Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Gemes


__ADS_3

(Keesokannya)


Zahra terbangun dipagi hari, sebelum ia beranjak dari kamarnya tak lupa ia memperbaiki posisi Ayu yang masih tertidur pulas, tak lupa juga ia meninggalkan ciuman kasih sayang kepada Ayu lalu ia pergi kedapur.


Dan entah apa yang merasuki Hengky dipagi pagi buta itu ia juga ikut terbangun, entah ia bermimpi atau emang sengaja mencura kesempatan berduaan dengan Zahra, karena sudah ada Ayu ia tidak bisa lagi seenaknya mengguyur Zahra.


(Zahra sedang membuat sop Iga)


"Heii, rajin banget bangun pagi membuat sarapan?" ucap Hengky menggoda Zahra, ia memeluk dari belakang meletakkan dagunya di bahu Zahra. "Oh Tuhan, kau mengagetkan ku Tuan!" balas Zahra tersentak menoleh kesamping dimana Hengky meletakkan dagunya, dengan cepat Hengky mencuri ciuman dipipi Zahra.


"Ihh Tuan jangan ngada ngada dulu, aku lagi serius masak takut nanti Ayu bangun ia mencariku!" Zahra seketika merinding dengan brewok nakal Hengky menggeseknya dipipi Zahra.


"Santai saja sayang jangan terlalu serius!" Hengky terus menggodanya tidak melepaskan sedikit pun pelukannya.


"Tuan tidak malu sudah tua masih manja!" balas Zahra menyindirnya. "hehe, aku tidak malu jika hanya kau yang tau aku bermanja seperti ini", diejek bagaimana pun juga Hengky masih saja tidak peduli.


"Apa sih yang terjadi sama Tuan bangun pagi pagi kayak gini?" ucap Zahra sembari mencoba garam di sop Iganya.


"Aku juga tidak tau, mungkin aku merindukanmu!" Hengky terus bermanja manja pada Zahra, membuat Zahra tidak fokus memasak.


"Tuan stop, sudah jangan banyak tingkah ingat umur!" Zahra berbalik menghadap Hengky ia menutup mulut Hengky dengan satu jarinya, lalu ia menampar pelan pelan seraya berjalan enyah dari hadapan Hengky.


Hengky malah tersenyum seraya mengikuti Zahra, layaknya anak kecil tidak mau berpisah dengan mamanya. "Apaan sih Tuan mau apa hem?" Zahra pura pura marah namun gagal, ia malah tersenyum melihat tingkah Hengky yang tidak tidak.

__ADS_1


"Jangan mengela dari ku dulu, aku mau ehm,,,!" ucap Hengky seraya memanyungkan bibirnya kedepan. "hahah ih bikin geli, Tuan tidak cocok tau!" Zahra malah terbahak bahak dengan sikap yang tidak pernah ia bayangkan jika Hengky bisa melakukannya.


"Ayo dong!" minta Hengky merengek manja. "Apa sih, aku tidak mengerti!" Zahra pura pura bodoh saja tidak menanggapi Hengky ia terus menyibukkan diri berjalan kesana kemari, namun Hengky terus mengikutinya seperti anak ayam mengikuti induknya.


Hengky yang sedari tadi tidak sabar sekali lagi ia memeluk Zahra dan menggendongnya, eh malah gagal total Ayu terbangun menangis mencari Zahra.


"Tuan sudah, Ayu terbangun ia pasti mencariku!" dengan cepat Zahra melepaskan Hengky yang hendak ingin menggendongnya, ia berlari menghampiri Ayu dikamar.


"Huh, sial...!!!" Hengky mengusap wajahnya kasar seraya menghembuskan nafasnya, lagi lagi bikin kesal padahal sudah dapat malah lepas lagi.


***


(Dikamar dengan Ayu)


"Ehh sayang anak Ibu sudah bangun, kok cepat banget sayang hem?" ucap Zahra menghampiri Ayu yang tengah duduk di atas kasur, Ayu memandangi sekeliling kamar itu sama sekali ia tidak mengenali.


"Hahah, terimakasih loh yah, Tuan menjaga masakanku di atas kompor padahal tadi aku sudah khawatir!" Zahra malah ngakak melihat Hengky sedang berada di depan kompor menunggu masakannya masak.


Hengky menoleh kebelakang saat mendengar suara Zahra. "Ehh adek Ayu udah bangun!!" ucap Hengky berbalik menghampiri Ayu dan meninggalkan kompor.


Ayu yang baru melihatnya malah takut, ia semakin mengeratkan pelukannya di leher Zahra dan menyembunyikan wajah gemesnya di balik dada Zahra.


"Ayu,,, jangan begitu, kamu tidak usah takut sama Om Hengky dia orangnya baik kok, ayo kenalan dulu sama dia!" Zahra melihat Ayu yang ketakutan seperti itu dengan pelan ia melonggarkan pelukan Ayu dan membujuknya agar tidak takut sama Hengky.

__ADS_1


Zahra merasa kecewa dengan sikap yang berbeda kepada Ayu, sebelumnya ia begitu ramah kepada siapa pun orang yang mau berbicara padanya, namun sekarang malah ia takut jika didekati orang.


"Dengar Ibu Ayu, kok takut sih ayo dong turun dulu kenalan sama Om Hengky, biarkan Ibu ambil minum nya dulu!" Zahra sekali lagi membujuk Ayu dan menurunkannya dibawah pelan pelan.


Hengky yang sedari tadi memandanginya dengan penuh senyuman supaya Ayu tidak takut padanya.


"Sini kenalan sama Om?" ajak Hengky melambaikan tangannya kepada Ayu.


Ragu ragu Ayu memanyungkan bibirnya seraya menautkan tangannya dan memutar mutar jari jarinya.


"Om tidak jahat kok Om malah sayang sama anak kecil, ayo temanan sama Om?" Rayu Hengky agar Ayu luluh.


Ayu menoleh kearah Zahra yang berjarak sedikit jauh darinya, dengan ragu ragu sesaat pun ia melangkahkan kakinya pelan kearah Hengky.


"Aaaa,,, dia mau samperin aku juga ternyata!" Hengky bersorak gembira dan menyambut Ayu.


"Ayo kenalan, kamu namanya siapa?" ucap Hengky mengulurkan tangannya membujuk Ayu. "Ehm nama aku Ayu, kalau Om siapa?" ucap Ayu memberanikan diri berbicara. Tanpa ragu sedikit pun Hengky mengangkat Ayu dalam gendongannya seraya mencium pipi gemes itu.


"Nama Om adalah Hengky, Ayu bisa panggil Om saja tidak apa apa, sekarang kita sudah berteman tidak usah takut sama Om lagi yah!" ucap Hengky semakin gemes.


"Ohh, tapi Ayu tidak mau panggil dengan sebutan Om saja tapi Ayu panggil Om tampan saja bagaimana?" Ayu yang bisa menerka nerka wajah Hengky yang tampan sehingga ia bisa mengatakan dengan jujur seperti itu.


"Hahhaa, ya sudah sih tidak masalah, kalau begitu juga Om panggil Ayu dengan Ayu gemes, habis pipi Ayu sangat lembut bikin Om gemes pengen cubit.

__ADS_1


Zahra yang melihat mereka secepat itu sangat akrab, ia mengelus dadanya bahagia, ia tidak menyangka Hengky suka dengan Ayu dan mau menerima Ayu.


"Terimakasih Tuhan, engkau mengabulkan doaku menyatukan ku dengan Ayu semoga engkau selalu memberikan kami kebahagiaan, Amin." batin Zahra tersenyum berdoa dalam hatinya.


__ADS_2