Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Baju Baby Yang Sudah Dipersiapkan


__ADS_3

Evelyn tengah sibuk seharian ia sejak pagi melakukan aktivitas baik itu memasak dan membersihkan rumah.


Hari ini ia membersihkan segala keperluan calon cucunya yang akan sebentar lagi lahir kedunia.


Tadi pagi ia mencuci dan menjemur, setelah kering ia pun menyetrika semuanya agar Zahra tidak kewalahan jika sudah waktunya pergi kerumah sakit.


"Mami, Zahra boleh bantu sedikit yah?" ucap Zahra duduk di samping Evelyn yang sedang menyetrika.


"Tidak usah sayang bentar lagi siap kok," balas Evelyn menolak lagi.


"Apa Mami tidak capek?" Zahra sebenarnya kasihan kepada mertuanya sudah tua seperti itu pasti pinggang akan pegal jika terlalu banyak kerjaan.


"Tidak apa apa, Mami capek demi anakmu dan cucu Mami juga!" balasnya malah senyum dan menyemangati dirinya.


"Hem, oh yah Mih Ayu kemana?" tanya Zahra baru mengingat Ayu.


"Itu dikamar lagi bobo, mending kau kesana bangunin dan mandikan dia dulu ini sudah sore loh," ucap Evelyn tidak tega dengan perasaan Zahra jika semua pekerjaan tidak diperbolehkan padanya.


Pikir Evelyn memandikan Ayu dan menyuapi bukanlah pekerjaan berat Zahra bisa melakukan.


"Ya sudah deh Mih, aku mau bangunin Ayu dulu," Zahra dengan cepat berlalu menghampiri kamar yang ditepati Ayu.

__ADS_1


"Ayu sayang bangun nak, sudah sore ayo mandi," ucap Zahra membangunkan anaknya dengan lembut.


Ayu langsung terbangun tanpa banyak dramanya.


"Mommy?" suara berat Ayu terdengar menggemeskan.


"Iyah sayang ayo biar Mommy mandiin," Zahra duduk ditepi ranjang sambil mengelus elus rambut halus Ayu.


"Apa dede diperut Momy tidak sakit kalau mandiin Ayu?" ucapnya kepada Zahra sambil menyandarkan kepalanya dipaha Zahra dan mengecup perut buncit itu.


"Heheh, siapa bilang dede diperut Mommy sakit?" tanya Zahra lucu, ia terus mengelus rambut anaknya itu penuh dengan kasih sayang.


"Omah yang bilang ke Ayu Mom, Ayu tidak boleh manja sama Mommy karena dede Ayu nanti kesakitan didalam perut," jelas Ayu tak berbohong, apa pun yang diucapkan padanya selalu ia ingat.


"Ya sudah deh Mommy ayo mandiin Ayu," Ayu turun dari tempat tidurnya dan berlari kekamar mandi.


"Hati hati sayang jangan lari," teriak Zahra menegur, ia mengikuti Ayu kekamar mandi untuk segera dimandikan.


"Mommy izinkan Ayu main air dulu yah?" Ayu meminta kali ini untuk bermain dengan air di dalam bathtub yang tengah berisi busa yang sangat banyak.


Zahra mengangguk dan tersenyum, sudah lama sekali juga ia tak bermain main lagi dengan Ayu semenjak kehamilannya ini, kali ini ia sangat senang diperbolehkan memandikan Ayu.

__ADS_1


Sungguh bahagianya Ayu yang berada di dalam bathtub yang berisi busa itu.


...----------------...


...-----...


"Aahh akhirnya siap juga semuanya," ucap Evelyn tengah capek mengerjakan segela pekerjaannya.


Ia menyusun kedalam lemari khusus baju untuk calon bayi yang telah dipersiapkan sebelum lahiran.


Selesai mengerjakan semua, Evelyn bersantai sebentar merebahkan tubuhnya diatas kursi santai.


Suara Ayu yang tengah tertawa senang didalam kamar mandi membuatnya berdiri untuk melihat.


"Ada apa dengan mereka dikamar mandi itu?" tanya Evelyn sendiri seraya mengintipnya.


Disana ia melihat Ayu yang tengah bermain air busa di dalam bathtub dengan Zahra yang menciprat cipratkan air kearah Ayu.


Evelyn merasa tersentuh melihat kedekatan anak dengan seorang ibu itu.


Melihat mereka ia seakan mengingat masa masa mudanya saat Hengky masih kecil, ia juga melakukan hal yang sama seperti Zahra kepada Ayu.

__ADS_1


"Ohh God mereka sangat bahagia, semoga saja mereka tetap seperti ini," ucap Evelyn tersenyum mengelus dadanya sangat ikut bahagia melihat kebahagiaan itu didepan matanya.


__ADS_2