Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 65 Juan berhadapan dengan Papa David


__ADS_3

Juan yang telah berjanji kepada Cellyna jika ia akan menemui Papanya sekarang ia tepati ia berjalan menuruni tangga dan menghampiri dimana Papa Mamanya tengah duduk dia sofa.


"Papa mau bilang apa ke Juan?" Langsung saja Juan bertanya sambil mendudukan tubuhnya diatas sofa. "Juan apa kau tidak bisa sedikit saja berperilaku sopan padaku, kau seenak jidat saja, aku ini Papamu bukan musuhmu!" balas David dengan suara meninggi membentak Juan.


"Apa Papa juga tidak bisa sedikit saja berbicara tenang jika ngomong?" jawab Juan semakin memancing emosi Papanya. "Sudah dong Pah, jangan marah marah terus, benar kata Juan Papa tenang dulu bicara baik baik" Cellyna pun selalu sabar dengan sikap David dan terus menegur dengan baik.


David Menghembuskan nafasnya kasar memandang kearah Juan dengan penuh emosi. "Kau harus menikah, Mama mu telah menemukan perempuan yang cocok dengan mu besok kita temui orang tuanya", ucap David tegas menjelaskan.


"Aku tidak mau dijodohkan Pah, aku sudah dapat jodoh sendiri, aku meminta kalian besok menemaniku datang menemui orang tuanya. Jawab Juan menolak apa yang diucapkan Papanya.


"Kau jangan main main, jika memang iyah kau bawa kami besok menemui orangtua perempuan itu. David mencoba terus menahan emosinya agar tidak beradu mulut lagi dengan Juan saat menolak lagi dengan pilihan mereka.


"Ahh ya sudah sayang, Mama sangat senang mendengar bahwa kau sudah mau menikah!" ucap Cellyna tersenyum senang mendengar ucapan Juan. "Ya sudah aku capek, aku mau istirahat dulu!" Juan berdiri dari duduknya tak ingin berbicara panjang lagi, ia tidak ingin berlama lama berhadapan dengan Papanya karena unjung unjungnya nanti beradu mulut lagi.


***


(Singkat cerita)


Keesokan harinya.

__ADS_1


"Apa kau sudah siap sayang, kalau sudah ayo kita pergi?" tanya Cellyna senang melihat Juan telah turun.


"Sudah Mah, ayo kita berangkat" sahutan Juan melewati kedua orang tuanya keluar rumah mengambil mobilnya.


"Ayo Pah!" Cellyna menarik tangan David berjalan mengikuti Juan.


Mereka langsung saja pergi dengan Juan yang berada di depan kemudi menyetir mobilnya. "Sayang, apa kau sudah memberitahukan calonmu jika kita datang hari ini?" tanya Cellyna bersemangat dengan Juan yang sudah mau menuruti keinginannya.


"Tentu sudah Mah, lagian kemarin aku telah datang kerumahnya!" balas Juan yang sedang fokus menyetir.


"Wah, Mami jadi tidak sabar melihat perempuan itu!" Cellyna dengan wajah cerianya membayangkan tentang kecantikan perempuan yang akan di lamar Juan.


***


Mereka bertiga turun dari mobil dan melihat rumah yang mereka datangi sangat sederhana. "Sayang, apa benar ini rumahnya?" tanya Cellyna bingung, tidak percaya Juan telah berganti selera dengan perempuan yang sederhana.


"Benar Mah, ini rumahnya!" Juan menjawab seraya berjalan menghampiri rumah Nita.


David yang melihat ini juga tidak percaya karena Juan biasanya lebih suka dengan perempuan yang sama derajat dengannya. "Namun kenapa ini bisa berbeda?" batin David berjalan menggandeng Cellyna.

__ADS_1


TOK-TOK-TOK!!!


"Permisi!!" suara Juan memanggil. Tak lama pun juga pintu rumah dibuka oleh Nila. "Hey Nil, apa Ibu dan Nita ada di dalam?" ucap Juan menyapa Nila dan tersenyum. Namun Nila lagi lagi berdiri bengong dihadapan pintu, ia tidak percaya melihat Juan menepati janjinya membawa kedua orang tuanya.


"Nil, apa kami boleh masuk!" ucap Juan sekali lagi. "Ahh iyah, iyah silakan masuk" Nila tersentak mendengar suara Juan yang kedua kali, dengan buru buru ia membuka pintu lebar lebar dan memberi jalan untuk masuk.


"Silakan kalian duduk dulu, biar aku panggil Ibu dan Nita!" Nila mempersilakan mereka duduk dan segera memanggil Ibu Susan.


Tak lama pun Ibu Susan menghampiri mereka, menyapa dan memberi salam kepada orang tua Juan. Ia terlihat sangat senang dengan Juan yang menepati janjinya.


Cellyna dan David berbincang dengan Susan sekedar untuk berkenalan, tak lama setelahnya Nita keluar membawakan mereka minuman tak lupa ia berdandan tipis, menyapa sopan kepada orang tua Juan.


"Apa ini calonnya sayang?" tanya Cellyna berbisik ditelinga Juan, ia terlihat senang melihat Nita tidak begitu buruk malah terlihat begitu cantik dan manis. Juan mengangguk memberi jawaban kepada Cellyna.


David tidak butuh basa basi lagi ia langsung saja beralih dengan tujuan kedatangan mereka, ia meminta Susan untuk memberitahu berapa mahar di minta dan kapan pelaksaan pernikahan, sebab tak ingin lagi mereka tunda takut Juan akan berubah pikiran lagi.


Juan tidak memberitahu kedua orang tuanya sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya dan Nita sehingga mereka percaya jika memang dengan tujuan Juan ingin menikah.


Selesai dengan pembahasan berapa mahar, dan kapan pelaksanaan pernikahan, langsung saja Juan dan kedua orang tuanya pamit pulang kepada Ibu Susan.

__ADS_1


Akhirnya kedua belah pihak sama sama merasa lega tinggal menunggu hari H nya.


__ADS_2