Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 29 Kembali ketangan Papi Velix


__ADS_3

"sayang apa kau sudah menghubungi Zahra dalam beberapa hari ini?"


mami Evelyn bertanya kepada Hengky sambil memotong paprika diatas talenan.


"sudah kok mi, baru saja tadi aku hubungi!"


jawab Hengky yang sedang duduk di ruang dapur bersama maminya.


Tidak terasa Hengky sudah lebih dari satu minggu berada di London.


Pikirannya sudah di penuhi Zahra dan Zahra, rasa rindunya sudah menumpuk segunung kepada Zahra.


tak sabar rasanya ingin cepat pulang ke indonesia.


"bagus lah sayang, bilang samanya kalau kau sebentar lagi akan pulang!"


Evelyn juga merasa khawatir kepada Zahra ia bisa merasakan perasaan itu karena ia juga pernah mengalami.


"tidak menyangka Tuhan sangat berpihak kepada kita sehingga bisnis papi itu kembali padanya.!"


Hengky dengan rasa senangnya mengucapkan itu kepada maminya.


"syukur yah sayang, Tuhan memang adil untuk kita!"


Evelyn pun sangat terharu dengan keajaiban itu mereka sampai tidak menyangka jika bisnis itu akan berpihak kepada mereka.


"ini semua adalah hasil kerja keras Hengky mi, kita pantas memberinya hadiah!"


Kata papi Velix yang sedang berjalan menuju dapur.


"betul pi, kita harus merayakan kemenangan ini!"


Mami Evelyn dan papi Velix kembali bersemangat setelah melewati ke khawatiran tentang bisnis mereka itu.


"Hengky rasa tidak usah lagi deh merayakan kemenangan ini kita kan sudah banyak mengeluarkan biaya dan belum lagi membayar upah pekerja.!"

__ADS_1


Hengky menolak tegas rencana papi maminya.


Benar saja, saat mereka kehilangan bisnis itu mereka hampir bangkrut untuk mempertahankannya.


"yaudah sih kalau Hengky menolak, kalau dipikir pikir juga ada benarnya Hengky bicara.!"


Ucap mami Evelyn mengiyakan perkataan Hengky kembali.


Papi Velix hanya mengangguk dan tidak mau mempermasalahkan itu lagi.


***


"kau kenapa dari tadi bengong saja Zahra, ada apa?"


Nila yang melihat Zahra sedari tadi sedang termenung tak bersemangat jiwa nya bergejolak ingin bertanya.


"ah, ehm tidak ,, tidak ada masalah apa apa kok!"


Jawab Zahra kaget mendengar Nila bertanya.


Kembali juga Nila menyelidiki apa yang sedang Zahra pikirin.


"ehm aku hanya bete saja berada dirumah!"


Zahra terus terang dengan kebohongannya.


Padahal Zahra sebenarnya sedang merindu kepada kekasihnya yang mau dua minggu tak pulang, walaupun diberi kabar namun berbeda kalau jaraknya sangat jauh.


"kalau begitu ayo kita keluar untuk menghilangkan beban pikiran kita!"


Ajak Nila kepada Zahra karena ia juga tau sendiri dalam satu minggu lebih ini dia tidak pernah kelaur.


"oke, aku akan siap siap!!"


Tanpa berpikir panjang, Zahra beranjak dari duduknya menuju kamar untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Nila yang melihatnya juga mengedikkan bahunya dan mengikuti masuk kamar untuk berganti pakaiannya.


"ada baiknya kita ajak Viky biar ada yang ngantar kita!"


Usul Zahra setelah ia berpikir pikir.


"ah ide bagus! Dari pada kita naik grab kan dibayar!"


Setuju dan menerima usulan dari Zahra juga.


"Hahaahah.....!!!?


Mereka tertawa bersama saat berbicara seperti itu.


***


" kau sedang apa Vik?"


tanya Zahra dengan pelan supaya Viky mau diajak.


"tidak, lagi duduk saja seperti yang kau lihat!"


jawab Viky sambil memperbaiki posisinya.


"kalau begitu ayo ikut kami!"


ajak Zahra lagi.


"kalian kemana ?"


tanya Viky bingung karena Zahra tiba tiba bersemangat.


"sudah jangan banyak tanya deh, sana ganti baju dulu!"


memerintahkan Viky dan mendorongnya sampai di depan pintu kamar Viky.

__ADS_1


Mau tidak mau Viky menyetujui karena ia juga sungguh bosan berada di rumah di hari liburnya.


__ADS_2