Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Kesempatan


__ADS_3

"Bagaimana perasaanmu hari ini sayang?" ucap Hengky yang sedang menggandeng Ayu pulang dari jalan jalan.


"Ayu bahagia dong Om tampan" balas Ayu sangat senang hari ini karena dibawa jalan jalan dalam setengah hari.


"Apa Ayu capek?" Hengky melihat Ayu yang sudah mulai mengantuk dan capek. "Capek Om Ayu juga ngantuk" Wajah Ayu yang berantakan sisa makanan dan eskrim yang belepotan.


"Ya sudah sini Om gendong, Ayu tidak apa apa kalau bobo saja!" Hengky mengambil alih menggendong Ayu menuju tempat parkiran mobil yang masih jauh dari sana.


"Sayang tolong bawain barangnya yah, biar aku yang gendong Ayu!" Hengky yang membawa semua barang barang yang dibelikan untuk Ayu ia meminta Zahra untuk membawanya.


"Iyah serahkan padaku!" jawab Zahra meraih semua barang itu. Hengky mengangguk tersenyum tak lupa mencolek pipi Zahra yang manis setelahnya ia menggandeng tangan.


Dalam perjalan Ayu yang berada dalam gendongan Hengky dan tangan Zahra dalam genggaman nya yang satu, banyak orang mengira mereka adalah suami istri, bikin iri kepada Hengky yang perhatian kepada anak dan istrinya.


Sama sekali tak menghiraukan orang yang pendangannya kepada mereka, Hengky malah senyum senyum kepada setiap orang yang melewati mereka.


(Sesampainya di rumah)


"Tuan, biarkan aku saja yang membawa Ayu kekamar?" ucap Zahra meminta supaya dia yang membawa Ayu ke kamar. "Tidak usah sayang, biar aku saja!" tolak Hengky tidak memperdulikan ia berjalan melewati Zahra menuju kamar, dengan terpaksa Zahra mengikutinya.


Ia meletakkan Ayu diatas kasur dengan pelan supaya tidak terbangun. "Sudahkan, nanti kalau Ayu bangun jangan lupa mandiin habis dia keringatan" ucap Hengky menoleh kearah Zahra.

__ADS_1


"Hem" Zahra hanya menjawab dengan deheman dengan wajah yang cemberut. "Loh kenapa kayak gitu sayang?" tanya Hengky curiga mulai ada yang tidak beres.


"Tidak apa apa!" jawab Zahra cuek dengan wajah yang tidak bersahabat. "Ayo jawab jujur kau kenapa?" Hengky merasa tadi diperjalanan masih aman aman saja kok tiba tiba saja cemberut lagi.


"Tidak kok, aku tidak apa apa!" Zahra enyah dari depan Hengky ia berjalan di arah lemarinya dan meletakkan disana barang barang Ayu.


"Jangan buat aku gelisah begitu dong, jelaskan apa aku ada kesalahan?" tanya Hengky seraya mengikuti Zahra dari belakang.


"Tuan pikir saja sendiri!" entah apa yang merasuki Zahra tiba tiba sensitif seperti itu kepada Hengky. "Sepertinya aku tidak melakukan kesalahan kok!" ucap Hengky mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya.


"Hm, dasar tidak peka!" Zahra menoleh kearah Hengky yang gelagapan seperti anak kecil. Zahra meninggalkannya dan keluar dari kamar itu.


"Zahra, tunggu sayang!" Hengky dengan buru buru mengejar Zahra yang tiba tiba pergi dari situ.


"Apa salahku Zah, ayo cerita?" Hengky yang masih bodoh tidak mengerti dengan Zahra yang tiba tiba bad mood.


"Tuan tidak peka, huh!" jawaban Zahra menghembuskan nafasnya kesal.


"Tidak peka bagaimana, apa karena aku belum membelikanmu barang atau apa?" Hengky terus kepikiran apa sebenarnya yang salah. "Hem" Zahra yang sudah sangat ngambek mendudukan tubuhnya di sofa dan bermain dengan Hp-nya.


Hengky berdiri bodoh di sana dengan pikiran beradu adu mencari cari kesalahannya, kenapa Zahra tiba tiba saja bad mood tak beraturan.

__ADS_1


"Sayang aku minta maaf deh untuk kesalahanku padamu hari ini, apa pun yang tidak menyenangkanmu aku minta maaf!" ucap Hengky ikut duduk disofa setelah tumbuh ide dipikirannya untuk mengatakan itu kepada Zahra.


"Tuan tidak salah apa apa kok" Zahra menoleh kearahnya masih sebel. "Terus kau kenapa jika aku tak salah!" jawab Hengky lesu tidak berdaya. Zahra masih dengan wajah cueknya tidak menghiraukan Hengky yang berada di sampingnya sedikit pun.


Bosan diperlakukan seperti itu pikiran Hengky mulai nakal, karena Zahra masih tidak mau melihatnya. Ia tersenyum nakal dan dengan cepat ia mengangkat Zahra membawa kelantai atas kegirangan seperti yang mendapat sembako gratis.


"Apaan sih Tuan, turunkan aku tidak!" Zahra memberonta, berteriak dan mencabik cabik baju Hengky supaya ia diturunkan.


Dengan senyum nakal Hengky seakan akan ia sedang berhasil memburu mangsanya, Zahra merasa geli dan merinding. "Ihh Tuan, jangan coba coba nakal!" Zahra mulai gelisah lagi lagi ia menjadi mangsa si Harimau lapar.


Sesampainya dikamar, Hengky menghempaskan tubuh Zahra di atas kasurnya dengan tatapan genitnya memandangi kearah Zahra.


"Bersiaplah sore ini akan ada guncangan hebat!" ucap Hengky tersenyum menggoda.


Kegelisahan mulai memenuhi hati Zahra ia ingin mendudukan tubuhnya namun gagal, dengan sigap Hengky melompat diatasnya.


"Siapkan diri mu sebelum aku memangsamu!" ucap Hengky berbisik ditelinga Zahra. Zahra menutup matanya merinding. "Jangan nakal Tuan please?" mohon Zahra yang tengah mati kutu tidak bisa menghindar lagi.


"Hem aku tidak akan menyakitimu, kau cukup menikmatinya saja!" balas Hengky membuat Zahra semakin merinding.


Ia tersenyum menang melihat Zahra tak berkutip lagi, kedua tangan Zahra ia letakkan diatas dan menggenggamnya kuat.

__ADS_1


Hengky yang sudah tidak sabar langsung saja melakukan aksinya saat ia melihat Zahra sudah mulai luluh dalam dekapannya, dan terjadilah kegiatan yang membuat mereka menyenangkan.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ (Yang baca jangan OMES)


__ADS_2