Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 62 Aku tidak percaya!


__ADS_3

"Jawab aku Nit, apa kau mau ikut aku kebawah untuk makan?" tanya Zahra yang sedari tadi menunggu Nita untuk pergi makan, sedangkan Nita sedari tadi terus meneteskan air mata yang terus mengalir. "Tidak kak Zahra, aku tidak ingin pergi makan!" jawab Nita dengan suara terbata bata karena terus menangis, masih tidak ia percayai apa yang ia dengar dari mulut Juan barusan.


"Ya sudah, kakak tinggal mau kebawah dulu!" ucap Zahra meninggalkan Nita sendirian di kamar. "Hem!" jawab Nita tak kuasa mengeluarkan suara lagi.


***


Zahra sampai dibawah dan segera mengambil makanannya. "Sayang kenapa kau sendirian, Nita dimana?" Ucap Hengky yang melihat Zahra sendirian mengambil makanannya. "Dia tidak mau ikut sayang, lagi tidak selera mungkin!" jawab Zahra seraya mencari tempat duduknya untuk makan. "Duduk kesini saja sayang, tidak usah jauh jauh" ucap Hengky melihat Zahra duduk dikursi yang berjauhan dengan mereka. "Oh ok lah" Zahra mengikuti dan cepat mendudukan tubuhnya.


Juan yang mendengar Nita tak mau pergi makan, ia berpikir lebih baik membawakan makanan untuk Nita dan membujuk agar dia mau makan. "Ahh, kalau begitu biarkan aku membawakan makanan untuk Nita saja, kasihan dia belum makan sedari tadi", ucap Juan hendak berdiri dari tempat duduknya.


"Hah itu ide bagus, sekalian kalian lebih baik berbicara empat mata untuk membicarakan pernikahan kalian", balas Zahra mengangkat jempolnya sambil mengunyah makanannya.


Juan tersenyum lucu sekali melihat tingkah Zahra sudah cantik, imut dan baik lagi. Pertama ia mengenal Zahra sebenarnya ia terpikat dengan wajah imut Zahra namun ia mengurungkan niatnya saat ia melihat Hengky ternyata kekasih Zahra.


(singkat cerita)

__ADS_1


Juan segera membawa makanan yang telah ia ambil untuk Nita, ia melangkah melewati tangga sampai keruang atas.


"Vicky Nila kemana, kenapa tidak kau ajak untuk makan?" tanya Zahra kepo terus. "Astaga aku sampai lupa, oh Tuhan!!!" balas Vicky menepuk jidatnya baru ingat dengan Nila.


"Hahah, dasar bego kau memang Vick, masa lupa sama pacar sendiri?" seru Hengky tertawa lucu mendengar ucapan Vicky. "Haha, cepat cari dia siapa tau dia diambil orang nanti!" sahutan Zahra juga tertawa mengejek Vicky.


"Huhh...!" Viky menghembuskan nafasnya seraya berdiri dan segera pergi mencari Nila.


***


Juan mengetuk pintu dari luar kamar tempat Nita beberapa ketukkan namun tidak menyahut. Sehingga ia memberanikan diri untuk membuka pintu itu.


CEKLEK!


Membuka pintu dengan pelan memastikan orang jika masih ada didalam. Ia melihat Nita terduduk diatas ranjang memeluk lututnya sambil terisak dalam tangis. "Nit, are you ok?" Juan memberanikan diri berbicara mendekati Nita di tepi ranjang.

__ADS_1


Nita tersentak menoleh kearah suara itu, ia dengan cepat berdiri dan berhamburan memeluk Juan. "Kak Juan!!" memeluk tubuh Juan dengan erat seketika tangisnya pecah.


"Nita please berhenti menangis, kau terlihat jelek kalau lagi nangis begini" bujuk Juan agar Nita tenang. Nita malah sesegukan terus menangis, Juan meletakkan makanan itu diatas meja, lalu ia membalas pelukan Nita mengelus lembut kepala Nita. "Sudah yah, tolong berhenti menangis kita duduk kau harus makan" Juan tidak mau hanya karena masalah ini Nita jatuh sakit kalau seharian tidak makan.


Nita mengangguk manja seperti adek bayi yang dibujuk papanya saat mainannya direbut 😋 sikap Juan membuat nya gemes tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Ayo Nit, duduk yah?" ucap Juan pelan pelan melepaskan pelukan Nita dan mendudukkannya tubuh Nita dibibir ranjang.


"Terimakasih yah kak Juan sudah datang kesini" Nita sangat bersyukur dengan kedatangan Juan rasanya suasana hatinya menjadi adem.


"Hem, ini minum dulu biar sedikit enakan" Juan menyodorkan kepada Nita segelas air putih yang telah ia bawa tadi. "Iyah kak" Nita meraih gelas dan meneguknya.


Juan merasa hatinya aman Nita telah berhenti menangis. "Sekarang makan dulu, nanti kau sakit dan tidak jadi nikah denganku? Wajah Juan menghias senyuman mencandai Nita. "hemm kakak!" Nita bergelagak manja malu malu kucing mendengar ucapan Juan barusan. "Kenapa, apa kau tidak mau menikah denganku, tolong jawab Nit?" ucap Juan serius ingin tau perasaan Nita.


Nita terdiam menunduk mendengar pertanyaan itu dari Juan, ia tidak tau harus menjawab apa. "Nit, jawab dong aku ingin memastikan kalau kau mau atau tidak" kembali Juan menyelidiki kata hati Nita. "Ehmm,,,jika kakak serius maka aku tidak menolaknya" jawab Nita dengan nada lembutnya. Juan tersenyum mendengar jawaban Nita, dengan senang hati ia tak sabar segera menikahi Nita. "Aku senang mendengarnya dan sekarang kau makan karena masalah telah selesai, sebentar lagi kebahagiaan yang akan menghampirimu setelah ini.

__ADS_1


(Seperti Pelagi sehabis Hujan begitu kata pepatah)


__ADS_2