Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 31 Cinta di warung Bakso


__ADS_3

"Vik, kita cari makan dulu jangan langsung pulang!"


ucap Zahra saat mereka berlalu pergi dari kebun binatang.


"Non mau ingin makan dimana?" tanya Viky.


"ahhh bagaimana kalau makan bakso saja deh Zah, adakan yang jual jual di pinggir jalan!" usulan ide dari Nila.


"oh ide bagus Nil, ayo Vik cari bakso yang di pinggir jalan saja!" ucapan Zahra menyuruh Viky.


Mereka keluar dari kebun binatang ingin pulang namun Zahra masih tidak ingin balik kerumah dia masih ingin berlama lama karena di rumah merasa membosankan.


"oke, mari kita cari tempat yang lebih bagus dan bakso yang enak!"


ucap Viky membelok arah mobilnya mengikuti apa yang Zahra dan Nila bilang.


20 menit berlalu mereke mencari tempat penjual bakso yang mereka suka, Viky berhenti di pinggir jalan yang disana ada pedagang bakso.


"pak, bakso tiga yah!"ucap Zahra kepada pak pedagang itu.


"baik Neng, kalian duduk dulu biar saya buat!" jawab dari pedagang itu.


Sepuluh menit mereka menunggu karena bukan hanya mereka yang mampir disana ada juga yang telah duluan jadi mereka harus bersabar.


"ini Neng, silakan di nikmati!" pedagang itu meletakkan diatas meja satu persatu mangkok yang berisi bakso itu.


"terimakasih pak!" jawab Nila dan Viky bersamaan.


Mereka saling memandang saat mengucapkan kalimat yang sama.


Nila yang diam diam mulai mempunyai perasaan kepada Viky karena kebersamaan mereka setiap hari ia lama lama menyukai sikap Viky yang memperlalkukannya dengan baik.

__ADS_1


Zahra yang melihat curi curi pandang mereka ia mengerti dan pikirnya akan lebih baik dari sekarang Viky mengungkapkan isi hatinya kepada Nila.


"eh Nil, aku tinggal sebentar yah mau ketoilet !" ucap Zahra pura pura kebelet pipis ingin ke toilet.


"oh iyah Zah, jangan lupa cepat pulang!" jawab Nila mengingatkan!"


"oke siap! Zahra beranjak dari duduknya dan mengedipkan mata kepada Viky untuk memberi isyarat.


Viky yang memperhatikan gerak gerik Zahra tersenyum dan pasti mengerti maksud itu.


"pak toiletnya dimana?" tanya Zahra kepada penjual bakso itu.


"oh disini neng, lewat situ saja nanti disana ada tulisan toiletnya!" jawab penjual bakso itu menjelaskan.


Zahra mengangguk mengerti dan pergi menuju toilet yang di beritahukan pak pejual bakso padanya.


Zahra meninggalkan mereka berdua, Nila tampak malu malu tidak berani berhadapan dengan Viky, ia sesekali menyuap baksonya tapi pandangan nya diluar.


Keheningan terjadi saat mereka tinggal berdua.


"Nil,,,!" kata Viky memulai mengobrol dengan Nila yang sedang menikmati baksonya


"ehm,, iyah ada apa?" Nila mengangkat wajahnya dan memandang Viky.


"ehm,,, aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" ucap Viky malu malu.


DEG


"oh,, ehm ,,, iyah apa itu!" Jantung Nila mulai bergerak tidak stabil ia seakan akan kesetrum mendengar ucapan Viky padanya.


"aku,,,!" Viky memberanikan diri meraih tangan Nila dan memegangnya lembut.

__ADS_1


"aku,, sebenarnya sudah lama jatuh hati padamu Nil, aku tidak bisa memedam ini lama aku harap kau mengerti dan mau menerimaku!" ucap Viky terbata bata.


Nila merasa tangannya keringat dingin di dalam genggaman Viky, jantungnya semakin hebat berdetak saat mendengar apa yang di ungkapkan Viky.


"aduh, ehm, tapi Vik.....!" suaranya terhenti saat Viky memotong ucapannya.


"aku hanya menunggu jawabanmu Nil, mau atau tidak menerimaku!" ucap Viky cepat sebelum Nila melanjutkan ucapannya.


"hmm,,,,baiklah! Aku menerimamu Vik tapi ku harap kau menyukaiku dengan apa adanya saja. !!!" jawaban Nila yang sejak tadi di tunggu tunggu oleh Viky.


Viky tersenyum senang mendengar jawaban Nila, ia mengangkat tangan Nila dan mencium punggung tangan yang putih mulus itu.


"makasih yah Nil, aku janji akan setia dan berharap hubungan kita nanti sampai di pelaminan.!" ucap Viky dengan semangat.


Nila tersenyum bahagia dan mengangguk, dia merasakan cinta yang tumbuh berbunga bunga di hatinya untuk Viky.


Zahra yang menyaksikan mereka di balik tirai tertawa senang,"uhh so sweet!" batin Zahra.


akhrinya yang ia inginkan untuk mempersatukan Nila dan Viky telah berhasil.


"yesss.....! Akhirnya mereka jadian yeheheh!!! aku harus kabarin ini ke tuan hihi!!!!"


ucap Zahra gembira di balik tirai itu.


Tak hanya dia yang menyaksikan itu, pak penjual bakso dan orang disekitarnya juga menyaksikan itu.


Nila dan Viky kaget dan tertawa malu saat orang orang bertepuk tangan ikut gembira.


"yeeeh,,, selamat ceweknya menerima.!" ucapan seseorang yang sedang menyaksikan itu.


"hahahah!!!" Viky dan Nila tertawa dan memandang sekeliling dimana orang banyak yang menyaksikan mereka.

__ADS_1


__ADS_2