Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 34 Kejutan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan dalam satu hari Hengky akhirnya sampai di bandara internasional Soekarno Hatta.


Ia melirik jam di pergelangannya sudah menuju jam 11 siang, tentu saja di rumah tinggal Zahra ia menyewa taksi yang berada disana untuk mengantarnya sampai kerumah.


"pak tolong antar aku ke alamat XXX!" Hengky menjelaskan alamat rumahnya kepada pak sopir taksi tersebut.


"baik tuan silakan naik!" pak sopir menyeret koper milik Hengky di dalam bagasinya dan membukakan pintu untuk Hengky dan segera melajukan mobilnya.


*


*


*


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di halaman rumah Hengky.


"ini pak ongkosku, terimakasih sudah mengantar ku!" ucap Hengky menyodorkan beberapa lembar uang kepada pak sopir itu.


"baik tuan, saya permisi!" pak sopir itu mengambil uang dan berlalu pergi.


Hengky menghembuskan nafasnya dan menghirup kembali udara segar, rasanya rindu dengan rumah sekalipun dengan isi rumahnya.


Ia membuka pagar rumah tak lupa menyapa pak satpam yang ada di ruang penjaga rumah.


Sebelum ia masuk ia memperhatikan rumah apakah Zahra ada atau tidak dan juga memperhatikan dia sedang apa.


***


Zahra yang masih belum mengetahui kedatangan Hengky ia keluar kamarnya dengan handuk yang melilit dirambut anggap saja Zahra sehabis mandi.


TU-TU-TU

__ADS_1


Dering hp berbunyi yang tak lain itu milik Zahra.


"halo tuan?" Zahra segera mengangkat telepon itu setelah ia tau itu dari kekasihnya.


"halo sayang bagaimana kabarmu?" tanya Hengky padahal sudah berada di depan pintu rumahnya.


"aku baik kok tuan, tuan kapan pulang?" Ucap Zahra yang sudah tak sabar menunggu kedatangannya.


"aku masih belum bisa pulang sayang, kenapa apa kau merindukanku?" tanya Hengky memainkan Zahra.


"hm apa tuan tidak merindukan rumah?" tanya Zahra sambil mendudukan tubuhnya di sofa.


"aku pasti rindu jika kau mengatakannya sekarang bahwa kau merindukan ku juga!" kata Hengky terus memancing Zahra.


Hengky yang berada di balik pintu di luar senyum senyum tak sabar melihat wajah manisnya Zahra.


"ehm ,,, aku sangat merindukan tuan!" ucap Zahra pelan.


Senyuman Hengky semakin mengembang saat mendengar ucapan Zahra rasanya ingin mencubit pipinya yang gemes itu.


Zahra tersentak kaget mendengar ucapan Hengky, ia berdiri dari duduknya dan berjalan didekat pintu rumah dengan hati yang penasaran ia perlahan membuka pintu.


"suprise......!" Hengky berteriak gembira dengan cepat berhamburan memeluk Zahra saat ia membuka pintu.


Tentunya Zahra lebih terkaget lagi dong dengan suara Hengky ia tanpa sengaja membalas pelukan Hengky karena terkaget.😂


"aaaaaaaa.......!" Zahra berteriak menutup matanya dan memeluk erat Hengky.


"hahah,,,, wow pelukannya erat banget!" ucap Hengky dengan suara tawanya.


Zahra tersadar saat Hengky mengucapkan kalimat itu, dengan pelan ia melonggarkan tangannya di perut Hengky, ia mengangkat wajahnya melihat Hengky.

__ADS_1


"ihhh tuan pulang kok enggak bilang bilang!" berkata kesal dan memukul dada bidang Hengky.


"hahah,,, namanya juga kejutan sayang mana bisa diberitahu!" jawab Hengky santai tertawa sambil menahan tangan Zahra yang memukulnya.


"hm, aku kesal!" pura pura ngambek, Zahra berjalan masuk kembali di dalam rumah.


"hei, kenapa malah tidak senang melihatku pulang, katanya juga sangat rindu!" ucap Hengky yang mengikuti Zahra kedalam sambil menarik kopernya dan barang barang yang lain.


sebetulnya perasaan Zahra sangat bahagia melihat kekasihnya yang tampan itu sudah pulang, tapi gayanya yang pura pura ngambek mencuri perhatian Hengky.


"aku minta maaf sayang tidak mengabarimu, tapi aku sudah di sini sambutlah dengan wajahmu yang manis.!" ucap Hengky merayu sambil mencolek pipi Zahra.


"hem, tuan mah bikin kesel!" Zahra menoleh dan tersenyum saat pipinya di colek.


"ayo duduk, aku ingin memelukmu sekali lagi supaya rinduku hilang!" Hengky melambaikan tangannya menyuruh Zahra duduk di sampingnya.


Mau tidak mau Zahra dengan langkah pelan mendekati sofa dimana Hengky sedang duduk, ia mendudukan tubuhnya di sofa dan memandang wajah Hengky.


"bolehkah aku memelukmu sayang?" ucap Hengky dengan tangan terbuka ingin memeluk Zahra.


"hem...!" Zahra berdehem dan mengangguk.


"makasih sayang,! Memeluk Zahra dan mencium pucuk kepala Zahra.


Melepaskan perlahan pelukan itu dan menyandarkan punggung mereka di bahu sofa.


Zahra dengan hati yang bersorak sorai bahagia dipeluk dan dicium dengan kasih sayang kekasihnya.


"tuan tidak capek? Tanya Zahra pelan menoleh Hengky.


"capek sih, cuman seketika hilang saat aku melihatmu!" jawab Hengky menggoda mencolek hidung mancung Zahra.

__ADS_1


"aku buatkan minum untuk tuan!" Zahra berdiri dan melangkahkan kakinya di dapur.


Hengky mengangguk sebagai jawabannya untuk Zahra.


__ADS_2