
Mata hari yang sudah mulai terang dan panas diluar memantulkan sinarnya di kaca jendela sehingga menembus tirai putih yang tipis.
Sepasang suami istiri yang sedang menikmati Bulan Madu mereka, masih enggan untuk bangun mungkin karena efek pertempuran mereka yang sungguh menggetarkan tubuh keduanya.
Zahra yang merasakan pantulan sinar terang diluar ia mengerjap ngerjap matanya terasa sakit susah untuk membukanya.
Ia menoleh kearah suaminya yang masih saja tidak menyadari jika hari sudah siang.
Ide nakal kembali terlintas dipikirannya ia mengangkat selimut yang menutupi kedua tubuh mereka, memasuki selimut dan melihat tubuh polos suaminya yang ternyata junior yang berada dibawah sana kembali bangun.
Zahra tersenyum nakal melihat itu, dengan aksi gilanya ia menaiki tubuh suaminya yang masih saja terlelap itu.
Zahra bermain dengan junior itu melakukan gerakan yang sangat cepat sehingga Hengky yang terlelap seketika bangun merasakan ada sesuatu yang mengguncangnya dari atas.
Ia membuka matanya dan mendapati Zahra yang sedang asyik menikmati kegilaannya, Hengky tersenyum kembali menutup matanya membiarkan bidadarinya itu bekerja sendiri sampai junior dibawah sana tuntas.
Zahra memandangi wajah suaminya yang masih saja menutup matanya, ia semakin sebel ternyata idenya itu juga tak membuat suaminya terbangunkan.
Padahal saat Zahra tidak menyadari sesekali Hengky membuka matanya dan tersenyum memperhatikan istrinya yang cantik itu.
"Hm jago juga kau ternyata sayang, kukirira cupu eh ternyata suhu!" batin Hengky senyum senyum sendiri.
__ADS_1
Zahra semakin dibuat gila dengan junior bandel itu sehingga ia tidak menyadari dengan kelakuan nakal itu terhadap suaminya.
Ia sungguh tidak memperdulikan jika suaminya itu bangun atau tidak yang terpenting usahanya sekarang agar segera ia tuntaskan junior bandel itu sampai ia tak berkutip lagi.
30 menit berlalu Zahra tak menyadari kegiatannya sehingga junior yang tadinya sangat bandel menantangnya perlahan pun ia memuntahkan isinya dan sudah tidak sekuat itu lagi.
Zahra yang merasakan itu tersenyum senang, otot ototnya yang tegang seketika tidak berdaya lagi.
Ia menghembuskan nafasnya kasar dan menghempaskan kembali tubuhnya disamping suaminya.
Zahra tidur miring seraya memperhatikan wajah suaminya yang masih tidak ingin bangun, sungguh ia sangat sebel.
Ia masih menutup matanya dan tersenyum.
"Aku puas!" ucapnya dengan suara serak dan berat.
Zahra mengerutkan keningnya seraya menatap lekat wajah yang ada didepannya itu masih tertidur namun mulutnya mampu berbicara.
Ia menepuk pipi suaminya memastikan jika sedang bermimpi atau sudah bangun.
Hengky yang sedari tadi tidak tahan lagi ingin mengeluarkan tawanya.
__ADS_1
"Hahaha kau sangat lucu sayang, kelincahan itu lah yang kuinginkan darimu!" ucap Hengky mengeluarkan tawanya seraya memeluk dan menenggelamkan wajah Zahra di dada bidang dan empuk miliknya itu.
Zahra yang tersadar sedang dikerjain olehnya tidak terima dan merasa sangat malu.
Ia memberontak di dalam pelukan Hengky.
"Ihh lepas, lepasin aku Dad ihhh!!!" Zahra teriak tidak terima ia memukul mukul dada bidang suaminya dan merajut sok ngambek.
"Hahah, aku baru melepasmu jika kau mengulangi yang itu tadi!" Hengky semakin mengejek dan menertawakannya.
"Tidak, aku tidak ingin melakukannya lagi demi apa pun!" balasnya sambil terik teriak melepaskan pelukan Hengky ditubuhnya.
Hengky yang masih saja tertawa tidak menyadari jika istrinya beranjak dari tempat tidur mereka ia meraih handuk dan segera kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Ehh sayang, sayang kau mau kemana?" tanya Hengky melompat dari kasur berlari mengejar Zahra sampai dikamar mandi.
"Hahaha, aku tidak susah lagi meminta kau yang berada dikamar mandi bersamaku kelar lagi hidupmu!" teriak Hengky menang ia tidak henti henti membuat Zahra semakin sebel padanya.
"Aaaaah, tidak aku tidak ingin lagi, lepas lepas....!" teriak Zahra memberonta yang terdengar dibalik pintu kamar mandi.
"Hahaha" Hengky terus tertawa dan entah apa yang ia lakukan lagi dengan istri cantiknya itu.
__ADS_1