
"Hengky berangkat yah mih, pih!" ucap Hengky kepada kedua orang tuanya yang mengantarnya sampai Bandara Udara Heathrow di London.
"baik sayang, semoga sampai dengan selamat yah!" jawab mami Evelyn sambil memeluk dan mencium Hengky.
Hengky tersenyum dan membalas pelukan maminya secara bergantian juga dengan papinya.
"papi berterimakasih atas waktumu yah nak, jangan lupa sampaikan salam kami kepada Zahra" kata papi Velix saat Hengky memeluknya.
"tentu pih, Hengky akan menyampaikannya!" jawab Hengky dan melepas pelukan mereka.
"jangan lama lama pacaran sayang, usahakan segera kalian menikah mami dan papi ingin cepat punya cucu.!" ucap Evelyn yang selalu mengharapkan pernikahan Hengky dan Zahra.
"iyah mih, pasti dengan secepatnya biar kami membicarakannya dulu.!" perkataan Hengky saat mami nya meminta pernikahannya segera dilakukan.
Hengky menyeret kopernya setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Papi mami nya yang menyaksikan kepergiannya mereka melambaikan tangan dengan senyum sedih terlihat di wajah mereka.
*
*
*
"Nil, selamat yah atas jadiannya dengan Viky, semoga kalian langgeng!" ucap Zahra saat mereka sedang berbaring diatas tempat tidur mereka.
"ahaha,,, makasih Zah, aku tidak tau juga kenapa sampai kami bisa jadian seperti itu.!"
__ADS_1
Nila merasa lucu membayangkan kisah jadian nya dengan Viky.
"hahhaha!!!" Mereka tertawa bersama Zahra juga merasa lucu dengan kisah percintaan mereka.
"sudah ah Zah, ayo kita tidur jangan membahasnya lagi!" ucap Nila malu dengan Zahra yang mengungkitnya.
Mereka tidur dengan raut wajah yang bahagia, tidak terasa kebersamaan mereka sudah kurang lebih dari dua minggu.
Zahra merasa terhibur dengan Nila yang setiap hari menemaninya baik itu memasak di pagi hari, di sore hari dan ada teman bercerita sebelum tidur.
Hal seperti ini nanti pasti Zahra rindukan jika Nila pulang kerumahnya.
***
Keesokan harinya Viky dan Nila pergi kekantor bersama dengan perasaan yang sama sama saling jatuh cinta menambah semangatnya mereka untuk bekerja.
"Vik, putar balik dulu tas ku kelupaan!!" Ucap Nila yang memberhetikan Viky menyetir.
"baik sayang!" Viky yang masih berbunga bunga kepada Nila masih bersabar walaupun Nila membuat kesalahan.
Demi cinta ku pada mu dek abang rela berguling guling putar balik. Batin Viky 😁
"Nil, kenapa balik?" tanya Zahra bingung melihat Nila berlari masuk kerumah.
"hehe, tasnya lupa bawa Zah!" ucap Nila dengan tawanya
"huh kirain kenapa!" kesal mendengar ucapan itu.
__ADS_1
Zahra mengira Nila dalam masalah karena tiba tiba pulang dengan berlari masuk kerumah.
*
*
*
Sedangkan Hengky yang masih dalam perjalan mungkin saja akan memakan waktu lama baru sampai.
Dia sengaja tidak memberitahukan Zahra maupun Viky akan kepulangannya supaya Zahra tidak menyangka nyangka saja pas dia sampai.
Dalam perjalannya dia sangat tidak sabar sampai kerumah dan bertemu dengan kekasihnya.
Sungguh kerinduannya yang sudah menggunung tidak membuatnya kelelahan menempuh perjalan yang sangat jauh.
Sebelum Ia pulang juga tak lupa mengabari sahabatnya Tristan dan yang lainnya.
***
"sudah sayang, ayo jalan!" Nila masuk kemobil dan menutup pintu.
"pastikan tidak ada yang lupa, nanti kita terlambat!" ucap Viky kepada Nila.
"sudah tidak ada kok, gitu saja kok kamu marah!" jawab Nila yang mengira Viky marah padanya.
"aku tidak marah, hanya mengingatkanmu saja!" kata Viky menjelaskan.
__ADS_1
"hm, sudah ayo jalan.!" ucap Nila memalas.
Viky tersenyum menoleh melihat Nila yang berada di samping nya, ia mengangguk dan menjalankan kembali mobilnya.