Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Satu Hari Setelah Menikah


__ADS_3

Acara pernikahan mereka pun berlanjut hingga sampai pada malam hari, begitu banyak acaran hiburan dan acara bebas semua pun masih sangat bersemangat.


Tak terasa telah larut malam saat acaranya selesai dan semuanya telah bubar.


Kini menyisakan kelurga Hengky, kedua orang tuanya dan istrinya serta anak dari istrinya.


Mereka pulang dengan perasaan yang begitu sangat capek karena satu hari full sangat sibuk dan tidak ada waktu istirahat, terlebih kedua mempelai itu tak ada hentinya melayani undangan mereka.


Saat mereka sampai kerumah Zahra tak lagi bergeming ia langsung tepar diatas kasur tempat tidurnya dengan Ayu.


Tak lain juga Hengky merasakan hal yang sama ia sesampainya dirumah segera beristirahat tanpa berpikiran apa pun.


(Pagi Hari)


Keesokan hari nya seperti biasa, Evelyn berada di dapurnya untuk menyediakan berbagai makanan untuk sarapan pagi mereka.


Ayu kini ada yang mengurusnya sudah terasa aman tanpa khawatir untuk segala yang ia perlukan setiap hari.


Sarapan yang akan sebentar lagi selesai, Velyx pun terbangun begitu juga dengan Hengky yang telah selesai membersihkan diri sebelum ia keluar kamarnya.


"Good Morning Mih?" ucap Hengky menyapa Evelyn.


"Ehh sayang selamat pagi, kalian sudah bangun?"


jawab Evelyn menoleh kearah Hengky yang tengah duduk dikursi meja makan.


"Ahm, Hengky belum melihat mereka dikamar Mih, i'm sorry!" balas Hengky baru teringat, ia pun segera berlari menghampiri kamar Zahra dan Ayu.


Evelyn yang melihat tingkah Hengky seperti itu ia malah menarik nafasnya seraya membuangnya dan menggelengkan kepalanya.


"Hengky kenapa Mih?" ucap Velyx yang baru menghampiri meja makan, melihat Hengky yang seperti kesurupan ia malah bengong sendiri.


"Ahh itu Pih, ia malah bangun sendiri tanpa mengingat istrinya, hm emang dasar kan anak itu!" balas Evelyn kesal mengomeli Hengky.


"Hehe, wajar saja kan semalam mereka kecapean dan setau Papi ia masih tidur dikamar biasanya'" ucap Velyx tertawa merasa lucu dengan tingkah Hengky.

__ADS_1


"Hem, ya sudah Pih kita duluan saja biarkan nanti mereka nyusul!" ajak Evelyn mengambilkan makanan untuk suaminya.


...----------------...


( Dikamar Zahra)


CEKLEK!!


Hengky dengan buru buru membuka kamar itu dan benar saja Zahra yang masih terlelap bersama dengan Ayu.


Zahra yang belum sempat berganti pakaian serta make up yang belum terhapuskan di pipinya merasa Hengky lucu sendiri.


Ia mendekati dan duduk di tepi ranjang itu, perlahan ia mencium pipi Zahra bergantian dengan pipi Ayu disebelahnya.


"Sayang, ayo bangun!" suara Hengky yang terdengar serak dengan full basnya.


Zahra menggeliat tubuhnya dan memutar mutar matanya dengan kedua tangannya.


Hengky berjalan kearah jendela dan mencoba membuka tirai itu agar ruangan kamar itu terang.


"Ayo sayang bangun, kita sarapan dibawah!" ucap nya sekali lagi menghampiri Zahra.


"Ehhmm," ia berdehem dan menoleh kearah Hengky dan mendapatkan senyuman manisnya disana.


"Ayo sayang bangun!" mengelus pipi mulus Zahra.


Zahra melihat pakaiannya serta memegangi rambutnya yang sudah agak acakan.


"Oh astaga semalam aku tidak sempat berganti pakaian, Tuhan apa yang terjadi denganku!" ucapnya menepuk jidatnya merasa bodoh.


"Slow sayang, kita maklumi karena semalam acaranya begitu lama membuat kita sangat kecapean!" balas Hengky memberi pengertiannya kepada Zahra.


"Biarkan aku membantumu untuk membuka gaun mu setelah itu kau mandi!" Hengky merasa kasihan melihat Zahra seperti anak kecil yang sehabis dimarahi emaknya.


"Ehm baik lah!" jawabnya singkat.

__ADS_1


...----------------...


TO-TOK-TOK!!


(Suara ketukan pintu diluar)


"Permisi Non!" suara seseorang terdengar dari luar.


Hengky dan Zahra menoleh kearah pintu dan penasaran siapa yang ada diluar.


"Biar aku buka sayang!" ucap Hengky berjalan kearah pintu.


CEKLE


Pintu kamar dibuka oleh Hengky dan memastikan siapa yang datang.


"Maaf Tuan, aku disuruh Nyonya besar untuk mengambil Ayu!" ucap perempuan itu yang tak lain adalah Babysitter nya Ayu.


"Ohh, tapi Ayu masih belum bangun!" balas Hengky kembali menoleh kedalam kamar.


"Apa aku bisa masuk untuk membangunkanya?" tanya Babysitter itu deg degan dan takut .


"Lebih baik kau siapkan makanannya dibawah saja, sebentar lagi aku akan membawanya!" balas Hengky kembali menutup pintu kamar itu.


Babysitter itu mengangguk walaupun tak ada orang disana yang melihatnya, setelah itu ia kembali kebawah dan menyiapkan makanan Ayu seperti yang di perintahkan Hengky.


"Ayo sayang biarkan aku membantumu membuka gaun ini!" ucap Hengky setelah ia kembali lagi.


Zahra mengangguk dan membelakangi Hengky.


Hengky satu persatu membuka pengait gaun itu dengan pelan sampai semuanya terbuka tinggal melepas dari tubuh Zahra.


Saat Zahra menurunkan gaunnya sampai dibahunya tak lupa Hengky meninggalkan kecupan manisnya disana.


"Kau mandi yah sayang aku menunggu dibawah untuk sarapan!" bisikan Hengky ketelinga Zahra.

__ADS_1


Zahra lagi lagi hanya terdiam dan mengangguk langsung berlalu pergi kekamar mandi.


Hengky beralih memandang Ayu yang masih terlelap tidur, ia membangunkan dengan pelan sehingga Ayu terbangun, dengan cepat ia membawa Ayu keluar kamar itu dan membawanya kebawah untuk sarapan.


__ADS_2