Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Takut Minta Jatah


__ADS_3

"Zahra ngantuk Mih mau tidur dulu,.besok lagi gih Zahra temani nonton," ucapnya menguap saat jam telah menunjukan pukul 21:00 malam.


"Ohh ya sudah sayang sana duluan, Mami bentar lagi sambil boboin Ayu," balas Evelyn masih tidak ingin tidur terlalu capat.


"Ya sudah deh Mih, Ayu sayang Mommy mau keatas dulu yah Mommy ngantuk nih," Zahra tengah pamit dan mencium Ayu.


Semenjak Ayu tinggal bersama Evelyn di London Ayu tidak lagi suka rewel atau manja sama Zahra malah sebaliknya ia lebih senang bermanja manja dengan Evelyn yang sangat tulus menyayanginya.


"Iyah Mommy dah daaah,,,," balas Ayu melambaikan tangannya kepada Zahra.


Zahra tersenyum dan beranjak pergi kekamarnya.


...----------------...


CEKLEK!!


(Membuka Pintu Kamar)


Zahra masuk kamar dan mendapati suaminya yang tengah asyik dengan ponselnya bermain game.


"Daddy belum tidur?" tanya Zahra naik keatas ranjang.


Hengky menoleh kearahnya " Masih belum sayang," balasnya meneruskan kegiatannya bermain game.

__ADS_1


"Ohh gitu, Mommy tidur dulu," ucap Zahra padahal ia ingin sekali meminta kesediaan suaminya untuk membuatnya senang malam ini namun ia malu dan takut ditolak karena alasan lagi hamil.


"Cepat amat tidurnya sayang?" tanya Hengky menghentikan game nya dan meletakkan ponselnya di meja.


"Habis Mommy ngapain saja,?" jawabnya seraya menarik selimutnya.


Perasaan ingin sama sama ada dalam hati mereka namun kata takut dan malu yang menolak mereka.


"Mommy kangen tidak sama Daddy?" tanya Hengky basa basi padahal tujuannya ingin dilayani oleh istrinya.


"Kangen Dad tapi Mommy takut mengatakanya!" balasnya terus terang saja.


Kenapa malah takut?" Hengky menoleh kearahnya dan mengerutkan alisnya.


"Kita lakukan dengan pelan pelan, Daddy masuk setengah saja biar Baby nya tidak kesakitan," Hengky sudah tidak menahan hasratnya yang menggebu gebu ia mengucapkan berbagai kata kata agar malam ini tidak kecawa lagi.


Zahra tersenyum mendengar suaminya berbicara seperti itu sangat terdengar lucu, ia mengelus pipi suaminya dengan lembut dan mendekatkan wajahnya sehingga hidung mancung mereka bertemu.


Zahra menutup matanya seakan menunggu suaminya melakukan yang ia inginkan, tanpa ragu Hengky tahu apa yang sebenarnya ia lakukan saat ini.


Ia mengecup perlahan bibir manis istrinya dengan lembut, Zahra pun siap menerima kecupan itu.


Karena sama sama berada dalam ketidak sabarannya, Hengky langsung saja melakukan kewajiban nya layaknya memberi kesenangan kepada istrinya.

__ADS_1


Ia memperlakukan dengan lembut agar tidak menyakiti anaknya di dalam sana.


Zahra cukup menerima dan merasakannya saja.


Ia luluh tanpa protes karena ia tau suaminya akan melakukan semua keinginannya dengan indah.


Malam yang sunyi dan dingin itu menjadi bising dan panas, tidak menghiraukan sebesar apa pun suara Zahra ia keluarkan yang terpenting yang ia inginkan kesenangan agar tidak berakhir dengan kekecawaan.


Hengky melakukannya sangat terbaik, ia tidak ingin permainan itu usai ia semakin menyemangati otot ototnya membuat Zahra dalam kukungannya tak berdaya.


Kenikmatan yang selama ini Zahra nantikan kini ia rasakan sendiri bagaimana cara suaminya melakukan padanya.


Permainan yang sungguh menyenangkan tidak terasa keduanya mencucurkan keringat hebat disekujur tubuh.


Perasaan Hengky yang merasakan kepuasan dalam dirinya ia melepaskan diri agar Zahra bisa mengatur nafas nya.


Sekuat apa pun keinginannya ia pasti mengingat keadaan istrinya yang tengah berbadan dua.


Puas dan lelah itu yang mereka rasakan nafas yang terengah engah dan keringat disekujur tubuh membuat mereka tertidur pulas dan hati yang berbahagia.


Zahra merasakan kepuasan karena selama ini ia selalu menginginkan terkadang hatinya sedih karena ketakutan suaminya melakukan padanya, dan malam ini yang ia nantikan pun terwujud.


Wanita yang sedang hamil sebenarnya sangat menginginkan itu dari suami termasuk Zahra ia juga kalau boleh ingin setiap hari agar ia merasa senang.

__ADS_1


__ADS_2