Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 53 Bersikap Dingin


__ADS_3

Nita berlalu dari sana, mata cowok cwok yang berderetan disana tak lepas memandang Nita sampai jauh. "Dia siapa bro?"tanya salah satu pria yang melihat Nita.


"Aku juga tidak tau, yang pasti dia itu temen perempuan yang terhanyut tadi," jawab pria yang menyelamatkan Zahra tadi.


"Kalau loe kesana gue nitip salam bro," ucap pria itu lagi.


Pria yang di panggil Nita tadi berdiri dari duduknya untuk menghampiri Zahra.


***


Perlombaan masih berlanjut, Nita dan Zahra tak lepas untuk menyaksikan sambil berteriak, bertepuk tangan dan tertawa.


"Untuk apa kau memanggilku?" tanya pria itu yang tiba tiba sudah duduk disamping kursi Zahra, ia bersandar di bahu kursi dengan menyilangkan tangan di dadanya melipat kakinya dan pandangan mata yang tertuju di depan.


Zahra kaget mendengar suara orang yang tiba tiba ada di sampingnya.

__ADS_1


"Oh God, sejak kapan kau ada disini?" suara Zahra meninggi dan terkaget saat ia menoleh kesampingnya ada seorang pria.


Pria itu hanya diam memandangi Zahra dan menurunkan kakinya. "Bukankah kau memanggilku?" balas pria itu lagi masih kelihatan cuek dan misteri.


"Iyah, tapi aku belum melihatmu datang," jawab Zahra dengan suara terbata bata.


"Lalu mengapa kau memanggilku, kenapa kau tak mendatangiku jika kau butuh aku!" masih dengan posisi yang memandang kedepan, ia berbicara dengan Zahra tanpa menoleh sedikit pun.


Zahra sedikit gugup bersampingan dengan pria itu, terlihat serem namun berwajah tampan. "Huh ini orang dingin banget, sedingin es salju pula bisa dijadikan pembeku hihi" batin Zahra tiba tiba tersenyum jahat. "Kenapa malah kau memandangiku seperti itu!" suara pria itu terdengar kembali saat ia melihat Zahra memandangnya tak bergeming. "Maaf, sungguh aku minta maaf tidak mendatangimu disana karena kaki sedang sakit tadi keseleo" ucap Zahra basa basi supaya pria itu terlihat santai sedikit.


Pria itu diam sesaat sambil melihat dibawah kaki Zahra, dan sepertinya tidak ada yang memar terlihat, ia tersenyum sinis tau jika Zahra berbohong. "Terus terang saja, kau mau bilang apa padaku?" tanya pria itu kembali.


"Hm, dengan senang hati aku menolong, sudah lupakan saja!" balas pria itu seakan akan kejadian yang baru terjadi sudah lebih dari 5 tahun yang lampau seperti telah hilang di ingatannya.


Zahra jadi mati kutu tak punya akal lagi untuk berbicara dengan pria dingin itu. "Rasanya ingin mencabik cabik bibirnya supaya ngomong lebih banyak" batin Zahra lagi sebel dengan sikap pria itu.

__ADS_1


Nita yang berada di situ diam diam curi curi pandang kepada pria itu, sepertinya ia mengagumi akan ketampanannya.


***


Perlombaan hampir selesai dan sebentar lagi akan beristirahat setelah itu untuk menunggu pergantian tahun mereka menyalakan Api Unggun dan Kembang Api.


Semua kembali tak sabar ingin segera bersenang senang untuk menyambut itu.


Hengky terhenti sesat sembari memandangi tempat dimana Zahra sedang duduk. Api cemburu seketika menyelimutinya saat ia melihat Zahra tengah berbincang dengan pria duduk berdekatan.


Ia melangkah menghampiri Zahra dan pria itu. Wajah Hengky sama sekali tak bersahabat bisa dilihat jika ia memang tak menyukai pria itu berdekatan dengan Zahra.


Zahra yang melihatnya datang menyambut dengan senyum manisnya. "Eh sayang apa lombanya sudah siap?" Ucap Zahra kepada Hengky yang terlihat wajahnya yang memerah. Sengaja Zahra memanggilnya kata sayang karena disana masih ada pria itu.


"Sudah!" jawab Hengky singkat dengan wajah tegap. "Oh begitu" ucap Zahra kebingungan melihat sikap Hengky tiba tiba dingin sama seperti sikap pria yang sedang berada di sampingnya itu juga. "Waduh ini kenapa semua pada bersikap aneh, apa yang merasuki pria pria ini?" batin Zahra tak terima dengan sikap itu. "Ayo ikut aku!" dengan tiba tiba saja Hengky meraih tangan Zahra dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


Zahra menoleh kebelakang seraya berjalan meninggalkan pria itu dan Nita, pria itu yang melihat kaki Zahra berjalan dengan baik ia tersenyum menyindir, Zahra yang menyadarinya tersenyum bodoh menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Hengky terus berjalan bersama Zahra menuju tempat perapian Api Unggun yang telah dinyalakan, disana juga sudah banyak orang bermain dengan mercun terlihat sangat menyenangkan disana. Zahra mulai ketakutan melihat sikap Hengky tiba tiba berubah seperti Serigala lapar seakan akan Zahra menjadi mangsanya.


__ADS_2