
pagi itu Hengky terlambat pergi ke kantor semalaman bermain game akhirnya kesiangan bangun.
di perjalanan ia sangat ngebut mengenderai mobilnya.
sehingga di tengah perjalanan ia mendapat kemacetan.
"akh sial, pakai macet segala lagi! "
ia membunyikan klakson nya beberapa kali tetapi kendaraan di depan tidak sedikit pun bergeser.
"ini ada apa lagi di depan, kok sampai macet kayak gini? "
di depan jalan suatu keributan sedang terjadi, Hengky yang tidak sabar ia turun dan menghampiri keributan itu di depan.
"woy... kalian bisa minggir tidak? "
di depan ada dua mobil sedang berhenti dan terdapat dua orang laki laki dan seorang perempuan.
mereka menoleh saat mendengar suara dari belakang.
Kebetulan kedua lelaki itu sedang merebut perempuan itu. mungkin saja perempuan itu adalah simpanan mereka atau selingkuhan, orang orang yang menyaksikan itu pun bingung.
"apa kalian sudah gila memperebutkan perempuan? "
Hengky mendekat saat dia mengetahui perempuan itu adalah Raya.
"kau tidak usah ikut campur dengan urusan kami, siapa kau berani menghentikan kami.! "
Raya yang melihat Hengky mundur dan menunduk terlihat malu saat dia mengetahui Hengky mendekati mereka.
Kedua lelaki itu adalah pria hidung belang yang setiap malam menghabiskan uang di bar dan yang meminta wanita untuk menemani tidur mereka.
"apa kalian tidak malu memperebut wanita seperti dia? "
__ADS_1
Hengky semakin mendekat dan menunjuk Raya dengan satu jari nya.
"kalian sangat memalukan! "
kedua pria itu terdiam mendengar Hengky tidak putus berbicara mereka mundur saat Hengky mendekati mereka.
"kenapa kalian diam? "
"apa kalian tidak punya malu merebut seorang wanita di tempat umum seperti ini, dia ini hanya seorang wanita panggilan tidak ada ke istimewaan nya ia terlihat sangat hina menurutku! "
banyak orang di sekitar menyaksikan keributan itu.
"dan kau wanita yang tidak punya malu kenapa tidak sadar akan pekerjaan mu? "
Hengky semakin mendekati Raya dan berbicara di depan mata Raya.
"ah kami minta maaf sudah membuat keributan di sini, untuk semuanya mohon maaf, saya akan pergi dari sini.
seorang pria dari keduanya itu membuka suara dan mengalah ia meminta maaf karena membuat kemacetan untuk pengguna jalan.
"lalu kenapa lagi kalian berdua tidak pergi dari sini? "
pria yang satunya berada di dekat Raya, mereka sama sama terdiam dan kaget saat Hengky menegur mereka lagi.
"oh, maaf! baiklah kami akan segera pergi.! "
pria itu menarik lengan Raya ingin mengajaknya masuk kemobil dan pergi dari situ.
namun Raya mempertahankan diri ia berbicara dengan Hengky.
kesadaran mulai terlintas dalam hatinya saat ia melihat Hengky, dia seakan menyesali perbuatan nya di masalalu dan juga menyesali telah menjadi wanita penghibur.
"Hengky aku minta maaf dengan perbuatan ku yang dulu telah membuatmu sakit hati? "
__ADS_1
"aku menyesal Hengky tolong maafkan aku! "
Zahra menepis tangan pria itu dan berlari menghampiri Hengky ia berlutut dihadapan Hengky dan menangis.
"kau siapa minta maaf padaku, aku saja tidak kenal dengan mu! "
Raya yang berlutut di depan Hengky mengangkat kepalanya saat dia mendengar perkataan Hengky.
ia melihat wajah Hengky dan menghapus air matanya ia berdiri perlahan berhadapan sangat dekat di wajah Hengky.
"Hengky kenapa kau bisa berkata seperti itu?"
"kenapa? apa salah? "
Raya semakin menangis mendengar itu dari mulut Hengky, ia perlahan mundur dan terdiam.
"sebaiknya kalian pergi dari sini gara gara kalian jalan menjadi macet.! "
Hengky tidak lagi memperdulikan sama sekali terhadap Raya dia telah melupakan Raya hatinya sekarang di penuhi oleh Zahra.
Pria yang tadinya kembali menarik tangan Raya dan mengajaknya pergi.
"ayo sayang, kita pergi dari sini orang pada pada terganggu! "
Raya dengan terpaksa mengikuti pria itu dengan kepala yang menoleh kebelakang melihat Hengky.
Hengky melihat sekelilingnya dan menyadari banyak orang yang berhenti menyaksikan sikap konyol Zahra.
ia mengibaskan tangannya dan menyuruh orang orang itu pergi.
"semuanya silakan pergi, maaf mengganggu perjalanan kalian. !"
Hengky berjalan menuju mobilnya melihat jam di pergelangan tangannya kini waktu sudah menjelang siang.
__ADS_1
"waduh sial banget aku hari ini, padahal ada meeting penting yang harus di selesaikan.! "
Hengky menginjak pedal gasnya berlalu pergi menuju kantor nya.