
(Mami Evelyn menghubungi Hengky)
"Hallo sayang disini kami telah mempersiapkan kebutuhan untuk pernikahan kalian, tidak sabar deh kalian cepat datang!!" Evelyn sangat bersemangat memberitahukan kepada Hengky yang telah mereka persiapkan disana.
"Ahh ya Mih thank's yah, Hengky sangat senang mendengarnya!" Hengky pun tak lain suasana hatinya begitu senang dengan ucapan Evelyn.
"Jadi kapan kalian kemari sayang?" tanya Evelyn yang tidak sabar.
"Rencana dua hari lagi kami berangkat Mih, biarkan dulu aku memberitahukan ini kepada karyawan karyawan kantorku! Ucap Hengky menjelaskan kepada Evelyn.
"Ohh begitu sayang, oke lah Mami akan mempersiapkan segalanya untuk menyambut kalian datang", Evelyn pun telah banyak ide diotaknya untuk memeriahkan pernikahan anaknya itu.
"Mih, Hengky sangat bersyukur memiliki orang tua seperti kalian selalu mensport aku walaupun seberat apa pun, terimakasih Mih!" Hengky merasa terharu mendengar semuanya dari Evelyn, perasaan bahagia dan terharu bercampur aduk dalam diri Hengky.
"Eehhmm tidak perlu ngada ngada, sudah deh ini juga memang kewajiban kami mensport rencana baikmu sayang!" Balas Evelyn pun tersenyum haru.
"Kau jangan pikirkan yang aneh aneh dulu, semua yang kalian butuh dalam perjalanan jangan lupa disiapkan sayang!" Kembali Evelyn berbicara supaya tidak terbawa suasana dengan haru nya.
"Siap Mih, yasudah Hengky sibuk saja nih Mih nanti aku telepon lagi yah!" ucap Hengky mengakhiri karena memang masih banyak kerjaannya.
(Menutup Telepon)
__ADS_1
(Kembali bekerja dilayar Monitornya)
Hengky pun melanjutkan pekerjaannya setelah mengakhiri sambungan teleponnya, sudah menjelang siang pun ia baru ingat jika ia telah membawa surat undangan untuk dibagikan kepada karyawannya.
"Ohh astaga, kok aku sampai lupa begini sih, aakhhh!!!" ucap Hengky menyalahkan dirinya sendiri saat ia melihat surat undangan itu didalam tasnya.
Cepat cepat ia menghubungi Vicky menyuruhnya untuk menghadap diruangannya.
"Ada apa Tuan memanggil ku?" tanya Vicky setelah sampai diruangan Hengky.
"Ada tugas untukmu Vic!" balas Hengky meraih semua surat undangan itu dari dalam tasnya.
"Apa ini Tuan?" tanya Vicky lagi lagi bingung.
"Baca Vic jangan tanya tanya mulu!" jawab Hengky kembali fokus bekerja.
Disana Vicky berdiri terdiam sembari membaca isi surat undangan itu.
"Tuan menikah dengan Non Zahra?" Ucap Vicky setelah membacanya.
"Iyah betul, tolong disebarkan yah!" balas Hengky tersenyum.
__ADS_1
"Oke Tuan, siap!" Vicky segera enyah dari sana tidak ingin bertanya lagi ia takut dibentak oleh Hengky ia hanya cukup menurut apa yang diperintahkan padanya.
Vicky berjalan menuju ruang ruangan karyawan disana sambil melirik lirik surat undangan itu.
"Hm, tuan Hengky mau nikah tapi surat undangannya tak ada foto preweeding nya?" batin Vicky membolak balik surat undangan itu.
Walaupun segudang pertanyaan Vicky pun namun ia tetap membagikan surat undangan itu dan memberitahu jika itu dari Bos mereka yang mau nikah lagi.
Mereka pun yang menerima surat undangan itu tak lupa membuka ruang gosip, mereka bercerita ini itu fakta maupun bukan mereka pun terus gosipin.
Mereka juga salah satu karyawan tidak berakhlak, sudah diberi kerjaan yang baik eh malah menggosipi Bosnya, dasar yah emang warga +62 dikit dikit menggosip.
😣😣😣😣😣😣
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Buat semua yang masih menunggu up episode baru, semangat yah membacanya dan jangan lupa Like dan Vote biar author pun senang!!!"
(Salam dari penulis)
~ Gadis Nias ~
__ADS_1