
Sesuai yang Velix dan Evelyn janjikan, mereka pun pergi di The Boutique & Co toko khusus perlengkapan pengantin wanita di London .
Mereka sampai disana kebetula Evelyn punya kenalan disana sebelumnya ia telah berpesan bahwa hari ini mereka akan datang untuk mencari segala perlengkapan pengantin.
"Zah ayo sayang kita kesana," ajak Evelyn menggandeng tangan Zahra.
Zahra cukup mengikuti tanpa banyak protesnya.
Sementara Hengky dan Papinya mengikuti mereka berdua dengan dengan Ayu yang bersama dengan mereka.
Evelyn menjumpai kenalan nya itu untuk memperlihatkan kepada Zahra berbagai gaun untuknya.
Banyak pun disana berbagai macam model gaun untuk pengantin dan satu satu Zahra mencoba untuk mengenakannya.
Sudah lebih dari sembilan buah gaun ia coba namun Evelyn , Velix dan Hengky mengomentari.
"Ya sudah sayang kau coba yang ini lagi , minta pelayan disana membantumu!" ucap Evelyn menyuruhnya lagi.
"Baik Mih," Zahra kembali meraih gaun yang diberikan Evelyn padanya, Zahra masih bersemangat karena dia juga ingin yang terbaik untuknya agar semua tidak kecewa padanya.
Ia pun berganti dengan gaun yang satu itu yang dipilih oleh Velyx.
__ADS_1
Zahra pun keluar dari kamar ganti untuk memperlihatkan model gaun itu.
"Wah, ini kayaknya cocok di tubuhnya deh Mih , coba lihat ia sangat cantik ditambah dengan model gaunnya yang indah dan anggun." komentar Hengky saat ia memperhatikan Zahra mengenakannya.
..."Iyah yah sayang, ini kayaknya sudah sangat cocok padamu" ucap Evelyn ikut mengomentari gaun itu....
"Ya sudah bagaimana kalau yang ini saja, kasihankan Zahra kecapean ganti ganti terus," ucap Velyx ikut memberi tanggapan.
"Oke Pih kalau begitu ini saja, sekarang kita cari kebutuhan lainnya," balas Evelyn.
Mereka pun selesai memilih gaun, tinggal keperluan lainnya mereka cari.
Setelah itu nanti baru mereka mencari untuk kebutuhan Hengky.
Ayu yang ikut disana merasa kecapean dan akhirnya tertidur didalam gendongan Velyx.
"Mih lebih baik kita cari makan dulu jangan sampai Zahra kecapean dan jatuh sakit," Velyx juga merasa capek apalagi ia yang menggendong Ayu.
Sebab itu ia meminta Evelyn untuk istirahat.
"Ya sudah Pih ayo kita pergi!" balas Evelyn setuju.
__ADS_1
Mereka pun berlalu dari sana setelah mereka mencari segala kebutuhan Zahra .
Sesaat mereka makan untuk sekedar beristirahat, setelahnya mereka kembali mencari untuk kebutuhan Hengky.
"Mami punya usul deh Pih, apa tidak sebaiknya mereka melakukan preweeding dulu sebagai kenangan mereka" usulan Evelyn saat mereka sedang menikmati makan siangnya.
"Ahh lebih baik kita dengarkan apa tanggapan Hengky saja Mih, kalau Papi pasti setuju setuju saja," jawab Velyx kepada istrinya.
"Ada baik nya sih Mih kayak gitu aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, thank's Mih udah ada ide" Hengky pun setuju dengan ide Evelyn tanpa diragukan lagi semua pasti semua berjalan lancar.
Zahra hanya terdiam mendengarnya saja sembari menikmati makanannya, dalam hati pun ia memberi tanggapan jika itu juga lebih baik.
Moment pernikahan itu harus ada kenangannya, setidaknya untuk mengingatkan mereka dihari tua nanti.
"Lebih baik waktunya dipercepat saja yah sayang, besok kalian harus datang kestudionya," Evelyn ingin lebih cepat saja karena pernikahan tinggal hitung jari lagi.
"Di usahakan besok Mih, surat undangan lebih baik disertakan dengan fotonya agar terlihat indah" balas Hengky juga memikirkan idenya.
"Baiklah sayang, kalian lah yang memikirkan itu, sekerang kita selesaikan makanan kita setelah ini kita pergi mencari kebutuhanmu" .
Evelyn selalu menyemangati yang lain ia tidak ingin ada yang patah semangat karena jika semua telah tersiapkan ia tinggal menunggu hari H nya.
__ADS_1
Mereka pun setelah itu beranjak dari sana dan tentunya apa yang mereka rencanakan pasti mereka tepati.