Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Jangan Sering² Hilaf


__ADS_3

Setelah kegiatan berperang pedang berakhir, Hengky yang merasa puas membuat Zahra tak berdaya. Ia memandangi Zahra yang tengah berada disampingnya polos tak sehelai benang pun ditubuhnya ia tersenyum seraya masih bernafas terengah engah.


Zahra menyadari ia di perhatikan Hengky dengan cepat ia menoleh kearah Hengky dan ingin meraih pakaiannya yang berada disampingnya.


"Mau ngapain?" tanya Hengky menahan tangan Zahra.


"Aku mau pakai pakaianku lah, emang mau ngapain lagi?" jawab Zahra sok sok marah. Hengky tersenyum mengejek Zahra yang sok marah.


"Aku tidak mengizinkannya!" Hengky malah tidak mengizinkan Zahra mengambil pakaiannya, ia meraih dan melempar baju itu kesembarangan arah.


"Tuan kenapa sih?" tanya Zahra berteriak melihat bajunya malah dibuang. "Temani aku mandi!" ucap Hengky berdiri dari tempat tidurnya, keadaan tubuhnya yang polos tak sehelai benang Zahra dapat melihat segalanya dengan jelas.


"Jangan banyak permintaan deh, nanti khilaf lagi!" Zahra menolak dan ikut berdiri ingin memungut pakaiannya.


"Aku menginginkanya tolong jangan membatah!" dengan cepat Hengky kembali mengangkat tubuh Zahra dan membawanya dikamar mandi.


"Tuan please aku capek?" Zahra memohon supaya tidak dimangsa lagi. "Sudah terlambat aku ingin sekali lagi, nanti kau akan seger jika terkena air" balas Hengky merayu Zahra.


"Help me God!, i hate you Hengky Riccardo!" Teriak Zahra pasrah untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Hengky tertawa jahat seraya menutup pintu dan segera melakukan ritual mandi membersihkan diri sambil plus-plus.


(Selesai dengan kegiatan membahana)


"Sayang bangun, sudah mulai malam sayang ayo makan nanti masuk angin!" Zahra membangunkan Ayu yang masih terlelap, waktu yang lebih dari dua jam Ayu masih tidak ingin bangun.


"Apa Ayu sudah bangun sayang?" tanya Hengky yang ikut masuk membangunkan Ayu. "Belum Tuan, Ayu masih saja keenakan tidur!" balas Zahra menoleh kearah Hengky.


"Biar aku coba untuk membangunkannya" Hengky menghampiri tempat tidur Ayu mencoba membangunka nya, Zahra menggeser tubuhnya memberi tempat untuk Hengky.


"Hei sayang, ayo bangun gih sudah itu bobonya" Hengky membangunkan Ayu sambil memcubit cubit pelan pipi Ayu. Ayu mulai merasakan sentuhan dipipinya dipegan ia menggeliat tubuhnya kesana kemari diatas tempat tidurnya.


"Ayo bangun sayang?" ucap Hengky mengangkat Ayu dari tempat tidurnya membawa keluar dari kamar itu.


"Sayang ambilkan dia minum!" ucap Hengky kepada Zahra saat ia duduk di sofa memanggul Ayu.


Ayu yang dimanja terus oleh Hengky seakan merasakan cinta yang begitu besar layaknya dari seorang Ayah.


"Ini nak minum dulu yah?" ucap Zahra menyodorkan segelas air putih kepada Ayu.

__ADS_1


Ayu mengangguk dan meminum air itu.


Zahra ikut duduk disamping Hengky sembari memperhatikan keduanya, sungguh sangat cocok untuk dikatakan mereka adalah anak dan Ayah yang saling menyayang.


"Kenapa diam saja sayang?" tanya Hengky. "Oh tidak, hatiku adem saja melihat kedekatan kalian!" jawab Zahra tersenyum kearah Hengky.


"Hem, nanti kita bikin lagi yang gemes kayak gini yah sayang?" ucap Hengky mengedipkan matanya genit.


"Isshh angan negatif ingat ada anak anak disini!" bentak Zahra membekap bibir Hengky dengan mata melototnya.


"Oh good grief, i'am sorry babby!" ucap Hengky mencium pipi Zahra. "Hm ditegur malah tambah nakal!" balas Zahra memutar bola matanya. "Heheh", ejek Ayu yang sempat melihat mereka. "Om tampan mencium Ibu berarti sudah pacaran hahaha?" teriak Ayu tertawa!"


Zahra terkesiap mendengar Ayu, dengan cepat ia menutup mulut Ayu. "Sstth! Ayu jangan ngomong begitu nanti didengar orang" bujuk Zahra agar Ayu tidak meledeki mereka.


Hengky malah ikut tertawa dengan sikap Zahra, ia berdiri terus menggendong Ayu membawa keruang makan.


"Kemarilah sayang ayo kita dinner!" ajak Hengky berteriak memanggil Zahra.


"Huh, baiklah!" Zahra menghembuskan nafasnya seraya menaik turunkan bahunya segera berdiri dan mengikuti mereka keruang makan.

__ADS_1


__ADS_2