Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Sibuk!


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu Zahra yang sudah sangat lemas dan tidak kuat, pada pagi hari itu ia meringis kesakitan disekitar pinggang dan betisnya.


"Dad,, !" suaranya begitu lemah dan tiap malam jika tidur hanya menyandarkan punggung dibeberapa bantal dikursi santai.


"Ada apa sayang?" Hengky tidak pernah jauh jauh darinya ia selalu siap siaga 24 jam menemani.


"Mommy sudah tidak kuat, pinggangku sakit sekali," ucap Zahra menutup mata seraya menikmati rasa sakit itu.


"Apa yang harus Daddy lakukan sayang?" Hengky berusaha semampunya melakukan yang terbaik walaupun ia masih tidak tau harus berbuat apa.


"Kita kerumah sakit lagi yah Dad, kalau bisa lahiran hari ini Mommy siap," ucapnya meminta.


Hengky kebingungan ia menggaruk kepalanya memalingkan wajahnya kesana kemari.


"Ehm Mommy tenang dulu disini, Daddy mau ngomong sama Mami dan Papi dibawah," Hengky segera berlari melewati anak tangga itu, hatinya sangat cemas selain orang tuanya tidak ada lagi tempatnya untuk bertanya.


"Ada apa sayang kenapa buru buru banget?" tanya Evelyn melihat Hengky seperti sedang dikejar setan.


"Mih siapkan baju bayinya hari ini kita bawa Zahra kerumah sakit dia sudah tidak bisa melawan rasa sakitnya," ucap Hengky menjelaskan.


"Ohh ya Tuhan, oke sayang serahkan sama Mami semua kau tinggal urus Zahra saja!" balas Evelyn panik, ia segera memungut pakaian baby itu dari lemari yang sudah ia siapkan.


"Pih bantu Mami dulu gih," teriak Evelyn kepada suaminya yang kebetulan sudah datang karena mendengar kabar gembira ini.


Velyx pun segera menyiapkan kebutuhan untuk pergi agar disana nanti semua sudah disiapkan tanpa bolak balik kerumah.


Hengky kembali berlari melewati tangga untuk menjemput Zahra.

__ADS_1


"Sayang ayo Daddy bantu ganti pakaian sekarang kita pergi," tak lupa juga Hengky menelepon Dokter yang menanganinya sehingga ia berani untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


"Apa Daddy sudah menghubungi Dokter?" sudah sayang dan Dokter menyarankan untuk datang.


Zahra mengangguk paham ia segera dibantu oleh suaminya berganti pakaian sebelum mereka berangkat.


Evelyn dan Velyx ikut sibuk menyiapkan segala kebutuhan dengan cepat mereka menyelesaikannya.


"Apa sudah siap Mih? Ucap Hengky yang sedang menggandeng istrinya.


"Sudah sayang, nih semua barangnya kita langsung saja," balas Evelyn sudah tidak sabar.


"Pih urus Ayu dulu, nanti kalau sudah lahiran baru datang bawa Ayu,"saran Evelyn agar Ayu tinggal karena disana mereka nanti akan sibuk.


"Siap Mih, kalian hati hati yah," tanpa banyak komentar Velyx pun nurut tinggal dirumah bersama Ayu.


"Iyah nak, Papi akan mendoakan kalian," balas Velyx memegang bahu anaknya seraya memberi semangat dan doa.


...----------------...


...----------------...


"Sabar yah sayang Mommy tahan, perjalanan kita tidak lama kok," ucap Hengky menenangkan Zahra sambil memeluk dan mengelus elus perut istrinya.


Zahra mengangguk angguk saja tidak kuat lagi untuk berbicara ia bersandar dibahu suaminya sambil memeluknya.


"Vicky cari jalan pintas saja yah biar cepat," Hengky sengaja memerintahkan Vicky untuk mengantar mereka karena Zahra yang sudah sangat lemas Evelyn tidak kuat menahan jika ia bersandar.

__ADS_1


"Baik Tuan, " balas Vicky sambil menoleh kebelakang.


...----------------...


(Sesampainya di RS)


"Ayo sayang turun pelan pelan," Zahra dibawa turun bersama suaminya untuk segera melakukan proses melahirkan.


Dokter yang menanganinya segera memerintahkan asisten dan suster untuk mengurusnya.


Fasilitas ruang persalinan yang modern dan lengkap khusus SIVP dan VIP, serta ruang operasi yang lengkap dengan peralatan canggih dan pelayanan terbaik.


Para Dokter ahli yang bekerja dalam bidang pengoperasian persalinan segera melakukan tindakan agar Ibu dan bayinya selamat.


Selesai dengan pemasangan infus dan segala macamnya dan semua surat surat yang perlu disetujui oleh keluarga atau suami telah disiapkan.


Zahra merasa tegang dan gugup saat mulai memasuki ruang operasi baru kali ini ia melahirkan diruangan yang berbeda.


Lahir secara caesar tanpa ditemani oleh suami membuatnya semakin takut tangan yang bergetar dan dingin serta mengeluarkan keringat.


Dokter Dokter pun segera melakukan kegiatan mereka mulai dari suntik bius dan sebagainya.


"Sayang mudah mudahan Zahra kuat yah," ucap Evelyn yang mulai khawatir.


"Dia pasti baik baik saja Mih, Tuhan menyertainya.


Hengky tidak mau panik atau gugup dan takut ia menenangkan diri namun tak lepas untuk memanjatkan doa untuk sang istri.

__ADS_1


__ADS_2