Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Malam di London


__ADS_3

"Zah ini kamar untuk kalian berdua sayang, kau harus banyak istirahat agar kau tidak sakit saat pernikahan nanti!" ucap Evelyn seraya menunjukan kamar untuk Zahra dan Ayu.


"Terimakasih Mih, Zahra mau letakkan Ayu dikamar dulu kasihan dia keduran," balas Zahra segera masuk kedalam kamar itu karena Ayu begitu sangat terlelap tidur.


Evelyn tersenyum seraya meninggalkan kamar yang ditempati Zahra.


Sementara Hengky ia tidur dikamar tempat biasa yang telah dikhususkan untuknya semasa ia tinggal disana.


Selesai mandi pun ia keluar dari kamar mandinya dengan melilit handuk di pinggang dan menyisir rambutnya yang basah dengan jari jarinya ia terlihat begitu seksi.


Ia memandangi wajahnya di cermin sembari mengusap usap pipi dan hidungnya.


Ia teringat dengan Ayu dan Zahra dengan cepat ia keluar mencari kamar yang ditepati Zahra.


Ia membuka beberapa kamar disana sebelum ia mendapatkan kamar yang disana Ayu sedang berbaring.


Hengky memasuki kamar itu melihat sekeliling ruangan disana tak terlihat sosok Zahra selain Ayu, ia mendekati tepi ranjang tempat Ayu terlelap sembari memperhatikan suara gemercik air yang terdengar dibalik kamar mandi.


Iyah sangat yakin jika Zahra sedang berada di dalamnya, Hengky memandangi Ayu dan mencolek pipi tembem nan gemes itu, tanpa ia sadari Zahra yang keluar dari kamar mandi.


"Tuan, ngapain disini?" tanya Zahra pelan ia keluar dari kamar mandi dengan melilit handuk diatas dadanya.


Hengky menoleh kearah sumber suara dan tersenyum.


"Tidak sayang, aku hanya memastikan kalian tidur dikamar yang mana?" jawab Hengky seraya mendekati Zahra.

__ADS_1


Zahra merasa ada yang tidak beres saat Hengky mendekatinya ditambah ia hanya mengenakan Handuk di pinggang.


Ahh tapi Tuan keluar dulu, aku mau pakai baju!" usir Zahra mendorong lengan Hengky.


"Hey tidak masalah kan kalau ada aku, lagian kita sebentar lagi sah, pakailah bajumu" ucap Hengky sok ngeles.


"Ihh tidak mau, ayo keluar dulu," balas Zahra merengek.


"Tidak apa sayang, biarkan aku disini!" tolak Hengky tersenyum jahat tetap tidak mau di usir.


Zahra terlihat kesal setengah mati dibuat Hengky, dengan wajah cemberut ia meraih pakaiannya hendak kembali dikamar mandi niatnya berpakaian disana.


"Hey, mau kemana?" Hengky yang melihatnya segera menarik tangannya mencegah Zahra.


"Aku mau pakai baju ku di kamar mandi saja!" jawab Zahra memanyungkan bibirnya.


"Oke i will follow him, sesuai permintaanmu!" balas Zahra sudah sangat kesal.


Ia membuka handuknya tepat di depan Hengky, menampakan tubuhnya yang polos.


Hengky yang melihat drama itu ia tersenyum nakal dan melotot kearah Zahra, sungguh ini pemandangan yang sangat indah.


"Tuan puas?" tanya Zahra berjalan melewati Hengky kearah kopernya dengan tubuh seksinya tanpa sehelai benang pun.


Hengky merasa jantungnya deg degan merinding.

__ADS_1


Pikirannya mulai melayang, dengan senyum nakalnya ia mengikuti Zahra dari belakang.


"Aku sangat puas melihatnya!" bisik Hengky lembut ditelinga Zahra, dan memeluk tubuh seksi itu dari belakang.


Zahra merinding dengan suara bas serak serak itu ditelinganya.


Ia menutup matanya dan menghentikan kegiatannya .


"Tuan please jangan nakal dulu, bentar lagi pun kita menikah tolong sabar!" cegah Zahra melepaskan pelan pelan tautan tangan Hengky di perutnya.


"Aku tidak sabar menunggunya!" balas Hengky tak peduli, ia semakin menempel dan meletakkan dagunya di bahu Zahra.


Zahra merasa ada tonjolan dibalik handuk Hengky diantara kedua pahanya.


"Tuan, tolong sekali ini aku mohon!" tolak Zahra tegas.


Dengan Zahra yang terus memohon akhirnya Hengky mendengarnya.


"Hm baiklah, aku akan menunggu waktunya!" balas Hengky akhirnya mendengar Zahra.


Ia melepaskan pelukannya pelan, tak lupa juga tangan nakalnya menyempatkan meremas bola air lembut itu dengan senyuman nakalnya.


Zahra merasakan sentuhan itu, ia menutup mata seraya menarik nafas dan membuangnya.


"Sudah Tuan, sebaiknya pakai bajumu sana!" bentak Zahra kembali mendorong tubuh Hengky sampai di luar pintu.

__ADS_1


Hengky masih saja dengan senyumnya luluh saat di dorong Zahra keluar.


Dengan cepat Zahra mengunci pintu dan memakai pakaiannya, ia cepat cepat tidur takut Harimau lapar itu akan kembali lagi nanti.


__ADS_2