Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 40 Ngambek


__ADS_3

Sejak saat kesalah pahaman Zahra terhadap Hengky, sampai saat ini pun Zahra tak mau ngomong atau melihat Hengky.


Sebelum Hengky bangun pagi pagi subuh Zahra bangun segera memasak menyiapkan makanan dan kebutuhan Hengky setiap pagi nya.


Selesai memasak atau apa pun itu ia mengurung diri di kamar tidak mau keluar sebelum Hengky pergi.


Hengky yang merasa bersalah seperti itu mengerti dan tidak mengganggu Zahra sebelum kemarahannya memadam.


Tetapi pagi itu Hengky bangun sebelum Zahra selesai dengan kegiatannya dan ingin mengatakan sesuatu kepada Zahra.


"hmm Zah, sayang apa kau masih marah padaku?" ucap Hengky yang baru saja mampir kedapur.


Zahra tidak menjawabnya ia langsung berbalik dan pergi dari sana.


"Zah,,, sayang dengarin aku dulu!" ucap Hengky lagi merayu, ia memegang tangan Zahra menahannya untuk pergi.


namun Zahra masih enggan memandang mukanya dan mau ngomong padanya.


Ia menepis tangan Hengky dan segera masuk kekamarnya.


"Zah,,,tunggu Zahra!" Hengky berlari mengejarnya namun sayang Zahra telah mengunci pintu kamarnya.


"akhh...!!!" Hengky kesal memukul dinding tidak sempat menarik pintu kamar Zahra.

__ADS_1


Kesal, kecewa, marah, dan khawatir kepada Zahra. Semua rasa itu bercampur aduk di pikirannya sehingga ia galau tak bersemangat.


Pagi itu pun dia pergi kekantor dengan raut wajah mendung tak bersinar seperti beberapa bulan sebelumnya.


Adapun karyawannya menyapa namun ia tak menghiraukannya.


TOK-TOK-TOK


"permisi tuan!" Intan mengetuk pintu ruangan Hengky.


"masuk!" sahutan dari dalam.


"maaf tuan aku hanya mau mengantar tuan ini, mohon di terima!" Intan masuk membawa sebuah mangkok yang berisikan salad buah dan memberikannya kepada Hengky.


"kalau begitu saya permisi!" ucap Intan membalikkan badannya keluar ruangan Hengky.


"tolong panggil Nila biar dia keruanganku sekarang!" perintah Hengky saat Intan Hendak pergi.


"ah baik tuan!" Intan menahan langkah kakinya menoleh kebelakang senyum dan mengangguk lalu ia keluar.


semenjak Hengky meminta Intan memijit kepala dan bahunya serta sering menyuruh Intan ini itu supaya ia mengenali segalanya yang ada di kantor. Intan malah menumbuhkan perasaannya kepada Hengky sering kali ia mencari perhatian seperti mengantar kopi tanpa di suruh atau memberikan makanan kepada Hengky.


Hengky pun tak mau menghiraukannya karena pikirannya saat ini telah diracuni oleh Zahra dan Zahra.

__ADS_1


***


"tuan memanggilku?" tanya Nila hendak membuka pintu masuk ruangan Hengky.


"hm betul Nila, aku butuh bantuan mu hari ini!" ucap Hengky yang masih asyik bermain hp nya.


"apa itu tuan?" Nila merasa bingung.


"tolong bujuk Zahra dan jelaskan padanya jika aku tidak berselingkuh dengan Intan!" Jelas Hengky kepada Nila.


Nila yang telah mengetahui kejadian itu dari Viky ia pun prihatin dan ingin menjelaskan kepada Zahra namun Viky melarangnya.


"ah baik tuan, bagaimana caraku membujuknya apa aku perlu menemuinya di ruma?" tanya Nila bingung.


"nanti pulang kerja datang kerumah saja!" perintah Hengky.


"yaudah, nanti akan kuluangkan waktuku untuk menemuinya!" Nila pun dengan senang hati membantunya.


"terimakasih Nil?" ucap Hengky santai.


"tidak masalah tuan, kalau begitu aku permisi!" ucap Nila mengangguk dan ingin pergi.


"ini untukmu, ambil lah padamu!" Buah salak yang di berikan Intan ia berikan kembali kepada Nila.

__ADS_1


"makasih tuan!" mengambil mangkok itu dengan gembira lalu ia keluar.


__ADS_2