
Akhirnya mereke sampai setelah menempuh jalan lebih dari setengah hari, semua pada lelah dalam perjalanan ditambah jalan yang melewati gunung, macet, jalan tidak bagus dan melewati pekolan mati.
Perjalanan seru namun melelahkan.
"Zahra sayang, hei bagun yuk kita sampai!" membangunkan Zahra yang telah tertidur diperjalanan.
Beberapa kali pun Hengky membangunkan Zahra namun tak bangun.
Mungkin sangat kelelahan makanya tak sadar saat dibangunin.
Teman teman mereka yang lainnya satu persatu turun dan mengambil barang barang mereka.
Hendak Hengky menggendong Zahra karena masih tidak bangun namun tiba tiba ia terbangun juga.
"ehm, apa kita telah sampai tuan?" tanya Zahra sambil menggosok matanya.
"sudah sayang, ayo kita turun!" ajak Hengky meraih tangan Zahra dan turun dari dalam bus.
Zahra beranjak dari duduknya menoleh melihat kebelakang ia mendapati Viky dan Nila tengah tertidur, juga Zahra menoleh kesamping begitu pun dengan adik Nila yang ikut tertidur.
"tunggu dulu tuan, mereka tertidur biar aku bangunkan dulu!" memegang pipi Nila membangunkannya.
"Nil bangun yuk, kita sudah sampai. Ayo bangun Nil!!!" ucap Zahra membangunkan.
Zahra yang beberapa kali membangunkan Nila akhirnya ia terbangun membuka matanya.
"eh Zah kenapa, apa kita telah sampai?" tanya Nila bingung melihat diluar jendela bus sudah gelap.
__ADS_1
"sudah, ayo kita turun!" ajak Zahra menarik tangan Nila.
"kalian turun duluan saja Zah, biar aku bangunin Viky dan adikku dulu" ucap Nila.
"yaudah, kami duluan yah?" pamit Zahra memegang tangan Hengky keluar dari dalam bus.
***
Pemandangan yang sangat indah dan sejuk di depan mereka terlihat gunung yang sangat tinggi dan dikaki gunung nya begitu banyak tanaman teh yang menambah kehijauan gunung itu.
Dari sebelah kiri gunung terlihat air yang mengalir dari atasnya, katakan saja seperti air terjun juga terlihat begitu indah.
Dan jalanan yang membentuk tanjakan dari kaki gunung sebelah kanan.
Tempat itu sungguh sangat nyaman dan sejuk hawa dinginnya menembus dalam kulit.
"iyah sayang tempat ini sungguh menyenangkan, besok kita akan pergi di kaki gunung yang ada tanaman teh itu" ajak Hengky kepada Nila.
di seberang jalan sebelah kanan kaki gunung disana terdapat sebuah Villa yang lumayan sangat besar.
Hengky telah menyewa tempat itu untuk tempat mereka sementara, disana telah tersedia pelayan.
Namun Hengky telah menyiapkan segala makanan mereka jadi pelayan Villa itu di suruh untuk memasak makanan mereka selama beberapa hari.
"Zah, kau mau ikut masuk ke Villa atau menunggu Nila disini?" tanya Hengky
"ehm tuan duluan dulu aku tunggu Nila disini" suruh Zahra karena masih belum puas melihat pemandangan itu.
__ADS_1
"yaudah!" Hengky berlalu ke Villa untuk melihat kamar kamar Vila itu.
disana sudah mulai banyak teman teman dari mereka memasuki Villa dan mencari kamar untuk mereka sendiri.
Villa yang sangat besar mempunyai tiga lantai.
lantai dasar ada sebuah aula yang lumayan besar untuk tempat berkumpul, dan di sebelahnya terdapat ruangan mungkin saja tempat untuk makan karena kursi dan meja ada disana.
Sementara di lantai dua dan tiga terdapat pintu pintu kamar, kamar yang sangat luas memiliki tiga ranjang dan satu kamar mandi di dalamnya.
Hengky menaikki lantai 3 disana ia memilih kamar dan disebelahnya di pesankan untuk Zahra nanti.
**
"hei Zah, tunggu kami!" suara Nila terdengar dari bawah berlari menghampiri Zahra.
"ayo Nil, kita ke Villa" ajak Zahra saat mengetahui Nila datang.
Viky, Nila dan adiknya Nita menghampiri Zahra yang berada diatas pegunungan yang tidak begitu tinggi, selain mereka disana teman teman yang lain berlalu lalang disana.
"tuan kemana Zah?" tanya Viky.
"dia pergi ke Villa untuk melihat kamar, ayo kita susul dia" ajak Zahra memegang tangan Nila dan adiknya.
"yaudah ayo!" ucap Nila mengikuti Zahra.
Mereka pergi ke Villa menyusul Hengky untuk melihat kamar yang akan mereka tempati.
__ADS_1