Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Cetakan yang Sempurna


__ADS_3

Satu hari satu malam masih berada di Rumah sakit tempat bayi mereka di lahirkan, Nila serta adiknya Nita yang mendengar kelahiran bayi Zahra mereka ikut senang dan segera menemui.


(Sedang bertelepon)


Kak Nila ikut menjenguk kak Zahra?" tanya Nita dalam sambungan teleponnya dengan Nila.


"Ikut dong Nit, beritahu Juan agar kami dijemput ada baiknya kita pergi bareng saja," balas Nila kepada adiknya.


"Ya sudah, kakak siap siap kami akan menjemput disana." Nita langsung saja ingin cepat tak mau menunda nunda lagi.


"Oke Nit," balas Nila mengakhiri sambungan teleponnya.


Nita yang baru melahirkan dua bulan sebelum Zahra melahirkan ia juga melahirkan seorang bayi laki laki yang tentunya sangat tampan seperti Juan.


Dan Nila yang tengah hamil muda yang masih belum lama menikah dengan Vicky setelah pernikahan Hengky dan Zahra.


(sekilas pemberitahuan singkat)


...----------------...


...----------------...


(Diperjalanan menuju RS)


"Kak Nila sudah masuk bulan keberapa kehamilannya?" tanya Nita yang sudah jarang berkunjung kerumah Ibunya saat bayinya lahir.


"Sudah mau masuk 5 bulan Nit, tidak sabar deh segera lahiran seperti kalian," perasaan Nila yang tidak sabar pun tidak bisa ia pendam.


"Hm sabar dulu atuh jangan buru buru, doain saja semoga janinnya sehat," ucap Nita memberi pengertian kepada kakaknya.


Nila tersenyum sesekali mencium pipi mungil keponakannya.


"Sayang mudah mudahan anak kita cewek yah, aku ingin sekali punya anak cewek apa lagi kalau cantik seperti Ayu anak Zahra," angan angan Nila dengan penuh harapnya.


"Jangan pilih pilih deh sayang kita terima saja sesuai yang diberikan Tuhan kepada kita," balas Vicky ikut mencium pipi anak Juan.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


(Sesampainya di RS)


Mereka berempat memasuki ruangan Rumah sakit menuju kamar yang telah diberitahukan Hengky kepada mereka.


"TOK-TOK-TOK!


(Ketukan pintu diluar)


"Pih coba lihat siapa yang datang," ucap Evelyn yang sedang memakaikan baju bayi mungilnya.


Velyx mengangguk dan segera membuka pintunya.


"Hey Om," sapa Juan didepan pintu kepada Velyx.


"Ehh kalian ayo silakan masuk," balas Velyx tersenyum dan membuka pintu lebar untuk mempersilakan mereka masuk.


Mereka berempat tak lepas dengan senyuman djwajah.


Juan dan Vicky menyapa Evelyn dan Zahra tak lupa mencolek pipi bayi mungil Zahra yang baru lahir itu.


"Mari silakan duduk," ajak Velyx memberi mereka tempat duduk, sofa yang ada dalam ruangan itu.


Mereka pun mengangguk sembari duduk disofa.


Hengky yang sudah kecapean dan belum tidur semalaman akhirnya hari itu ia beristirahat tidur di atas ranjang yang telah tersedia dikamar Zahra bersama Ayu dalam pelukannya.


Pandangan mereka beralih padanya dan merasa prihatin Juan yang melihatnya kasihan karena ia juga pernah mengalami hal ini.


"Ohh maaf Hengky sedang ketiduran, biarkan kami membangunkannya dulu," Evelyn cepat cepat membangunkan Hengky yang masih saja keenakan tidur.


"Sayang bangun gih, ini teman temanmu pada datang," seru Evelyn dengan suara kecilnya membangunkan Hengky.

__ADS_1


Hengky dengan cepat tersadar ia segera duduk melihat sekeliling dan mendapati Juan dan istrinya dan Vicky bersama Nila.


"Ahm maaf, kapan kalian datang?" ucap Hengky beranjak dari tempat tidurnya menghampiri tamunya.


"Baru saja kok, selamat yah atas kelahiran bayinya," balas Juan memberi selamat kepada Hengky.


"Ehm iyah Tuan kami selaku karyawanmu juga ikut mengucapkan selamat atas kelahiran bayi gemoy nya," tambah Vicky ikut memberi selamat.


Nila dan Nita yang sedari tadi menghampiri Zahra dan melihat bayinya yang baru lahir itu.


Mereka juga berbincang bincang sekedar bercerita tentang kehamilan.


Begitu juga dengan Juan dan Vicky mereka mengbrol bersama Hengky dan Velyx banyak hal yang mereka ombrolin baik itu pengalaman kerja dan sebagainya.


Tidak terasa mereka hampir satu jam disana, Nita yang telah membawa bayinya tidak enak jika keluar terlalu lama Ibu mertuanya juga telah berpesan agar cucunya jangan dibawa keluar terlalu lama.


Mereka pun pamit.


"Kak Zah, maaf kami tidak bisa lama lama disini kasihan juga bayiku kalau terlalu lama diluar," ucap Nita ingin undur diri.


"Iyah Zah, kapan kapan kalau kalian sudah pulang kami datang kerumah deh nengokin baby gemoy ini lagi,"seru Nila sangat gemes dengan wajah mungil baby Zahra.


"Aduh makasih loh Nila, Nita kalian sudah menyempatkan diri untuk datang kemari," balas Zahra kepada mereka.


"Tidak apa apa kak Zah, ini sekedar kado untuk baby nya semoga suka yah," Nita menyerahkan kado sebagai hadiah untuk kelahiran bayi Zahra.


"Iyah Zah, aku juga membawa nya untuk baby mu maaf kalau tidak terlalu bagus," sahut Nila menyerahkan buah tangan mereka kepada Zahra.


"Makasih yah kalian baik banget sama Zahra, semoga baby mu juga sehat selalu dan kandungan kakakmu selamat sampai lahiran,"


Balas Evelyn berterima kasih serta memberi doa kepada bayi Nita dan calon bayi Nila.


Mereka mengangguk seraya berpamitan kepada Hengky dan segera melangkahkan kaki dari sana


__ADS_1


Anggap saja ini Baby Gemoynya Zahra.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2