Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Kembali ke TKP


__ADS_3

Saat segala acara telah dilaksanakan berjalan lancar, kini para undangan telah meninggalkan tempat itu. Sepasang pengantin yang baru menempuh hidup barunya segera pulang tak sabar akan bulan madu yang manis🤣.


"Sayang kita tidak pulang?" tanya Hengky kepada Zahra yang masih asyik berbincang dengan Nila, Zahra merasa Hengky tengah mengantuk ia takut nanti Hengky tidak bisa menyetir jika sudah terlalu mengantuk, ia mengangguk paham. "Hm kita pulang Tuan terlihat sudah ngantuk, Nil kami pamit pulang yah!" ucap Zahra menarik tangan Hengky.


"Iyah Zah, kalian hati hati yah!" sahutan Nila sembari melambaikan tangannya untuk Zahra. Zahra membalas dengan senyuman sambil melangkahkan kaki dari tempat itu.


***


(Keesokan harinya setelah acara pernikahan selesai)


Hengky dan yang lainnya kembali beraktivitas setelah libur panjang, ia tak lagi mengadakan acara tahun baru karena semua telah mereka lakukan saat di puncak.


TING-TING-TING!!!


Dering hp terdengar berbunyi memberhentikan Hengky yang sedang fokus dilayar Monitornya, ia meraih hp-nya dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Hm ada apa sayang?" ucap Hengky mengangkat telepon Zahra. "Tuan, aku ingin pergi sebentar, Ayu mengajakku ketemu!" sahutan Zahra, sejak saat mereka sedang berlibur Ayu menghubungi Zahra terus meminta untuk bertemu, namun karena Zahra tengah sibuk berlibur ia tak mengangkat telepon Ayu.


Ayu tidak putus asa hari ini ia telepon kembali Ibunya dan akhirnya Zahra mengangkat.


"Siapa yang akan menemanimu pergi sayang?" tanya Hengky cemas jika Zahra pergi sendiri kesana.


"Kalau Tuan sibuk ya aku pergi sendiri saja" jawab Zahra.


"Jangan pergi sendiri atau aku menyuruh Vicky mengantarmu!" tegas Hengky tidak mengizinkan Zahra pergi sendiri.

__ADS_1


Zahra berpikir bukan anak anak lagi yang harus di jaga terus, ia kepengen hari ini membawa Ayu jalan jalan dan berbelanja tanpa ada yang akan menggangu.


"Tidak apa Tuan aku pesan Grab saja jalanku sendiri" ucap Zahra menolak perkataan Hengky.


Hengky menghembuskan nafasnya kasar, ia terlihat geram sendiri mendengar Zahra keras kepala. Sudah lagi pekerjaan dikantor menumpuk ditambah ini itu semua beradu didalam otak Hengky.


"Baiklah kau boleh pergi tapi ingat cepat pulang, kalau terjadi apa apa hubungi aku!" memberi perintah untuk tidak di bantah.


"Siap pak Bos!!" jawab Zahra bersorak hore.


Dengan gembira Zahra pun segera berganti pakaian dan menghubungi kembali Ayu bertanya dimana ia menjemput Ayu.


***


(Sedang bertelepon dengan Ayu)


"Ya sudah sayang, tunggu Ibu datang yah?" jawab Zahra menunggu Grab yang ia pesan.


Sambungan telepon TERPUTUS.


Beberapa saat setelah Zahra menunggu, akhirnya Grab yang ia pesan datang, langsung saja ia dibawa ketempat tujuannya.


***


(Sampai didepan rumah kenangan Zahra)

__ADS_1


Zahra berdiri mematung melihat bangunan rumah yang penuh kenangan dengannya, seakan memori memori masalalunya kembali berputar mengingat kejadian yang ia alami, senang dan sedih nya masih tertinggal disini.


Setelah ia lama berdiri kini dia tersadar segera meraih hp-nya dari dalam tasnya dan menghubungi Ayu.


"Sayang, ibu sudah didepan rumah ayo keluar!" ucap Zahra dibalik telepon Ayu. "Ibu tidak pengen masuk dulu?" tanya Ayu ingin sekali ibunya sehari saja ada dirumah itu ia ingin mengenang masa masa bahagia bersama Ayah dan ibunya.


"Tapi sayang, Ibu tidak ingin ketemu Ayah kamu!" tolak Zahra satu hal yang tidak ia suka jika bertemu Fano akan menjadi masalah.


"Demi Ayu bu?" mohon Ayu membujuk Ibunya supaya mengikuti kemauannya. "Ya sudah baik, tapi Ibu hanya sebentar, oky!" Zahra mau tidak mau tetap ingin mengikuti kemauan Ayu, rasa sayangnya terhadap Ayu begitu besar anak satu satunya yang ia miliki.


(Singkat cerita pun Zahra sampai di depan pintu rumah)


"Ibu.....!" Seru Ayu menyambut ibunya ia berhamburan dalam pelukan Zahra. Rindu yang sama sama besar terhadap Ibu dan anak tidak bisa terkikis diwaktu yang singkat, Zahra menggendong Ayu dalam pelukannya mencium lembut penuh kasih sayang.


Fano pun mengetahui kedatangan Zahra, dengan senang hati ia menyambut Zahra penuh kegembiraan.


"Zahra!" seru Fano tersenyum kearah Zahra. "Ehh mas Fano!" balas Zahra dengan raut wajah tak bersahabat seketika tawanya pun menghilang.


"Kita masuk dulu kedalam" ajak Fano mempersilakan Zahra. "Tidak usah lagi mas, aku mau bawa Ayu jalan jalan dulu!" tolak Zahra sama sekali tidak mau termakan dengan omongan Fano.


"Sebentar saja!" ajak Fano sekali lagi. "Iyah bu kita masuk dulu?" sahut Ayu setuju dengan Ayahnya. "Hm baik Ayu!" Zahra lagi lagi ngikut dengan Ayu, dengan terpaksa ia masuk.


Niat Fano menginginkan Zahra kembali lagi dengannya hidupnya yang kesepian saat istri keduanya meninggalkannya dan keadaannya yang telah jatuh miskin.


Zahra melihat sekeliling ruangan rumah, sudah sangat jauh berbeda saat dia masih berada di sana. Hawa rumahnya menjadi gelap semua barang barang berserakan tak beraturan lagi.

__ADS_1


Hatinya sedih namun ia juga membenci Fano jika mengingat kejadian yang pernah diperbuatnya dengan Zahra.


__ADS_2