Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 28 Belanja di Pasar


__ADS_3

Sore hari Zahra tak masak untuk makan malam mereka sebab ada beberapa bahan masakan di dapur sedang tidak ada.


Kebetulan Viky telah menerima kiriman dari Hengky untuk membeli kebutuhan rumah.


"Non Zahra, tuan sudah mengirimkan uang untuk belanjaan apa kita tarik atau bagaimana?"


tanya Viky kepada Zahra yang tengah duduk di ruang makan.


"ah tentu kita ambil, kita kepasar untuk membeli bahan masakan kita!"


Tegas Zahra menyuruh Viky.


"kalau begitu mari aku antar Non!"


Viky berpikir jika sekarang ia mengantar Zahra pulang tak begitu malam.


"bagaimana kalau Nila yang pergi biar aku tulis apa saja yang akan di beli!"


Zahra sengaja berkata seperti itu, dia juga berpikir jika Nila yang pergi akan semakin berdekatan dengan Viky.


"aku panggil Nila dulu Viky tunggu di sini!"


Zahra berlalu pergi kekamarnya untuk memanggil Nila yang berada disana.


"eh Zahra, habis dari mana?"


kata Nila yang melihat Zahra memasuki kamar.


"aku habis dari dapur, em kebetulan ada beberapa bahan masakan habis aku suruh Viky untuk kepasar kau tidak apa apa kalau temani dia kan Nil?"


Zahra dengan senyumannya memohon agar Nila menyetujui perkataannya.


"ehm,,, gimana yah? eh yaudah deh aku ganti pakaian dulu suruh Viky menunggu!!"


Nila ragu setelahnya ia setuju dan akan pergi kepasar di antar oleh Viky.


"oke, aku tulis apa yang perlu kalian beli dulu"


Zahra mengambil buku dan pulpen menulis beberapa bahan masakan di dalam selembar kertas.


Dia keluar kamar dan memanggil Viky.


"Viky kemari sebentar!"


"ah iyah Non ada apa?"


Viky berlari kecil dari ruang makan menghampiri Zahra yang berada di ruang tamu.


"ini bahan masakan yang perlu kalian beli tunggu Nila baru ganti pakaian!"


Zahra menyodorkan kepada Viky lembaran kertas itu.


"hm terus uangnya apa diambil semua Non?"


Dia meraih lembaran kertas itu dan membacanya setelah itu dia memasukan kedalam saku celananya.


"oh iyah lebih baik diambil saja, uang pegenganku untuk rumah juga sudah tak ada!"


Kebetulan uang pegangan Zahra telah habis yang biasa Hengky beri untuk segala keperluan rumah yang Zahra butuh.


Ia menyuruh Viky kembali agar mengambil uang yang telah dikirimkan oleh tuannya itu.


"baik Non!!"


Viky mengangguk menyetujui perintah Zahra.


***

__ADS_1


"ayo Viky kita pergi!"


Nila yang baru keluar kamar menghampiri Zahra dan Viky yang tengah berbincang.


" Non Zahra kami tinggal dulu yah!"


pamit Viky kepada Zahra.


"kalian hati hati yah"


pesan Zahra untuk keduanya.


Nila dan Viky berlalu pergi meninggalkan Zahra dengan senyuman tipis di wajah.


Zahra yang menyaksikan kepergian mereka menghempaskan bokongnya diatas sofa dan mengeluarkan nafas leganya.


*


*


*


hening saat mobil Viky melaju Nila yang berada di jok samping dengan pandangan diluar jendela.


Begitu pula dengan Viky mengemudi dengan fokus kedepan, suana terasa canggung Viky menoleh memandang Nila namun dia tetap fokus di luar jendela.


"Nila, ini struk yang harus kita belanjakan dari Zahra tadi!"


Viky memulai percakapannya untuk memecahkan keheningan.


"oh, baiklah!"


Nila menoleh dan meraih kertas itu dari tangan Viky.


Kembali hening tak bersuara selain suara mesin mobil yang sedang berjalan membawa mereka kepasar.


