
"buat semuanya kita adakan jogging menuju diatas gunung itu, siapa yang bisa melewatinya sampai pulang akan ada hadiah kejutan!" suara Nila yang terdengar di balik mikrofon.
Semua telah berkumpul di aula setelah bangun pagi, Hengky menyuruh Nila untuk mengumumkan lomba jogging itu.
"horeeee!!!!!!" semua bersorak kegirangan dan cepat cepat bersiap siap.
"Zah, kau ikut?" tanya Nila setelah selesai mengumumkan itu.
"ikut lah Nil, semua kan pada ikut rugi dong kalau aku tidak ikut juga" ucap Zahra bersemangat.
"oke lah kalau begitu ayo kita siap siap!" ajak Zahra kembali kekamar mereka.
Kebetulan satu kamar itu mereka bareng bertiga Zahra, Nila dan adiknya.
sedangkan Viky bergabung di kamar yang ada Hengky.
Setelah bersiap semuanya Nila kembali memberikan aba aba untuk memulai.
Kegiatan jogging mereka adakan pagi, setelah makan siang nanti akan ada lagi kegiatan lomba yang lainnya mereka lakukan sampai nanti di malam hari akan berakhir untuk menyambut malam tahun baru.
***
"sayang kita bareng saja yah, jangan kemana mana!" ucap Hengky menarik lengan Zahra supaya tidak jauh darinya.
Zahra mengangguk dan mulai berlarian santai saja, begitu pula dengan Viky, Nila dan adiknya mengikuti mereka dari belakang.
"wow ini sangat seru banget!!!" ucap Viky yang berlarian sangat bersemangat
" ayo kita bertanding Vik, yang kalah akan mentraktir kita setelah pulang nanti!" ucap Hengky menoleh kebelakang melihat Viky.
"oke siapa takut!" jawab Viky.
"huuuhhhh.....!" Suara Hengky berteriak juga sangat bersemangat.
__ADS_1
Yang lainnya juga ikut bersama sama ada juga yang melalui mereka dan ada juga yang masih berada di belakang mereka.
mereka akan berlarian dari Villa sampai dibawah kaki gunung tempat tanaman teh,.berjarak sekitar dua kilo lebih.
Zahra yang baru melakukan kegiatan itu merasa capek karena tidak terbiasa, ia berhenti menghembuskan nafas cepat dan mengusap keringat di keningnya.
"kenapa sayang apa kau capek?" tanya Hengky ikut berhenti.
"tidak, ayo lanjut!" Zahra tidak mau kalah atau pun menyerah baru setengah jalan mereka lewati ia kembali berlari keinginannya sampai di atas kaki gunung itu.
"Zah, ayo semangatt, nanti kita akan berfoto setelah sampai!!" teriakan Nila yang telah melewati mereka.
Zahra tersenyum mengangkat jempolnya kepada Nila, rasanya juga ia tak sabar segera sampai.
Hengky yang mengawasinya terus tidak berlari cepat karena ia kasihan kepada Zahra.
***
Berkisar hampir satu jam mereka berlarian tidak begitu cepat akhirnya semua telah sampai.
"istirahat sebentar sayang, ayo minum dulu!" ucap Hengky mendudukan Zahra dibawah tanaman teh.
Zahra menurut ikut duduk begitu pula dengan Viky mereka juga ikut beristirahat.
mereka berlima menjadi satu kelompok berkumpul bersama untuk istirahat sejenak.
Setelah rasa capek mulai berkurang semua teman teman mereka juga berkeliaran kesana kesini untuk sekedar berfoto foto.
"ayo kita berfoto foto!" teriakan Nila berdiri dari duduknya.
yang lainnya ikut berdiri dan kembali bersemangat lagi.
"Vik, ayo berfoto bersama Nila, biarkan aku yang memotret kalian!" ucap Hengky berseru.
__ADS_1
"oke, setelah ini nanti kita bergantian!" jawab Viky bersemangat.
Viky menyetujui permintaan Hengky mereka mulai berfoto berdua dengan pasangan dan berfoto bersama yang lainnya.
30 menit berlalu dengan kegiatan berfoto, Nila kembali memberi aba aba untuk segera pulang supaya tidak ada yang tertinggal.
Serentak mereka berlari kembali menuruni jalan yang membentuk tanjakan, matahari mulai semakin panas teman teman yang lainnya juga sudah terlihat kelelahan.
tak lain seperti Zahra yang sudah tak sanggup berjalan untuk pulang ia terlihat sangat kelelahan nafas yang terengah engah serta keringat yang bercucuran.
"kenapa Zah?" tanya Nila yang melihat Zahra menghempaskan diri di tepi jalan.
"aku capek Nil, sudah tidak sanggup jalan lagi!" suara Zahra terdengar ngos ngosan sudah sangat kelelahan
Hengky yang melihat itu berlari kecil menghampiri Zahra yang terlihat begitu capek.
"kalau sudah tidak sanggup biar aku bantu sayang!" ucap Hengky menarik tangan Zahra untuk berdiri.
"tapi aku tidak bisa lari lagi!" ucap Zahra yang sangat kelelahan.
"naik di punggungku aku gendong sampai kebawah!" Hengky menawarin Zahra.
"ehm tapi tuan,!" Zahra masih terlihat enggan.
"sebaiknya ikuti apa kata tuan Zahra, dari pada kau kelelahan!" ucap Viky setuju dengan Hengky.
"iyah Zah!" ucap Nila menyoraki.
Zahra memandangi mereka semua mau tidak mau ia mengangguk menerima tawaran Hengky.
Hengky berjongkok dan Zahra menaiki punggung kekar itu.
Sebenarnya Zahra malu karena sekelilingnya ada orang di mana mana.
__ADS_1
Namun bagaimana lagi dari pada mereka tertinggal diatas gunung itu.
Akhirnya Hengky kalah karena tidak dapat berlari lagi saat mereka pulang.