
Zahra tak berlama lama ia segera turun menuju keruang makan, disana ia sedang di tunggu Hengky dan kedua mertuanya yang sedang duduk berbincang di meja makan.
"Selamat pagi Pih, Mih ucap Zahra seraya menarik kursinya untuk duduk.
"Pagi sayang, ayo sarapan ini Mami sudah siapkan susu hangat untukmu!" balas Evelyn tersenyum senang kepada Zahra.
"Makasih Mih, maaf aku terlambat bangun karena kecapean!" ucap Zahra meraih gelas susu itu.
"Tidak apa kok sayang sudah gih ayo makan!" balas Evelyn mengerti keadaan itu namanya juga kecapean dengan pesta pernikahan itu.
"Ini sayang ayo di makan!" Hengky meletakan makanan untuk Zahra diatas piring dengan senang hati.
Zahra mengangguk tersenyum kepada Hengky yang baru sehari itu sudah menjadi suaminya.
Ayu juga berada disana sedang disuapi oleh Babysitternya, ia terus memperhatikan kearah Zahra dan Hengky.
Ia turun dari kursinya dan menghampiri mereka.
"Ibu, Ayu mau tanya!" seru Ayu menghampiri Zahra yang sedang asyik mengunyah makanannya.
"Iyah sayang, Ayu mau tanya apa?" balas Zahra melihat kearah Ayu yang tengah bediri disampingnya.
"Ehm Om tampan dan Ibu sudah menikah kan?" pertanyaan Ayu ini sejak tadi ia pendam wajar ia terus bertanya namanya juga masih kecil.
"Haha, sini sayang biar Om tampan jelaskan!" sela Hengky menjawab sebelum Zahra menjawabnya.
__ADS_1
Ayu menoleh dan berjalan kearah Hengky.
Hengky menggendong dalam pangkuannya tak lupa mencium pipi Ayu.
"Om tampan dan Ibu Ayu sudah menikah sayang sesuai yang Ayu inginkan!" ucap Hengky menjelaskan sambil mencolek hidung mancung Ayu.
"Jadi mulai sekarang, Ayu jangan panggil Om lagi tapi panggil Daddy kepadaku dan Ibumu sekarang panggil jadi Mommy yah sayang?" tambah Hengky menjelaskan kepada Ayu.
"Ohhh, Om jadi Daddy Ayu dan Ibu dipanggil Mommy oke oke, !" seru Ayu mengangguk angguk sekarang sudah mengerti mengerti.
Perasaannya tidak bisa disembunyikan ia sangat bahagia kembali memiliki keluarga yang utuh.
Velyx dan Evelyn yang tengah menyaksikan itu ikut tertawa melihat sikap gemes Ayu.
"Ehm sayang, kapan rencana kalian untuk berbulan madu?" tanya Evelyn yang sedari tadi kepikiran tentang itu.
Hengky dan Zahra saling memandang saat mendengar pertanyaan Evelyn.
"Ohh, yang aku rencanakan nanti sore kami pergi Mih, kebetulan ada satu tempat telah ku persiapkan!"
Jawab Hengky yang sudah beberapa hari ini tak sabar.
"Ahh terus apa kau siap untuk pergi lagi nak Zahra?" ucap Evelyn mendengar Hengky yang katanya pergi nanti sore.
"Aku ngikut suamiku saja deh Mih apa katanya!"
__ADS_1
jawab Zahra tak protes karena ia sudah tau banget sikap Hengky yang sudah menggebu tak tertahankan.
"Ya sudah sih Mami dan Papi oke oke saja tidak ada permasalahan mengenai itu!" balas Evelyn mengangguk tak membicarakannya lagi.
"Kami titip Ayu lagi Mih, aku minta pengawasan Mami walau sudah ada Babysitternya disini!"
ucap Hengky yang masih ragu Babysitter itu merawat Ayu.
"Tentu Ayu akan ada dalam pengawasan Papi Mami sayang, berapa lama pun kalian disana kami dengan senang hati menjaga Ayu." Evelyn dan Velyx yang sayang terhadap anak kecil tidak keberatan jika Ayu ditinggal kepada mereka dengan senang hati mereka akan mengurus.
"Makasih yah Mih, Zahra senang banget punya mertua seperti kalian?" balas Zahra kepada Evelyn.
"Iyah sama sama sayang, sudah kau lanjut makan Mami mau beres beres dapur dulu!" ucap Mami Evelyn beranjak dari duduknya.
Kedua orang tua itu beranjak dari sana untuk mengerjakan pekerjaan mereka.
Sedangkan Hengky, bermain dengan Ayu sambil menunggu Zahra selesai makan.
"Sayang sehabis sarapan kita beres beres yah lebih cepat akan lebih baik" ucap Hengky mengedipkan matanya main sat set saja sudah tidak sabaran.
"Hm, memang OMES !" ucap Zahra tertawa!"
"Jangan mengatai ku, kurasa kau juga menginginkannya!" balas Hengky melontarkan ejekan kepada Zahra.
"Heeemm.. Malah menuduhku!" Zahra malah lagi santai santainya mengunyah makanannya tak memperdulikan omongan suaminya yang OMES itu.
__ADS_1