Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 57 Nita Kemana?


__ADS_3

Masing masing mereka sedang asyik dengan ponselnya yang duduk satu meja disana, sama sekali tidak menyadari jika Nita dari semalam tak terlihat.


Kemanakah Nita, apa hilang atau lari bersama Juan semalam.?


Nila yang baru menyadari adiknya tak terlihat juga belum ikut sarapan di pagi hari tadi, ia mengangkat wajahnya mengalihkan pandangannya dari ponselnya, melihat sekelingnya dengan wajah bingun.


"Kenapa Nil?" tanya Zahra yang melihat Nila. Hengky dan Viky bersamaan mengangkat kepalanya memandang Nila. "Hm, apa kalian melihat Nita sedari tadi?" ucapan Nila mulai cemas, mereka yang mendengar itu baru menyadari jika dari semalam Nita tak bersama mereka, bersamaan mereka pun menggeleng tanda memang tak melihat Nita.


Bagaimana mereka bisa mengingat karena memang Nita mereka tinggal sendiri karena asyikkan pacaran.

__ADS_1


Hengky mencoba memutar memori otaknya, dimana ia terakhir melihat Nita semalam. "Ahh iyah, semalam memang aku melihat Nita tapi dimana yah?" ucap Hengky mengerutkan keningnya mengingat namun unjungnya pun lupa lagi. Zahra juga mencari cari memorinya tentang Nita setelah ia berdiam akhirnya ia mengingat juga. "Ahh iyah Nil aku ingat semalam Nita memang bersamaku, tapi setelah lomba selesai aku pergi bersama tuan, Nita aku tinggal bersama pria yang menyelamatkan ku tadi, setelah itu aku tidak tau lagi Nita kemana!" Jelas Zahra setelah ingatannya kembali normal.


Nila yang mendengar itu seketika syok dan wajahnya menjadi pucak. "Astaga, mampuslah aku!" ucap Nila mulai cemas mengusap wajahnya kasar. "Tenang dulu sayang, ayo kita cari Nita sama sama," Viky menenangkan Nila dan membantu untuk mencari Nita. "Iyah benar Nil, kami juga akan membantumu mencari Nita," ucap Zahra juga ikut cemas, ia merasa bersalah karena meninggalkan Nita sendirian semalam. "Lebih baik kita tanyakan teman teman yang lain apa mereka melihat pria itu bersama Nita semalam!" ucap Hengky ikut prihati merasa bersalah sendiri, seandainya dia tak memaksa Zahra meninggalkan Nita mungkin masalah tak datang lagi, bila masalah ini menjadi besar akan menyangkut dirinya sendiri juga.


Tak perlu membuang buang waktu lagi mereka bergegas mencari Nita, mereka berpencar berdua untuk mencari supaya cepat mereka menemukannya.


Mereka bertanya hampir semua teman teman yang ada disana, memang ada yang melihat mereka semalam namun pagi ini belum juga terlihat, Nila semakin cemas dan rasanya ingin mati saja karena tak sanggup hidup penuh disalahkan jika Nita tak ditemukan lagi.


Tak terasa hampir dalam satu jam mereka mengelilingi ruangan Villa dari lantai pertamana hingga lantai paling atas.

__ADS_1


Zahra dan Hengky jenuh dan kaki sudah terasa pegal namun belum juga mereka temukan Nita dan pria itu dimana.


"Kemana lagi kita cari mereka tuan kaki ku teresa pegal menaik turunkan tangga itu?" ucap Zahra lemes mendudukan dirinya dikursi. Mereka telah kembali kelantai dasar setelah mengelilingi ruangan.


"Istirahat dulu lah sayang, biar aku saja yang mencarinya kau tenang disini!" balas Hengky yang melihat Zahra tengah capek berkeringat.


"He'em kita cari Nita bersama ini juga kesalahanku meninggalkannya sendiri semalam", ucap Zahra menggelengkan kepalanya merasa bersalah. Hengky melihatnya kasihan dan ikut duduk sebentar. "Ya sudah kalau begitu kamu istirahat dulu Sayang!", jawab Hengky membelai pucuk rambut Zahra. Zahra mengangguk mengerti dan beristirahat sebentar.


Sementara Nila dan Vicky masih dalam keadaan mencari keberadaan Nita, Mereka pergi di belakang ruangan Villa mengelilingi segala ruangan dan mencari tapi tak ditemukan. "Aduh Vik kita cari Nita ke mana lagi? Ucap Nila yang tengah sudah kecapean.

__ADS_1


Sementara Vicky juga kebingungan akhirnya dia beristirahat duduk sebentar. "Lebih baik kita kembali di luar Villa siapa tau ada yang mengetahui mereka", ucap Vicky tidak mematahkan hati Nila, ia juga cemas melihat keadaan Nila yang sangat menyedihkan.


Mereka kembali berjalan meninggalkan halaman belakang Villa, Nila terlihat sangat lelah keringat membasahi kaos yang ia kenakan karena hampir semua ruangan Villa itu telah mereka tempuh.


__ADS_2