Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 50 kecemasan Nita


__ADS_3

Seperti yang diucapkan Nila mereka semua telah berkumpul di aula menunggu Hengky datang kesana.


"sayang bagaima keadaanmu apa sudah mendingan?" tanya Hengky memasuki kamar Zahra yang sudah di tinggal Nila dan Nita.


"sudah kok tuan, cuman badanku masih pegal saja!" jawab Zahra yang masih berbaring.


Kebetulan selesai makan Nita kembali kekamar mereka karena perasaannya masih belum tenang ia lebih baik berdiam diri dikamar saja, namun saat ia masuk ia malah semakin takut karena disana ada Hengky.


CEKLEK


suara pintu terbuka.


Hengky menoleh mendengar ada yang datang.


"ahh maaf kalau aku mengganggu!" ucap Nita gugup niatnya kembali ingin menutup pintu.


"ah tidak masalah Nit, ayo masuk" Zahra memanggilnya saat Nita hendak pergi.


Dengan terpaksa ia kembali kedalam dengan langkah kakinya sangat pelan .


"Nit, apa dibawah sudah selesai makan ?" tanya Zahra.


"sudah kak Zahra, kakak udah mendingan?" Nita tidak berani menatap Hengky yang masih berada disana jantungnya yang terus berdetak tak karuan rasanya sesak.

__ADS_1


"ehm kak Zahra, aku minta maaf atas kejadian yang menimpa kakak sungguh aku belum melihat kakak saat terhanyut!" suara Nita yang terbata bata memberanikan diri bersuara.


ia berdiri di dekat ranjang dengan wajah tertunduk dan tangan yang ditautkan dibawah perutnya.


"kakak tak apa kok Nit, semua sudah berlalu tidak usah takut kayak gitu lagi!" ucap Zahra menenangkan Nita, karena ia tau Nila yang telah memarahi adiknya membuat Nita menjadi ketakutan seperti ini.


Nita mengangguk seraya mengangkat wajahnya menoleh memberanikan diri melihat Hengky.


"kak Hengky aku juga minta maaf sama kakak sudah me......!" Nita menghentikan bicaranya saat Hengky menyela ucapannya.


"sudah aku tak mempermasalahkannya Nita, sebaiknya kau istirahat aku lihat wajah mu sudah sangat pucak, masalah ini jangan dipikirkan lagi!" Hengky memaafkan dan tidak menyalahkan siapa pun atas kejadian yang menimpa Zahra hari ini, karena prinsipnya selagi tak ada korban yang menyebabkan kematian masalah tak diperpanjang.


Saat Nita mendengar ucapan Hengky ia mengangguk dan lega sesak didadanya kini hilang, ia menghembuskan nafasnya seraya kembali menghirup udara segar.


Hengky melihat suasana menjadi tenang ia berpamitan dengan Zahra karena di bawah ada yang sedang menunggu nya di aula.


"baiklah tuan!" jawab Zahra mengangguk.


"Nit tolong jaga kak Zahra yah, ingat kalian jangan ngapa ngapain lagi!" tegas Hengky memberi perintah kepada Nita.


Nita mengangguk mengerti.


Hengky pergi keluar kamar tempat Zahra dan Nita berada, ia menuruni anak tangga menghampiri seluruh karyawannya di Aula.

__ADS_1


***


"selamat malam buat semuanya!" Ucap Hengky seraya memasuki aula.


seketika hening tak bersuara saat semuanya tahu Hengky telah datang.


Hengky berhenti ketika telah sampai di depan aula ia berbalik untuk menghadap semuanya.


"apakah makan malam kalian telah selesai?" tanya Hengky dengan wajah datar tak berekpresi.


"sudah pak bos!!!" jawab karyawannya serentak.


"hm bagus! Sebelum kita memulai kegiatan kita untuk menyambut malam tahun baru ini, aku perlu menyampaikan sesuatu kepada kalian."ucap Hengky berjalan sedikit mendekat di depan dimana semuanya duduk.


"yang pertama, aku berterima kasih untuk kalian yang telah menolong Zahra yang terhanyut di terjun tadi!"


"kedua, jangan ada yang berkeliaran di mana mana selain di lapangan luar aula, barang siapa yang tidak mau ikut lomba harap menonton jangan jauh dari area lomba!"


"dan yang ketiga, aku harap kita tertib dan mengikuti aturan, dan yang terakhir aku ucapkan selamat berlibur dan selamat menyambung malam tahun baru semoga suasana hati kalian tenang dan damai.


Saat Hengky berbicara semua terlihat tenang dan mendengarkan semua kalimat yang di ucapkan Hengky.


"demikian yang saya ucapkan terimakasih dan salam!" ucapan terakhir Hengky seraya berjalan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Mereka yang melihat Hengky keluar mereka ikut berdiri dan bubar di tempat itu, karyawan kantornya yang mengetahui sikap dingin Hengky tentunya mengerti dan tidak bertanya tanya lagi tentang sifatnya.


Hengky sengaja memberi peraturan itu karena kejadian yang telah terjadi kepada Zahra ia menjadi takut dan tak ingin terulang lagi, jangan hanya acara seperti ini ia mendapat masalah yang menimpa pekerjaannya.


__ADS_2