Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Kita Menikah


__ADS_3

"Ayu kemarilah sayang, lihat apa yang Om bawa?" seru Hengky yang baru pulang dengan menenteng dua kantong plastik besar dikedua genggaman tangannya.


"Horee, Om tampan sudah pulang!" sahutan Ayu berlari menghampiri Hengky.


Hengky dengan wajah berseri tersenyum lebar menyerahkan apa yang ia bawa untuk Ayu.


"Om tampan bawa apa untuk Ayu?" tanya Ayu penasaran, dua kantong plastik itu berisi begitu banyak cemilan dan eskrim Hengky beli khusus untuk Ayu.


"Coba Ayu buka sendiri ini semua Om beli untuk Ayu, suruh Ibu menyimpannya dikulkas." balas Hengky mencium pipi Ayu sebelum ia beranjak ke kamarnya.


"Terimakasih Om tampan?" Ayu yang tetlihat sangat senang membalas ciuman itu juga dipipi Hengky untuk ucapan terimakasihnya.


"Sama sama sayang, ingat jangan terlalu banyak dimakan setiap hari yah nanti Ayu sakit!" perintah Hengky mengingatkan Ayu.

__ADS_1


Dengan senyuman gemesnya, Ayu mengangguk mengerti meraih kantong plastik plastik itu dan membawanya di dapur kepada Zahra.


***


(Ngobrol bersama Zahra)


Zahra tengah bersantai duduk di sofa ruang keluarga sambil mengawasi Ayu yang sedang bermain main disana.


"Sayang, kalian sudah makan?" tanya Hengky menghampiri Zahra. "Oh sudah Tuan, maaf tidak memanggilmu, aku takut Tuan terganggu" balas Zahra minta maaf karena mereka telah duluan makan malam, Hengky yang sedang beristirahat takut Zahra membangunkan.


"Lihat Ayu sayang benar benar ia terlihat bahagia kan?" ucap Hengky memuji Ayu kepada Zahra. "Iyah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana saja nasibnya jika masih bersama Fano!" balas Zahra mengingat keadaan Ayu saat ia tinggalkan.


"Tidak usah lagi pikirkan yang sudah berlalu sayang, sekarang yang kita pikirkan tentang pernikahan kita, aku berpikir ada baiknya kita secapatnya menikah" Hengky to the point saja tentang apa yang sedang ia pikirkan karena ia yakin Zahra pasti tidak menolak.

__ADS_1


"Apa sudah memikirkan matang matang Tuan?" tanya Zahra, bukan hanya karena melihat anak yang gemes ia keburu nikah padahal tidak ada persiapan atau masih tidak bisa menerima kenyataannya.


"Tentu sudah sayang kita juga pernah menjalani pernikahan, pengalaman buruk yang pernah kita alami kita jadikan motifasi untuk kedepannya." jawab Hengky yang sudah benar benar siap menikahi Zahra. "Jadi kapan Tuan?" balas Zahra ragu ragu.


"Bulan depan aku menginginkannya sayang, aku tidak ingin menikah di indonesia lagi lebih baik di London. !" jawab Hengky, ia tidak ingin mengadakan acara pernikahaannya lagi di Indonesia karena takut gagal lagi, kali ini ia berpikir lebih baik di London mereka menikah sebab teman temannya dan keluarga lebih banyak disana.


"Kenapa malah memilih disana Tuan bukannya di Indonesia juga bisa?" Zahra semakin heran kayak aneh aneh saja membawanya menikah di satu negara yang jauh lagi, tapi menurut Zahra juga akan lebih baik di sana karena ia tidak mau jika mantan suaminya mendengar pernikahannya.


"Disana keluargaku banyak dan juga teman temanku lebih baik mereka menyaksikan karena aku yakin kaulah wanita yang terakhir didalam hidupku" jawaban Hengky pas berkenan dihati Zahra, ia mengangguk mengerti dan yakin akan kata kata Hengky kepadanya.


"Bulan ini aku akan mengurus syarat berpergian ke London karena kau belum pernah kesana!" jelas Hengky lagi setelah Zahra tak menanyakan lagi. "Baiklah Tuan, dan sebaiknya kita memberitahukan Papi dan Mami supaya mereka ada ide untuk persiapan kita" tambah Zahra memberi usulan kepada Hengky.


"Tentu kita memberitahu, karena mereka adalah orang tua kita kelak. Restu mereka juga yang membuat pernikahan kita langgen!" jawab Hengky mantap membuat Zahra tersenyum seraya mencium pipi brewok Hengky. "Aku suka pria tangguh seperti ini!" bisiknya ditelinga Hengky setelah ia mencium pipi, ia juga tersenyum penuh godaan.

__ADS_1


"Jangan memancingku dulu sayang, tidak enak Ayu melihat kita, wkwkw" disela sela keseriusan ada juga setan yang lewat. "hahah, bukannya tadi Tuan ingin?" pancing Zahra karena ia tahu Hengky tidak bisa melakukan apa pun padanya sekarang karena Ayu ada disana.


Hengky dengan kesal turun dari sofa mengikuti Ayu yang berada dilantai untuk duduk dan mengajak Ayu bermain bersama agar Zahra tak memancingnya lagi.


__ADS_2