untuk menanggung.