Tak butuh waktu lama mereka sampai Viky dan Nila turun dari mobil.


Kata Viky memberi aturannya sediri ke Nila.


"hem!"


Nila dengan deheman saja tak ada jawaban nya selain itu.


Mereka melewati got yang ada disekitar pinggir pasar sebelum mereka memasukinya, Nila dengan langkahnya yang tidak memperhatikan jalannya.


Dia menginjak batu besar sehingga tubuhnya oleng hampir terjatuh.


Viky yang berada di belakang dengan cepat menarik tangan Nila dan memeluk dalam dekapanny.


"aaawww!!!"


Nila berteriak saat dia mulai terjatuh ditanah.


"Nila awas!!!"


Teriak Viky berlari meraih tangan Nila.


karena Viky menariknya kuat sehingga tubuh Nila terhempas dalam pelukan Viky.


Beberapa detik berada dalam pelukan Viky, Nila mundur perlahan melepas dirinya dalam dekapan Viky.


pandangan mereka saling bertemu dengan diam tak bersuara.


"ah Nila, kau tidak apa apa?"


Viky tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"oh iyah tidak tidak apa apa, terimakasih !"


Nila merapikan tatanan rambutnya dan melihat sekeliling nya banyak orang yang memperhatikan mereka.


"kalau begitu ayo kita masuk di dalam untuk membeli sayurnya!"


Viky tau Nila merasa malu karena berhamburan di pelukannya, untuk itu ia segera menyuruh Nila untuk masuk.


"hem oke lah!"


Nila mengangguk dan melangkahkan kakinya masuk kembali.


***


"pak tolong dibungkus semua yang ada di dalam struk ini!"


Nila menyerahkan kepada pak pedagang sayur itu sebuah kertas yang tertulis semua di dalamnya nama belanjaan mereka.


"baik neng mohon di tunggu sebentar yah!"


Pak pedagang itu meraih kertas itu dan membaca semua apa saja yang mereka belanjakan.


Dia meletakkan di dalam kantongan satu satu sesuai jenis yang tertulis di dalam kertas itu.


"ini neng, semua totalnya 350 ribu!"


pak pedagan itu menghitung dan menyatukan semua bahan sayuran dan sebagainya itu di dalam satu plastik besar lalu ia menyerahkan kepada Nila.


"ini pak, terimakasih yah!"


Nila menyerahkan tiga lembar uang seratus ribu dan satu lembar uang lima puluh ribu ditangan pak pedagang dan mengambil barang nya.


"terimakasih kembali neng!"


jawab pak pedagang itu singkat.


"ah biar aku saja yang membawanya Nila !"


Viky meraih kantongan plastik besar itu dari Nila dan segera membawanya.


"aduh,,, tapi pa....!"


Hendak Nila berkata namun Viky memotong ucapannya.


"udah tidak apa apa!"


"wah suaminya baik banget yah neng dia tidak ingin neng capek!"


Kata pak pedagang itu yang menyaksikan mereka sejak tadi.


Mereka sama sama menoleh memandang pak pedagang itu dan berkata bersamaan.


"ohh tidak pak dia hanya teman kantor saja!!!!"


saat mereka mengucapkan kalimat yang sama mereka malah saling memandang kembali.


"hahah tapi kalian sepertinya serasi!"


Ledekan pak petani itu kembali pada mereka.


mereka berlalu pergi tanpa menjawab pak pedagang itu lagi, Nila yang mengekori Viky merasa gugup sendiri.


Mereka pulang dengan mengendarai mobil Viky.


kembali sunyi, Viky yang berada didepan kemudi menyetir dengan fokus.


Nila yang diam diam sesekali mencuri pandang melihat wajah Viky.

__ADS_1


"Dia tidak begitu buruk, sikapnya baik dan wajahnya juga tampan!" batin Nila.


setelah kejadian dipasar tadi ia malah terus kepikiran sampai dia memandang Viky dengan dalam, tiba tiba hatinya berdetak hebat perasaannya seperti ada yang beda dari sebelumnya kepada Viky.


__ADS_2