Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Bulan Madu Untuk Yang Kedua Kali


__ADS_3

"Mih, Pih kami berangkat dulu yah kami titip Ayu!" ucap Hengky memberi salam dan mencium tangan kedua orang tuanya.


Begitu juga dengan Zahra ia ikut memberi salam dan mencium tangan mertuanya.


"Kalian hati hati yah sayang?" balas Evelyn mencium pipi Zahra.


"Iyah Mih, sekali lagi aku titip Ayu!" ucap Zahra kepada mertuanya.


"Sudah serahkan saja pada kami,!" Evelyn meraih Ayu dalam gendongan Zahra membiarkan mereka untuk pergi bersenang senang berdua.


Hengky melajukan mobilnya setelah selesai berpamitan kepada orang tuanya dan juga kepada Ayu, mereka pergi kesuatu tempat yang memang sudah ia persiapkan sebelumnya.


Kota Liverpool yang bersebelahan dengan Kota London yang berada di Inggris, Hengky membawa Zahra kesana untuk sekedar bersenang senang merayakan pernikahan mereka.


Penerbangan mereka dari Kota London ke Kota Liverpool hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan, mereka sampai ketempat tujuan paling lambat sekitar tiga jam perjalanan saja.


"Tuan kita pergi ke Kota mana?" tanya Zahra tidak menyadari ucapannya memanggil Hengky dengan sebutan Tuan padahal mereka bukan lagi sekedar pelayan dan majikan melainkan suami istri.


"Please baby stop calling me sir, kita sudah sah menjadi suami istri tolong biasakan kau panggil aku Daddy atau dengan kata sayang, aku mohon!"


Ucap Hengky membentak tak terima lagi jika Zahra terus memanggilnya dengan kata Tuan.


"Ohh maafkan aku, aku akan berusaha untuk mengingatnya lagi!" jawab Zahra menunduk, seakan patah hati dengan bentakan Hengky.


"Hmm, aku minta maaf sayang suaraku terlalu meninggi menegurmu!" Hengky yang melihat Zahra sedih dengan betakannya kembali ia menyadari dan merasa bersalah.


"Tidak masalah Dad, aku juga salah!" ucap Zahra mulai mengucapkan kata yang indah memanggil suaminya.

__ADS_1


"Nah ini baru aku suka, thanks sayang" seru Hengky tersenyum kearah Zahra.


...----------------...


(Kota Liverpool)


Setelah perjalanan yang lumayan cukup jauh sekarang mereka tengah berada dikota Liverpool langsung saja Hengky memesan Taxi untuk mengantar mereka ke Hotel yang sudah lama ia persiapkan.


Disana ia telah memboking satu Hotel termewah di Kota itu, tujuan memboking nya agar orang tidak mengganggu mereka selama Berbulan Madu disana, selain pelayan tidak ada yang berani lagi untuk datang di Hotel itu.


...----------------...


Welcome


(Hilton Hotel Liverpool)



Hengky menyeret kopernya seraya memegang tangan Zahra.


"Ayo kita masuk sayang!" Ajak Hengky menarik tangannya masuk kedalam Hotel itu.


Zahra mengikuti seraya memandang sekeliling Hotel itu.


Saat mereka sampai di pintu Hotel ada beberapa pelayan yang menyambut mereka, segera mengambil alih untuk membawa koper itu.


Beberapa pelayan lagi memberi mereka hormat saat memasuki pintu Lift untuk menuju lantai paling atas.

__ADS_1


Sengaja Hengky memilih lantai yang paling akhir diatas karena pemandangan yang sungguh indah membuat mereka serasa berada di syurga menikmati Bulan Madu mereka.


Saat pelayan itu membuka pintu kamar yang sangat luas dan memiliki segalanya disana, Zahra merasakan yang lebih takjub lagi mulutnya mengangah dan matanya melotot.


Indah sekali dengan dekorasi yang sempurna, bunga yang bertaburan diatas ranjang dan lilin lilin warna warni di lantai dan banyak hiasan lainnya pasangan yang Berbulan Madu disana pasti akan merasakan hawa keromantisan yang fantastik.


"Come here Baby!" ajak Hengky menarik tangan Zahra pelan pelan memasuki kamar yang sungguh sempurna itu.


"Apakah ini tidak terlalu mewah sayang?" ucap zahra menatap sekeliling ruangan itu.


"Ini memang sangat istimewa dan khusus untuk kita berdua!" balas Hengky mencium pipi Zahra dengan lembut.


"I like it, aku merasa wow dengan ini!" ucap Zahra tak bisa menyembunyikan perasaannya yang sangat bahagia.


Hengky menarik tangan Zahra bersamaan berhamburan diatas kasur yang telah terhias secantik mungkin.


"Aaah!" teriak Zahra terkejut saat ia tiba tiba di tarik keatas kasur.


Mereka sama sama merebahkan diri untuk sekedar menghilangkan pegal selama diperjalanan tadi.


"Apa kau ingin mandi?" tanya Hengky sambil tertawa kepada Zahra.


"Sebaiknya begitu Dad kita setengah hari perjalan sudah bau keringat!" jawab Zahra tak mau ngapa ngapain dulu sebelum mandi.


"Oke, ayo kita mandi bersama!" ajak Hengky mencolek hidung mancung Zahra.


Zahra tersenyum dan mengangguk lalu mereka beranjak dari tempat tidur itu.

__ADS_1


__ADS_2