Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 56 Sehari lagi ingin di puncak


__ADS_3

Setelah menghabiskan satu malam untuk bedua Hengky kini masih tertidur lelap, meskipun jam sudah menunjukkan pukul 10:00 menjelang siang. Sarapan pagi pun sudah selesai disantap teman teman yang lain. "Vik tuan Hengky kemana yah, kenapa belum ikut sarapan ?" tanya Zahra yang sedari tadi tidak melihat Hengky. "Dia masih tidur non, kalau tidak bangunkan dia!" balas Viky yang sedang bermain dengan ponselnya.


Zahra mengangguk dan berjalan melewati Viky menuju lantai 3 Villa untuk pergi membangunkan Hengky.


CEKLEK


Suara pintu kamar terbuka, "Tuan!" ucap Zahra saat membuka pintu dan memasuki kamar. Ia melihat Hengky tengah tidur terlelap di dalam selimut, mungkin saja masih belum menyadari jika Zahra ada disana. "Tuan ayo bangun!" suara Zahra pelan menghampiri bibir ranjang tempat Hengky berbaring.


Saat ia mendekati dan duduk tanpa suara sedikitpun, kedua tangan Hengky memeluk pinggang ramping Zahra dan mengangkatnya berbaring diatas tubuhnya, ia tertawa senang yang ternyata telah bagun sedari tadi.


"Aahh tuan.... Turunkan aku!" Suara Zahra berteriak memberontak, ia tersentak hingga memukul mukul dada bidang Hengky yang ternyata polos tak berbalut dengan benang. "Hahaha, mau ngapain datang kekandang Harimau kalau tidak siap di mangsa?" ucap Hengky tertawa menang membuat Zahra terperangkap di pelukannya. "Ihhh,,,,turunkan aku!" Kaki Zahra mulai tak tenang terus menghentakkan diatas kaki Hengky begitu pun tangannya bergerak memukul dada Hengky.

__ADS_1


Hengky menahan tangan Zahra lalu ia memeluk erat tubuh Zahra yang tengah berada di atas tubuhnya, lama kelamaan Zahra mulai tenang dalam pelukan itu. Hengky memandangi wajah dan matanya yang sangat indah ia tersenyum bahagia melihat bunga yang sangat indah itu, ia mendekatkan wajahnya dan mencoba mencumbu Zahra dengan lembut. Zahra yang merasakan itu memejamkan matanya seraya merinding dengan cumbuan lembut itu.


Lama mereka saling membalas cumbuan, sehingga Zahra membuka matanya melotot kearah wajah Hengky karena ia merasakan sesuatu yang tengah mengeras di bawah sana. Hengky tersenyum senang dengan cepat ia memeluk erat menggulingkan tubuh Zahra kini posisi mereka telah bergantian ia berada diatas tubuh Zahra dengan melanjutkan kegiatannya.


Zahra yang telah terperangkap luluh tak memberontak, begitulah kalau mencoba masuk kesarang Harimau lapar berarti sudah menyiapkan diri untuk di mangsa.


(Buat yang lagi baca jangan juga untuk mencoba yah, jangan! Kalau tidak ingin dimangsa Harimau liar) 😁😁😁😁


Akhirnya dua insan yang sama sama terbuai dengan cumbuan mesra yang membuat pikiran melayang, sampai tak sadarkan diri.


Ketukkan pintu dari luar menyadarkan mereka, Hengky melepaskan tautan cumbuannya dan menghempaskan diri dan menghembuskan nafas kasar di samping Zahra.

__ADS_1


"Tuan, apa masih di dalam?" yang ternyata Viky sengaja mengganggu mereka.


"Hemmm,! deheman Hengky menjawab, raut wajahnya memalas dengan Viky yang menggangu mereka. "Kau tunggu diluar saja Viky jangan coba menggangguku!" teriakan Hengky kesal mengusir Viky.


"Hahaha!" Viky malah tertawa geli mendengar Hengky emosi dengannya, ia cukup gila menggangu orang yang sedang melayang. "Tidak usah kau mengejekku, pergilah dari situ!" ucap Hengky lagi dari dalam mengusir Viky. Dengan langkah kakinya yang dibarengi tawa tak bersuara ia pun beranjak dari depan pintu itu.


Hengky yang mengetahuinya tak lagi ada disana kembali melanjutkan permainan asyiknya dengan Zahra.


1 jam berlalu selesai berkegiatan asyik bersama kekasihnya, Hengky keluar kamarnya dengan wajah segar menyempatkan dirinya untuk mandi.


Ia menghampiri dimana Viky, Nila dan Zahra tengah duduk diruang bawah Villa. Tanpa bersuara sedikitpun dengan wajah tampannya mendudukan dirinya dikursi kosong disamping Viky, dengan kasar ia menggelengkan kepala Viky. "Hahhaa!!" Viky yang menyadari Hengky datang ia masih tertawa mengejek. "Jangan kau mengejekku terus, nanti ku bongkar kelakuanmu semalam tau kau!" ucap Hengky yang telah melihat Viky bersama Nila semalam di pojok taman.

__ADS_1


Saat Hengky berbicara seperti itu, sontak Nila dan Zahra menoleh melihat Hengky. Zahra yang tidak mengerti merasa kebingungan dengan maksud bicara Hengky. "Ngomong apa sih tuan?," tanya Nila pura pura bodoh. "Hahah" Hengky malah tertawa lucu jika dibayangkan perbuatan Viky semalam. Viky yang menyadari apa maksud Hengky ia mengalihkan pembicaraan dan tidak mengejek Hengky lagi. "Sudah lah tak usah di bahas, em bagaimana tuan apa hari ini kita pulang?" tanya Viky mengalihkan bicaranya.


Hengky tersenyum dan memukul bahu Viky. "Tidak Vik aku tidak ingin pulang hari ini, aku masih ingin satu malam lagi disini untuk merasakan hawa dingin puncak" jawab Hengky yang masih enggan meninggalkan tempat itu. Viky mengangguk setuju mereka akhirnya bisa sehari lagi di sana. Hengky menyuruh Nila untuk mengumumkan jika esok hari baru mereka akan pulang.


__ADS_2