Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 64 Merencanakan Pernikahan


__ADS_3

Nila yang mengambil alih untuk membawakan teh untuk mereka, sesaat memecahkan susana tegang setelah menjelaskan semua peristiwa yang terjadi kepada Nita dan Juan. "Ini tehnya silakan di minum!" ucap Nila meletakkan diatas meja napan yang berisi gelas dan beberapa hidangan sederhana, tak lupa ia mengangguk kepada Hengky dan Zahra.


"Silakan di minum, Ibu minta maaf belum mempersiapkan apa apa, tidak menyangka jika kalian pulang hari ini" ucap bu Susan menunjukan senyuman walaupun sebaliknya hatinya masih bersedih.


"Terimakasih bu, ini saja sudah cukup" jawab Zahra mengangguk kepada bu Susan. Beberapa detik keheningan seraya mereka meminum teh yang telah dihidangkan untuk mereka. "Jadi kapan rencanamu membawa orang tuamu kesini nak Juan?" ucap bu Susan memecahkan keheningan.


"Mungkin besok kami akan kesini lagi bu, biarkan dulu kami bicarakan nanti!" jawab Juan, ia juga harus memikirkan cara bagaimana untuk menjelaskan kepada kedua orang tuanya.


"Dengan senang hati kami akan menunggu kedatangan orang tuamu" balas Ibu Susan tersenyum. Ia bisa menilai jika Juan termasuk orang yang penyayang mungkin Nita tak salah pilih memilih Juan.


"Kalau begitu bu kami pamit pulang, maaf kami tidak bisa berlama lama ditambah juga sangat kelelahan" Hengky merasa sudah tak ada lagi yang perlu dibahas, tinggal orang tua Juan yang akan melanjutkan pembicaraan mereka ini.


"Ahh baik lah Ibu juga tidak bisa menahan kalian, terimakasih untuk waktunya datang kesini" Ibu Susan tidak bisa menghalangin mereka pulang karena ia juga harus berbicara dengan Nita.

__ADS_1


"Kami permisi dulu bu" ucap Juan memberi salam dan mencium tangan bu Susan. "Ya nak kalian hati hati!" jawab Ibu Susan. Hengky dan Zahra tak lupa berpamitan dengan Nila dan Nita, begitu juga Juan tak lupa pamit kepada calon istrinya. 😁


Lanjut!!


***


Sesampainya Kekediaman Juan.


CEKLEK!


Langkah Juan terhenti saat ia mendengar suara Papanya dari ruangan keluarga. Dengan santai ia menoleh kearah sumber suara itu. "Juan capek Pah, aku tidak punya tenaga untuk berdebat atau beradu mulut dengan Papa!" balas Juan dengan suara tinggi dan tidak menghiraukan lagi Papanya ia melanjutkan langkahnya masuk ke kamarnya.


"Benar benar keterlaluan anak itu ,udah besar malah melawanku!" Omelan Papanya kesal dengan omongan Juan padanya. "Sudah Pah, biarkan Mama saja nanti yang bujuk Juan, sekarang Papa tenang"ucap istrinya menenangkannya.

__ADS_1


Juan dan Papanya David Herman, sering beradu mulut dan kurang akrab. Juan sebagai anak pertama dalam keluarga dan ia mempunyai adik perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Bisa dibayangkan jarak usianya dengan adiknya sangat jauh.


Papa David bersifat keras dan disiplin, istrinya Cellyna kadang dibuat geram dengan sikapnya yang tidak ia suka sama sekali. Apa lagi Juan, ia sering beradu mulut dengan David, itu sebabnya ia tidak mau mengurus perusaahan Papanya ia memilih terpisah dari pada setiap hari dibuat emosi.


Beberapa waktu lalu Cellyna Mamanya Juan meminta supaya Juan mencari pasangan hidup yang bisa diajak menikah, Juan terbiasa berkenalan dengan wanita yang tidak sesuai dengan kriteria Cellyna, itu sebabnya mereka mencarikan jodoh untuk Juan sesuai dengan yang mereka inginkan.


Namun Juan tidak pernah setuju ataupun mau menikah, padahal di umurnya yang menginjak 28 tahun sudah bisa membentuk keluarga, itu salah satu yang membuat mereka cecokan terus dengan David setiap hari.


TOK-TOK-TOK!!


"Sayang, tolong buka pintunya sebentar sama Mama!" suara Cellyna terdengar mengetuk pintu kamar Juan. "Masuk saja Mah, belum dikunci!" sahutan Juan dari dalam yang sedang asyik dengan Hp-nya.


"Sayang, maaf Mama mengganggu mu, Mama cuman bilang kalau Papa meminta kamu supaya turun kebawah ada yang perlu kita bicarakan.!" Jelas Cellyna merayu Juan agar menurutinya. "Baik Ma Juan mau mandi dulu nanti aku nyusul , ada juga yang aku beritahu pada kalian" balas Juan kepada Mamanya dan beranjak untuk pergi kekamar mandi.

__ADS_1


Mamanya Cellyna tersenyum senang mendengar jawaban Juan padanya ia menarik nafas seraya mengeluarkannya sangat lega, lalu ia beranjak dari kamar itu


__ADS_2