Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 58 Nita berbuat apa semalam?"


__ADS_3

"Kenapa tidak mencoba menghubungi Nita saja Nil?" ucap Zahra setelah mereka berkumpul kembali di lantai dasar. Nila baru kepikiran, karena terlalu cemas akhirnya lupa untuk menghubungi sedari tadi. "Oh iya ya aku juga lupa biar aku coba menghubunginya dulu." ucap Nila segera meraih hp-nya dari dalam sakunya menghubungi nomor Nita. Beberapa panggilan ia lakukan namun Nita tetap tidak menjawab teleponnya."Dia juga tidak menjawab Zah!" ucap Nila lesu meletakkan hp-nya keatas meja, rasanya sudah tidak berdaya lagi.


Teman-teman mereka yang ada di sana juga sudah tahu tentang kehilangan Nita dan Juan.


"Maaf tuan saya teman Juan yang membawa Juan berlibur ke sini, biarkan saya mencoba menghubunginya dulu", ucap Bima karyawan Hengky yang menghampiri mereka.


Bersamaan mereka menoleh dan melihat Bima. "kalau begitu cepat hubungi dia Bima!" ucap Hengky. Bima mengangguk dan segera mencari nomor Juan untuk dihubungi, namun tetap hasilnya nihil Juan juga tidak mengangkat teleponnya.

__ADS_1


Kemana yah kira kira mereka pergi? Satu pun juga tak tahu. Bahkan teman Juan yang membawanya kesini tidak mengetahui keberadaan mereka.


Flashback


SAAT NITA DAN JUAN BERBINCANG SEMALAM


"Nit, apa kau tak mengantuk?" tanya Juan yang sedari tadi duduk berdua dengan Nita.

__ADS_1


Nita memandangnya dan membalas senyuman itu seraya berkata. "Tapi jika aku memintamu menemaniku dulu untuk pergi keayunan dibawah rinding pohon sana, apa kau mau?" Goda Nita karena melihat Nila dan Zahra masih belum kunjung kembali kekamar mereka. "Oke, aku akan temani!" balas Juan masih semangat.


Akhirnya mereka berdua mengurungkan niat untuk kembali kemar, Juan menemani Nita ketaman yang agak jauh dari tempat Zahra dan Hengky berada, karena asyiknya Zahra dan Hengky bermesraan tak menyadari kalau Nita dan Juan melewati belakang mereka dan berjalan jauh dari sana. Dikejauhan sana Nita melihat Ayunan (Ayunan Hammock ) yang biasa digunakan untuk bersantai seperti saat berada di puncak, dan di pantai.


"Lebih baik kita bersantai disini dulu kak Juan, disana kan masih banyak orang bukan cuma kita!" ajak Nita bergembira menaiki Ayunan itu. "Apa kita muat berdua?"tanya Juan ragu. Memang Ayunan itu besar bisa untuk dua orang, namun mereka yang baru juga kenal mana mungkin tidak segan berada disatu tempat yang sempit begitu. "Muat dong kak, Ayunannya besar kok!" balas Nita melihat Juan dan segera naik.


Juan ragu sejenak namun setelahnya ia tak mengambil pusing ia juga ikut tiduran santai di Ayunan itu. Mereka tiduran santai bersama diatas satu Ayunan yang lumayan muat untuk mereka berdua. Mereka terus ngobrol menanyakan tentang status sama lain, sesekali mereka tertawa dan bercanda.

__ADS_1


Sampai mereka tak menyadari karena sudah dini hari jarum jam sudah melewati angka yang ketiga, orang orang di taman pada pergi menyisakan mereka berdua. Nita yang tengah tertidur diayunan berbantalan kepalanya di lengan Juan, karena tidak tega membangunkan akhirnya Juan ikut tidur bersama. Hp yang sama sama berada di saku celana belakang mereka juga tak menyadari jatuh ketanah, sehingga menjelang siang mereka tak kunjung bangun.


Tempat ayunan yang mereka tempati berjauhan dari taman Villa, orang orang juga belum kesana karena harus menuruni tanjakan, halaman Villa yang sangat besar dan luas di tumbuhi dengan bunga dan pepohonan yang sengaja di rawat disana membuat susah mencari seseorang jika bersembunyi.


__ADS_2