Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
3 Bulan kemudian


__ADS_3

Mereka menjalani hari hari pernikahan mereka dengan penuh canda dan tawa kebahagiaan selalu mereka ukir walau dalam kesusahan, cinta keduanya tidak pernah memudar.


Tidak terasa pernikahan itu berjalan selama tiga bulan lebih, Hengky selalu sabar menunggu hal terindah dalam hidup Zara setiap waktu.


"Sayang, apa bulan ini kau merasa ada yang berbeda dalam dirimu?" tanya Hengky sedang beristirahat bersama istri cantiknya diatas tempat tidur.


"Aku kurang tau Dad, karena aku tidak memperhatikannya!" jawab Zahra tersenyum mencolek hidung mancung suaminya.


"Apa Mommy sudah test?" Hengky kembali melontarkan pertanyaan karena Zahra biasa saja.


"Belum sih, tapi biarkan Mommy coba besok, sabar yah sayang?" balas Zahra menenangkan suaminya.


"Daddy selalu sabar hingga waktu menjawab semua pertanyaanku ini!" ucap Hengky sembari menarik nafasnya dalam.


"Apa cinta Daddy masih besar untuk Mommy?" tanya Zahra memancing.


"Tentu, semakin hari semakin Daddy mencintai Mommy!" jawabnya mantap tak lupa kecupan dibibir istrinya melayang.


"Hem Daddy baik, Mommy bangga punya suami seperti ini!" Puji Zahra membalas kecupan itu.


Hengky tersenyum menarik selimut dan menutupi tubuh mereka.


"Daddy mau tidurkah?" tanya Zahra mengerutkan keningnya, seakan dibuat kesal karena harus secapat itu tidur tanpa ada ritual *** *** dulu.


"Daddy pasrahkan sama Mommy, bekerjalah malam ini dengan baik agar Daddy menikmatinya!" ucap Hengky memberi kendali agar istrinya yang berkuasa malam itu.

__ADS_1


"Hem, Daddy nakal!" Zahra tersenyum menggoda lalu tanpa disuruh lagi ia melakukan kewajibannya layaknya seorang istri melayani suami.


Hengky menggeliat sangat senang setiap perilaku istrinya ini disaat malam hari, ia merasa puas memiliki istri yang tau akan kewajibannya kepada suami disaat saat lelah dari pekerjaannya.


"Aku beruntung memiliki istri super seperti mu sayang?" seru Hengky memejamkan matanya menerima perilaku istrinya itu.


Zahra semakin bersemangat membuat suaminya bahagia, tak henti ia melakukan yang terbaik agar setiap malam malam yang mereka lewati tidak berakhir kecewa.


Kegiatan malam itu pun terus berlanjut hingga kelelahan yang menguasai diri mereka.


...----------------...


(Pagi yang setia menyambut hangat)


"Good morning Mommy?" ucap Hengky menghampiri istrinya yang tengah menyediakan sarapan untuknya, tak lupa kecupan manis selalu melayang dipipi dikening dan dibibir sebagai tanda kasih sayangnya kepada istri cantiknya.


"Morning Daddy ayo kita sarapan bersama!" balas Zahra menyodorkan nasi diatas piring suaminya juga lauk pauk yang ia masak penuh dengan cinta.


"Thank's Mommy," jawab Hengky mengambil piringnya dan segera menyantap sarapannya.


"Jangan lupa sayang pagi ini lakukan test itu!" ucap Hengky seraya menyuap makanan kedalam mulutnya.


"Iyah sayang, sabar dulu gih kenapa?" jawab Zahra malah biasa biasa saja.


"Atau Mommy menyembunyikan sesuatu pada Daddy?" tanya nya ragu karena istrinya yang selalu biasa biasa saja.

__ADS_1


"Kenapa Daddy malah berprasangka buruk seperti ini kepada Mommy?" jawab Zahra tidak terima jika suaminya yang sangat ia cinta sepenuh hatinya menuduhnya yang tidak tidak.


"Ahhm bukan begitu sayang, maksud Daddy mungkin saja Mommy merahasiakan dulu untuk kejutan kepada Daddy begitu!" kembali Hengky menjelaskan secara detail agar tidak terjadi kesahpahaman antara mereka.


"Tidak Dad, Mommy sama sekali tidak melakukan test dan tidak tau apa hasilnya," jawab Zahra kembali setelah penjelasan suaminya ia mengerti.


"Ya sudah kalau begitu nanti jangan lupa!" ucap Hengky kembali mengingatkan.


Zahra mengangguk dan meneruskan sarapannya.


...----------------...


(Berangkat Kerja)


Sehabis sarapan bersama Hengky pamit untuk berangkat kerja.


"Sayang Daddy berangkat dulu yah, Mommy baik baik dirumah dan jangan kecapean!" ucap Hengky tak lupa memberi nasehatnya.


"Siap sayang Daddy hati hati yah, jangan lupa kabarin Mommy jika sudah dikantor!"balas Zahra mencium punggung tangan suaminya.


"Iyah sayang Daddy berangkat yah, i love you my wife!" Hengky sebelum melangkah tak lupa mencium kening sang istri tercintanya dan mengucapkan kata cinta yang terus keduanya semakin mesra.


"I love you too my husband," jawab Zahra penuh cinta.


Zahra berdiri didepan rumah menunggu suaminya pergi tak lupa ia melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2