
Viky yang mendengar kejadian itu tak tinggal diam dia juga ikut menolong Zahra.
"kak, aku minta maaf tolong kakak jangan marahi aku!" ucap Nita menangis yang semakin ketakutan.
"jangan semakin mengacaukan pikiranku Nita lebih baik kau berdoa saja supaya Zahra bisa diselamatkan" Nila semakin kacau dan marah kepada adiknya dengan apa yang terjadi ini.
***
Pria yang mengejarnya itu semakin mempercepat gerakannya berenang jaraknya kepada Zahra semakin dekat ia mencoba meraih tangan Zahra namun terlepas. Ia tak putus asa ataupun mengalah ia malah semakin mengejar sehingga ia mencoba meraih lagi dan akhirnya ia dapat menyalamatkan Zahra.
Perasaannya sudah lega ia menarik Zahra dan membawanya ketepian ia menaikan tubuh Zahra diatas permukaan tanah, Zahra yang sudah tidak sadarkan diri tidak tau lagi apa yang terjadi padanya. Pria itu mencoba menolongnya ia menekan perut Zahra namun cuman sedikit air yang keluar di mulut Zahra masih juga belum sadarkan diri.
***
Beberapa orang yang mengikutinya untuk menolong Zahra, mereka sampai ditempat itu karena mereka telah mengetahui Zahra telah tertolong mereka ikut naik keatas dan menyaksikan Zahra apa masih bisa di selamatkan atau tidak.
Hengky yang mulai mendekat melihat disana lagi ada keramaian ia cepat menghampiri dan ikut naik keatas permukaan tanah.
"apa dia masih selamat?" Hengky berteriak dan menghampiri tempat itu.
tentunya orang orang disana menoleh melihatnya ada sebagian dari mereka adalah pegawai Hengky yang mengetahui Zahra.
Pria yang menyelamatkan Zahra bukanlah pegawai kantor Hengky melainkan teman dari pegawainya tersebut. Ia menoleh melihat Hengky saat bertanya seperti itu, posisinya yang terduduk disamping Zahra dan terus membantu mengeluarkan air dalam tubuh Zahra seketika ia berdiri saat Hengky mendekati.
Perasaan Hengky semakin tidak tenang ia curiga jika itu adalah Zahra orang orang ditempat itu memberi jalan untuk Hengky untuk melihat Zahra.
__ADS_1
"dia sepertinya ceweknya bos kita kan bro?" ucap salah seorang pegawai kantor Hengky yang sedikit samar dengan wajah Zahra.
"kayaknya ia deh!"jawab seseorang disana.
DEG
Jantung Hengky seketika berdetak hebat saat dia mendengar ucapan salah satu dari mereka yang ada disana.
"Zahra!!!" Ia berteriak dan berlari menghampiri, dengan cepat meraih tangan Zahra dan memeriksa nadinya ia merasa nadi Zahra masih berdenyut, dengan cepat ia menekan perut Zahra dengan kencang beberapa kali masih saja Zahra tak bergeming ia mencoba cara lain dengan menghembuskan nafasnya di dalam mulut Zahra namun na'as usahanya sia sia Zahra sama sekali belum tersadar.
Pria yang tadi berhasil menyelamatkan Zahra dia berdiri dan terdiam melihat apa yang sedang Hengky lakukan, ia baru tau jika itu adalah kekasih bos temannya dan ia juga baru mengerti jika itu adalah Hengky, bos yang membawa mereka berlibur.
"aaahm maaf tuan, apakah aku di izinkan mencoba untuk membantu nona ini?" tanya pria itu ragu ragu.
Hengky mengangkat kepalanya terdiam melihat pria yang sedang berdiri dihadapannya itu yang menawarkan bantuannya.
Pria itu mengangguk dan kembali melipat kakinya untuk berjongkok.
"maaf tuan apakah aku bisa memegangnya?" tanya pria itu sedikit takut.
Hengky mengangguk dan memperhatikan saja.
pria itu mulai menekan dada Zahra sekuat tenaganya sekali ia menekan sampai Zahra berbatuk dan memuntahkan air yang begitu banyak.
masih terlihat lemas tak sanggup membuka matanya, Hengky dengan cepat menompang Zahra dan mendudukan tubuh Zahra.
__ADS_1
"Zah, sadar sayang!" ucap Hengky dengan cemas menepuk nepuk pipi Zahra.
"punggungnya ditepuk tuan biarkan dia memuntahkan air nya dulu!" pria itu menyuruh Hengky yang berada di belakang punggung Zahra.
Hengky menurut dan melakukan apa yang dikatakan pria itu, Zahra terus memuntahkan air saat Hengky menepuk punggungnya.
"aku mohon Zahra sadar lah jangan buat aku cemas!" Hengky terus menepuk nepuk punggung Zahra semakin kasihan melihat Zahra yang banyak memuntahkan air.
Pria itu tak berhenti membantu Zahra tersadar ia memegang kedua telapak kaki Zahra menggosokannya ditangannya supaya Zahra merasa kehangatan, Hengky yang melihatnya juga tak tinggal diam ia memegang tangan Zahra dan mencoba melakukan apa yang dilakukan pria itu.
Beberapa saat Zahra mulai tersadarkan ia batuk dan menggerakan jarinya memegang tangan Hengky yang sedang memegannya juga.
"sayang, apa kau sudah sadar?" Hengky mulai hilang kekhawatirannya saat melihat jari Zahra bergerak.
"ah syukurlah dia mulai tersadar!" ucap seseorang yang ada disana.
"allahdullilah yah dia sadar!" seseorang juga menyahutnya.
Orang orang disana mulai tenang begitu pun dengan Hengky ia tersenyum sedih yang melihat Zahra mulai mengedip ngedipkan matanya lemah.
"sebaiknya kita membawanya di Villa tuan mengganti pakaiannya agar tidak kedinginan!" ucap Viky yang sudah sampai disana dan ikut menyaksikan.
Hengky memandangnya dia tau jika yang berbicara itu adalah Viky, Hengky mengangguk dan bergerak di posisinya.
"tolong bantu Vik!" Hengky berdiri dan mulai mengangkat Zahra.
__ADS_1
Viky dan pria itu membantunya untuk mengangkat Zahra dalam genggaman tangan Hengky.
Mereka semua yang berada disana pulang mengikuti Hengky untuk membawa Zahra ke Villa tempat mereka menginap.