
Sore itu Nila cepat pulang dari kantor karena telah disuruh Hengky untuk bertemu dengan Zahra.
Zahra yang sudah tiga hari belum mau bicara dengan Hengky biasanya sore sebelum Hengky pulang ia masuk kamarnya.
"hei Zah?" Nila melambaikan tangannya kepada Zahra setelah sampai pagar rumah Hengky.
"eh Nil, ayo masuk!" ucap Zahra menoleh melihat diluar.
"sedang apa Zah?" Ucap Nila menghampiri Zahra.
"aku lagi bersih bersihin bunga bunga ini Nil udah banyak debunya, eh ayo masuk!" jawab Zahra dan membawa Nila masuk kedalam rumah.
"oke!" Nila mengikuti Zahra masuk.
Keakraban mereka sangat baik setelah bersama dua minggu, Nila menjadi teman yang baik kepada Zahra.
"tumben Nil kau cepat pulang?" tanya Zahra mendudukan tubuhnya diatas sofa.
"iyah Nih, tadi pekerjaan dikantor tidak banyak makanya aku sempatkan diri dulu buat ketemu kamu!" ucap Nila pura pura saja.
"oh begitu Nil, tunggu bentar yah aku buatkan kau teh dulu!" kata Zahra berdiri dari duduknya pergi kedapur.
"tidak usah lagi Zah, kalau aku mau minum nanti aku ambil sendiri!" saat Zahra hendak kedapur Nila menahannya.
"oke asalkan kau benar!" jawab Zahra kembali duduk.
"ayo cerita dulu, aku rindu banget ngobrol sama kau Zah" Nila memulai percakapannya basa basi.
"hm sama dong Nil, oh iyah bagaimana hubungan kalian Viky apa baik baik saja?" tanya Zahra
__ADS_1
"oh tentu baik dong Zah, kita masih aman. Kau gimana sama tuan?" Nila pura pura tidak tau masalah diantara Hengky dan Zahra.
Zahra yang posisi duduknya miring menghadap Nila saat ia mendengar pertanyaan Nila mengenai hubungannya dengan Hengky, ia memperbaiki posisinya menghadap kedepan.
"kenapa Zah?" tanya Nila masih berpura pura.
"hm tidak Nil, hubungan kami lagi tidak baik baik saja!" ucap Zahra pelan dan sedih saat Nila bertanya.
"ada apa Zah, cerita padaku hubungan kalian kenapa?" tanya Nila lagi masih pura pura kaget mendengarnya.
"tuan sepertinya punya perempuan lain di kantor Nil, apa kau tidak tau?" Zahra kembali tidak bersemangat menceritakan itu.
"dari mana kau tau, aku saja setiap hari dikantor tidak pernah tuh melihat tuan Hengky bersama perempuan lain Zah!" ucap Nila mulai menjelaskan.
"masa iyah Nil, tapi kemarin aku keruangannya mendapati dia berdua sama perempuan lain Nil!" suara Zahra mulai terbata bata memberitahukan Nila.
"oh yaampun Zah, kau salah itu bukan selingkuhannya tapi dia cuman karyawan baru kami!" pura pura teringat lalu ia menjelaskannya kepada Zahra.
"tentu saja aku yakin, karena tuan yang memintaku untuk memanggilnya. Terus kemarin itu juga ada aku baru saja keluar pas kau datang!" jelas Nila.
"hmm,, tapi perempuan itu lagi memegang bahu dan kepala nya tuan Nil!" memberitahukan Nila apa yang dia lihat.
"iyah, tuan sedang sakit kepala dan bahunya pegal, aku juga disuruh membelikan obat untuk tuan!" menjelaskan secara detail supaya Zahra percaya.
"berarti aku salah paham Nil!" baru menyadari kecemburuannya.
Nila menjelaskan secara pelan pelan kepada Zahra apa yang terjadi dihari itu waktu dia mendatangi kantor mereka.
Zahra bukan lagi remaja ataupun ABG dia dewasa jadi dia mengerti dan paham atas penjelasan Nila padanya.
__ADS_1
Sampai Zahra pun tak menyadari diluar Hengky sudah datang.
"coba kau lihat diluar siapa yang datang!" ucap Nila menunjuk diluar pintu.
Zahra menoleh dan melihat di luar, ia terkejut saat Hengky telah berada diluar pintu sejak tadi.
Dia berdiri didepan pintu dengan senyuman yang terlihat di bibir Hengky, satu buket bunga besar ditangan kiri dan berbagai macam coklat terhias di tangan kanan Hengky.
"apa kau masih marah padaku sayang?" ucap Hengky melangkah masuk.
Zahra terwow melihat itu dia berdiri menunggu Hengky menghampirinya.
"katakan padaku sayang, apa kau masih marah denganku?" tanya Hengky menatap lekat wajah manis Zahra.
"tidak tuan, Nila telah menjelaskannya semua padaku!" jawab Zahra menunduk tersenyum malu dan menautkan kedua tangannya diperut.
wajah Hengky kembali berseri melihat senyuman di wajah Zahra yang beberapa hari ia tak lihat.
"apa kau memaafkanku sayang?" ucap Hengky tak sabar untuk memeluk Zahra
"hem!" Zahra menjawab dengan deheman menganggukkan kepala malu malu.
"terimakasih sayang, terima ini untuk ucapan maafku !" memberikan bunga dan coklat kepada Zahra.
Zahra memandang wajah Hengky dan tersenyum ia meraih bunga dan coklat itu dengan gembira.
"terimakasih tuan!" ucap Zahra.
Hengky mengangguk tersenyum mendekati Zahra membuka kedua tangannya untuk memberi pelukan untuk Zahra.
__ADS_1
Tanpa ragu lagi Zahra berhamburan dalam pelukan itu, ia juga merindukan pelukan, senyuman dan perhatian dari Hengky.
Nila yang menyaksikan mereka juga merasa senang melihat Hengky dan Zahra telah baikan kembali.