Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Di dalam pesawat


__ADS_3

Penerbangan pun sedang berlangsung Ayu yang sedari tadi merasa cemas karena baru kali ini ia dibawa dalam perjalanan jauh, dia tidak berani rewel karena telah berjanji dengan Ibunya. Karena merasa takut ia terus memeluk Hengky yang sedang memangkul nya.


"Kenapa sayang?" tanya Hengky melihat Ayu sedikit merasa cemas.


"He'em," balas Ayu menggeleng.


"Kalau takut atau ngantuk ayo bobo, biar Om bantu!" Hengky tidak tega melihat Ayu kesusahan seperti itu.


Ayu hanya mengangguk mengikuti kata Hengky padanya.


Hengky mengangkatnya dan menidurkannya diatas ranjang kecil khusus untuk anak kecil.


Hengky duduk disebelah ranjang itu begitu juga Zahra ikut mengekori.


Ayu pun yang terlihat ketakutan cepat terlelap sehingga tidak merasakan perjalanan mereka.


"Kau tidak apa apa sayang?" ucap Hengky melihat Zahra menempel terus memeluk tangannya manja.


"Tidak!" balas Zahra terus menyandarkan dirinya di dada Hengky.

__ADS_1


Hengky yang melihatnya seperti itu membalas pelukan itu, ia kurang paham perasaan Zahra kenapa seperti ini lagi, ia cukup menenangkan dan memeluk.


Zahra mengangkat wajahnya pelan dari bawah dagu Hengky, ia dapat melihat brewok yang tumbuh disekitar dagu Hengky dan hindung yang sangat mancung serta mata yang indah.


Hengky menyadari, ia menunduk mendekati bibirnya dikening Zahra dan mengecupnya.


Zahra memejamkan mata seraya menikmati kecupan singkat itu.


"Apa yang ada dipikiranmu, kok diam saja?" kembali Hengky melontarkan pertanyaan kepada Zahra.


"I love you Tuan?" Suara berat Zahra yang terdengar ditelinga Hengky sunggu menggodanya, ia melonggarkan pelukannya mendekatkan bibir manisnya diatas bibir Hengky ia meninggalkan kecupan mesra disana.


Hengky tersenyum merasakan bulu tangannya merinding terasa horor terdengar namun membuatnya senang.


Zahra pun merasakan hal yang sama ia merasakan ketegangan sesaat.


Hengky yang merasakan hawa AC yang sungguh dingin menembus kedalam kulit kulit halusnya, pikirannya pun melayang rasanya kesepian melanda hatinya.


Begitu pelan ia menyentuh pipi halus Zahra mendekatkan wajahnya tepat bibir manis Zahra mereka saling berhadapan, Zahra yang memikirkan hal yang sama ia menunggu serangan itu ia menutup matanya perlahan.

__ADS_1


Ruangan yang bersifat privat tidak seorang pun mengetahui segala aktivitas mereka selain CCTV yang mengawasi dari jauh.


Mereka pun bodoh amat dengan CCTV itu, hasrat yang sudah menggebu gebu tak tertahankan jika mereka tak melepaskan.


Bercumbu mesra dikeheningan menambah kemesraan mereka, Zahra yang semakin berlarut tidak mau mengakhiri. Perasaannya pun tak sabar menunggu hari kebahagiaan mereka.


Hengky melepaskan tautan itu pelan pelan, mengusap bibir Zahra yang terlihat basah menambah keinginan untuk tidak ingin mengakhiri.


Namun ia tersadar ditempat seperti itu setidaknya jangan melakukan hal semacam itu.


"Sayang kau lebih baik istirahat yah perjalanan kita masih jauh !" ucap Hengky menyuruh Zahra tidur agar tak aneh aneh dulu.


Zahra mengerti maksud Hengky, ia mengangguk dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Hengky ia menutup matanya ingin cepat terlelap.


Hengky dengan penuh kasih sayang memeluk tubuh indah Zahra dan mengusap ngusap kepala Zahra seperti anak kecil.


Rasa kebahagiaan seperti ini bersama pasangannya baru kali ini Hengky rasakan kepada Zahra, entah kenapa diwaktu sebelumnya ia tidak bisa melakukan perilaku lembut ini terhadap mantan istrinya.


...----------------...

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†


(Zahra yang semakin lama semakin ketagihan kepada Om tampan yah kayaknya, dikit dikit pengen ehem ehem saja!!!!!)


__ADS_2