Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 54 Dibawah Api Unggun dan Kembang Api


__ADS_3

"Tuan kenapa kayak begitu sama Zahra?" tanya Zahra mulai capek berjalan ditarik seperti itu. Hengky masih terdiam terus berjalan membawa Zahra. "Aduh tanganku sakit tuan,!" suara Zahra meringis kesakitan. Mereka sampai di dekat Api Unggun itu Hengky menghempaskan diri di bawah di ikuti juga dengan Zahra. "Tuan kenapa sih?" tanya Zahra yang masih bingung, segudang pertanyaannya pun tak satu pun terjawab.


"Aku tidak suka kau dekat dengan pria mana pun!" suara Hengky terdengar serak seperti Harimau ingin membunuh. "Hm, aku cuman berterimakasih doang sama pria itu kok, tidak ada maksud apa apa!" ucap Zahra meluruskan kakinya untuk duduk dan menyilangkan kedua tangan di dada. "Tetap saja aku tidak suka!" masih terlihat garang emosinya belum turun maksimal.

__ADS_1


Zahra tak lagi menjawab ia memandang lurus di depan Api Unggun yang sedang menyala itu, ia terlihat sebel dengan sikap Hengky yang cemburuan. "Kenapa malah diam?" tanya Hengky mulai tenang. "Aku tidak apa apa!" jawab Zahra singkat mencueki Hengky. Ia masih sangat kesal seakan di permalukan di depan pria itu. "Baiklah aku minta maaf jikaa aku terlalu sensitif terhadap kamu!" ucap Hengky merayu Zahra yang sedang merajut. "Terserah!" jawab Zahra memalas memutar bola matanya.


Hengky merasa bersalah telah bersikap seperti itu kepada Zahra padahal dia hanya berusaha supaya Zahra tidak direbut orang lain namun caranya yang salah membuat Zahra kesal. Hengky yang masih melihat Zahra mencuekinya ia berdiri dari samping Zahra dan berjalan pergi meninggalkan Zahra sendiri disana. "Lah dia malah pergi, tadi dia membawaku kesini eh malah meninggalkan aku saja, setan apa yang merasukinya!" ucap Zahra semakin kesal ngomel sendiri di belakang Hengky.

__ADS_1


Zahra tak mengikutinya atau pergi dari sana ia menunggu Hengky karena ia yakin Hengky tak akan mungkin meninggalkannya sendiri disana. Tak lama setelah itu Hengky kembali dengan membawa satu buah Kembang Api yang sangat besar. Tanpa berbicara sedikit pun, Hengky berjalan melewati tempat duduk Zahra dan berhenti pas dihadapan Zahra yang sedikit jauh di hadapannya. Zahra tidak berbicara juga atau pun bertanya ia hanya melihat dan memperhatikan apa yang di lakukan Hengky. Ia melubangi tanah tidak begitu dalam lalu ia meletakkan Kembang Api itu di dalam tanah lalu ia membakar, setelah ia bakar dan mulai keluar percikan api ia berlari berhamburan duduk kembali di samping Zahra.


Hengky yang sengaja memesan Kembang Api itu dan merequest bentuk dan tulisannya ia khususkan untuk dirinya yang akan ia pamerkan kepada Zahra. "Benarkan kau terkagum?" ucap Hengky tersenyum mencolek pipi Zahra. "Sungguh cantik, terimakasih untuk ini tuan" ucap Zahra tersenyum senang melihat percikan Kembang Api yang sungguh cantik itu.

__ADS_1


Hengky kembali berdiri dan pergi untuk mengambil gitarnya yang sengaja ia simpan disana. Mereka duduk bersama didepan Api Unggun dan Kembang Api yang masih meluncur Hengky memetik gitarnya dan menyanyikan lagu romantis kepada Zahra.


Teman teman mereka yang lain yang melihat itu diatas bawah langit mereka berseru dan ikut takjub melihat percik api yang terbentuk begitu besar dan cantik.

__ADS_1


__ADS_2