Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Hatiku Tenang


__ADS_3

TING-TING-TING


(Bunyi Hp berdering)


"Hm, halo sayang?" ucap Mami Evelyn bersemangat mengangkat telepon dari Hengky. "Eh halo Mi, gimana keadaan kalian disana Mi? Maaf Hengky baru menghubungi kalian!" ucap Hengky minta maaf sedari ia pulang di Indonesia sudah tak ada komunikasi kepada Mami Papinya.


"Iyah kami memaklumi mu sayang, kami juga sehat sehat saja disini!" balas Evelyn tersenyum dari kejauhan sana. "Hengky sangat bersyukur Mi, jadi bagaimana bisnis Papi apa berjalan lancar?" tak lupa juga Hengky mengingat bisnis Velix yang sempat sekarat.


"Tentu sayang, kalian disana bagaimana, Papi Mami sudah sangat kangen sama kalian?" ucap Evelyn sekedar basa basi.

__ADS_1


"Kami baik Mi, dan ada kabar baik yang Hengky sampaikan, bulan depan kami akan menikah di London, jadi aku minta Papi Mami untuk mencarikan tempat yang sangat indah untuk pernikahan kami" Jelas Hengky kepada Mami Evelyn penuh harap.


"Ahh yang benarkah sayang Mami sangat senang mendengarnya, kami pasti akan mempersiapkannya disini yang lebih istimewa, kalian tenang saja disana semua serahkan kepada Mami!" balas Evelyn kegirangan mendengar ucapan Hengky, ia segera berlari ke ruangan kerja Velix untuk memberitahukan kabar gembira itu.


"Pih, Pih ada kabar gembira dari anak kita Pih!" ucap Evelyn sangat gembira sampe ia melompat kegirangan memberitahukan suaminya. Hengky yang masih mendengarnya di balik telepon juga merasa senang disana ia tersenyum mendengar Maminya sangat girang.


"Apa sih Mih bikin kaget saja Papi, tenang dulu coba beritahukan Papi apa itu?" tanya Velix kepada istrinya ia juga menenangkan Evelyn karena keributannya. "Hem, Hengky dan Zahra menikah bulan depan Pih, dan mereka menikah disini di London apa kau tidak bahagia mendengar itu?" ucap Evelyn yang masih dengan wajah cerianya memberitahu suaminya.


"Pih, ini Hengky masih belum mematikan teleponnya biar Mami tanya siapa anak gemes itu sama mereka" Evelyn yang makin lama makin kepo kepo saja rasa bertanya tanya nya tak bisa ia pendam.

__ADS_1


"Ehh sayang Mami kepo dulu, anak gadis yang barusan Mami lihat di postingan mu itu siapa?" Evelyn selain lucu juga terus ingin tau jika ia melihat sesuatu yang mungkin buat dirinya penasaran.


"Ohh itu Mih dia anaknya Zahra, dia juga sebentar lagi jadi cucu kalian. Gemeskan dia Mih?" jawab Hengky dengan semangatnya. Velix yang mendengar itu segera berdiri dari duduknya merasa benar sekali. "Ahh tuh kan Mih benar yang Papi bilang, hem!" Velix yang merasa bangga sekali karena tebakannya benar.


"Ihh iyah oke oke Papi benar, sudah puas?!" balas Evelyn memutar bola matanya." Hahah, sudah sudah Pih, Mih tidak usah berantem kalian tunggu saja aku membawanya kesana!" jelas Hengky mendengar orang tuanya berdebat bikin ngakak sendiri.


"Hahaha, baik sayang" sahut Evelyn kepada Hengky. "Sudah yah Mih, Hengky tutup dulu!" ucap Hengky mengakhiri sambungan teleponnya. "Bye sayang" akhir kata Evelyn setelahnya terdengar suara panggilan terputus.


(Menutup Telepon)

__ADS_1


Hengky merasa lega setelah ia memberitahukan rencananya kepada kedua orang tuanya, jawaban yang mereka lontarkan menambah ketenangan hati Hengky.


"Huhh, selesai ini tinggal mengurus segala keperluan, semoga Tuhan memudahkannya semua!" ucap Hengky berbicara sendiri. Ia mengusap wajahnya seraya menghembuskan nafasnya sebelum ia beranjak dari tempat tidurnya.


__ADS_2