
"Apa kau sudah siap sayang?" tanya Hengky kepada Zahra.
Hari ini mereka melakukan sesi foto preweeding nya, sesuai yang mereka rencanakan saja.
"Sudah Tuan, ayo kita berangkat," balas Zahra menenteng tasnya.
"kalian hati hati yah sayang ku!" ucap Evelyn yang melihat mereka pergi.
"Iyah Mih, aku titip Ayu yah tegur saja nanti jika dia rewel" ucap Zahra.
"Ahh tidak apa Mami pasti menjaganya , Ayu tidak akan rewel kok " balas Evelyn mantap.
Hengky yang ingin menaiki mobilnya tiba tiba ingin turun lagi.
"Kenapa balik lagi sih?" tanya Evelyn mengerutkan alisnya.
"Ada yang lupa!" jawab Hengky menghampiri Evelyn dan Ayu.
"Apa lagi?" tambah Evelyn semakin membingungkan saja.
"Aku lupa mengecup pipi gemes!" ucap Hengky sembari mengangkat Ayu dan mencium kedua pipi.
"Jangan rewel yah sayang, Om tampan tidak lama nanti pasti cepat pulang!" bisik Hengky kepada Ayu.
Ayu mengangguk. " Om tampan jangan lupa beli eskrim buat Ayu!" balasnya memberi pesan penting.
"haha, oke sayang!" Hengky tertawa mengangkat jempolnya sembari berlari kembali masuk di mobilnya.
"Hm dasar anak ini!" omel Evelyn saat Hengky melajukan mobilnya.
"Kenapa Oma marah sama Om tampan?" ucap Ayu yang mendengar omelan Evelyn.
__ADS_1
"Oh tidak sayang, Oma tidak marah kok!" balas Evelyn mengendong Ayu dan membawanya masuk.
"Oma ayo main sama Ayu!" Ayu berlari untuk mengambil mainannya yang baru saja dibelikan kepadanya kemarin.
"Oke, Oma akan temani Ayu main!" seru Evelyn ikut dengan Ayu.
...----------------...
(Studio Foto)
...----------------...
"Ayo sayang kita turun" ajak Hengky membuka pintu mobil untuk Zahra.
"Iyah Tuan!" balas Zahra tersenyum seraya menuruni mobil.
Mereka langsung saja memasuki studio itu dan memberitahukan apa yang mereka inginkan disana.
Tak butuh waktu lama, tukang foto itu menyetujui dan menyuruh Zahra untuk disalon begitu pun dengan Hengky.
Hampir satu jam berada diruang salonnya, Zahra yang di dandan sesempurna mungkin, sungguh terlihat cantik sangat jauh berbeda saat ia tidak mengenakan polesan make up di pipi.
Hengky yang melihatnya tersenyum rasa bahagianya tak tertandingin.
Sangat beruntung sekali ia memiliki Zahra walaupun ia dinyatakan orang kedua dalam hidup Zahra.
"Kau sungguh cantik sayang, hatiku semakin terpikat padamu" puji Hengky kepada Zahra.
"Makasih Tuan?" Bisik Zahra sambil tersenyum.
Tukang foto pun segera memberi aba aba untuk memulai kegiatan memotret.
__ADS_1
Ada anggotanya yang mengatur cara mereka untuk berpose.
"Enjoy sayang jangan gugup!" bisik Hengky saat mereka disuruh berdekatan.
Zahra mengangguk dan terus memperhatikan dan mengikuti petunjuk oleh pemotret.
Padahal ide yang tersirat dipikiran Hengky sebenarnya ingin berfoto diluar studio seperti di taman atau di pantai.
Tapi karena mengingat waktu mereka yang akan sebentar lagi, rasanya sudah mepet sekali.
Ia pun mengurungkan idenya dan melakukan preweed yang seadanya saja, karena yang diinginkan Zahra adalah untuk dijadikan kenangan bukan untuk memperlihat kemewahan.
Begitu lamanya mereka melakukan berbagai banyak gaya dan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, tidak mereka sadari waktu yang mereka habiskan hampir setengah hari.
Selesai dengan pemotretan itu mereka langsung pulang karena merasa pegal dan capek, tak lupa Hengky membelikan eskrim untuk Ayu karena itu pesanan yang harus di turuti.
...----------------...
(Didalam mobil perjalanan pulang)
"Sayang aku sangat beruntung memilih mu, kau sangat cantik dan juga baik " ucap Hengky memegangi tangan Zahra sambil menyetir.
Zahra menoleh ke arahnya dan tersenyum.
"Aku juga beruntung karena kau pria yang di idam idamkan banyak wanita!" balas Zahra.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Hengky sambil mencium punggung tangan Zahra.
"Iyah karena kau itu langka, kebaikanmu kepada anakku belum tentu bisa dilakukan pria lain"
balas Zahra merasa senang dengan perlakuan Hengky kepada Ayu.
__ADS_1
"Iyah memang itu sifat yang ada dalam diriku lebih menyayangi anak kecil" ucap Hengky.
Zahra tak lagi menjawabnya ia kembali tersenyum serta terdiam tak tau apa lagi yang ia pikirkan.