Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 21 BAHAGIA


__ADS_3

"Pi, mami dapat telpon dari teman lama mami, katanya anak nya mau nikah, mama di undang pi...!! "


"kapan acaranya mi, bukannya besok siang kita berangkat, papi udah pesan tiket, jam 11 siang kita udah terbang..! "


"nanti malam kok pi, jam 20:00 wib acaranya. kita masih bisa pergi kan? "


"hm, oke lah no problem, kita akan pergi.!! "


"yes... thank you pi..!! "


tak terasa sudah satu minggu berlalu orang tua Hengky menghabiskan waktu di indonesia.


Besok nya mereka sudah harus pulang ke London lagi.


Kebetulan teman Evelyn semasa di indonesia tau jika Evelyn sudah pulang, ia menghubungi dan mengundang nya untuk datang ke pesta anaknya.


"sayang, papi dan mami mau pergi ke pesta anak teman mami, apa kau mau ikut?


"Zahra gak usah pergi mi, biar dia temani aku di rumah.! "


Mami Evelyn hendak mengajak Zahra, tapi Hengky tidak mengizinkan nya, padahal mami nya ingin memperkenalkan Zahra pada teman teman nya di sana.


"hm,, yaudah deh, kami pergi dulu, kalian baik baik di rumah.! "


"iyah mi,, maaf yah Zahra gak bisa temani mami. "


"gak masalah sayang, masih ada papi kok teman mami.! "


tak lupa mami pamit dan mencium Zahra.


"nak, papi izin minjem mobil nya dulu..! "


"iyah pi, boleh... nah kuncinya.?!"


Papi Velix meminta izin dulu sama Hengky, bagaimana pun juga semua barang yang ada di sana milik Hengky seorang.


"kami pergi dulu, kau hati hati di rumah jangan nakal ..!"


"haha siap pi.! "


Velix meraih kunci mobil dan menepuk pundak Hengky.


Zahra yang melihat kepergian mereka, sangat kesal padahal ia juga ingin ikut, ia memutar bola matanya kesal kepada Hengky.


ia masuk kamar dan membanting pintu.


"hei,, ada apa Zahra? "


Hengky yang tidak mengerti, kaget saat Zahra membanting pintu. ia berlari kecil menyusul Zahra dan membuka pintu kamar Zahra.


"kau kenapa Zahra? "


Zahra menoleh melihat Hengky sambil memanyungkan bibir nya.


"ada apa, kenapa tiba tiba marah gak jelas gini sih? "


"buat apa tuan menahan ku di rumah.! "


"kau gak senang klo aku minta di temani Zahra? "


"bukan gitu tapi aku juga pengin ikut sama mami! "


"mau ngapain kesana, ingin makan nasi kotak, hah? "


Zahra tidak menjawab lagi, ia berbaring di ranjang dan menarik selimut menutupi tubuh nya sampai kepala.


Hengky yang masih di situ tersenyum sendiri melihat tingkah Zahra. ia duduk di pinggir ranjang menarik dengan pelan selimut itu.


"sayang, aku minta maaf, tapi aku ingin di temani..! "


"tuan terlalu manja! "


Zahra kembali meraih selimutnya dan menutupi wajah nya.


Hengky masih dengan senyuman nya terus membujuk Zahra.


"udah dong sayang, maafin aku yah!!! "


Karena tidak ada respon Zahra, Hengky mengangkat nya membawa keluar agar Zahra bisa ngomong padanya.


Ia membawa di ruang keluarga mendudukannya di sofa dengan keadaan di tutup oleh selimut.


"aaaaa..... tuan, turunkan aku!!! "


Zahra melepaskan diri nya dari dalam selimut ia berteriak dan memukul dada Hengky.

__ADS_1


"apa kau masih marah, hm? "


"jangan pikir aku memaafkan tuan!"


Hengky malah senyum senyum dan mencubit kedua pipi Zahra.


Dengan sikap Zahra yang seperti itu rasanya semakin tambah sayang.


Zahra memberontak saat pipinya di cubit, Hengky malah semakin memegangi kedua pipi Zahra dengan gemas lalu ia mencium kedua pipi mulus milik Zahra.


"ihh,,, tuan....... dasar nakal!!! "


"hahahh.... kenapa, apa masih marah..? "


Zahra berdiri ingin pergi, tapi Hengky menarik tangannya.


"apa lagi tuan? "


"sayang, udah dong ngambeknya, maafin aku yah ?? "


"enggak mau! "


Zahra masih saja ngambeknya, tidak mau merespon Hengky.


Hengky malah semakin menggoda nya ia ikut berdiri dan mencubit hidung mancung Zahra.


Zahra menarik tangannya cepat, dengan ligat


Hengky melepaskan dan berlari.


Zahra semakin kesal di buat nya, ia berlari mengejar Hengky, mereka malah berlari larian mengelilingi semua ruangan.


"haha,, ayo kejar klo bisa!!! "


"ihh,,, awas aja klo aku tangkap tuan!!! "


Hengky malah semakin jahil memain mainkan Zahra, berlari sambil tertawa.


"ayo Zahra kejar klo gak bisa dapat lagi aku cium hahah ..!!! "


Zahra mati kutu mendengar ia bakal di cium lagi jika tidak bisa mengejar.


Ia tidak ingin kalah terus dari Hengky, ia mempercepat kaki nya berlari, Hengky yang menantinya dari belakang malah tertawa terus.


"berarti kau kalah dong...! "


"tuan gak adil..!! "


"haha,,, dapat ciuman lagi aku!! "


Hengky mendekat ikut duduk, dengan wajah tertawa. Zahra kembali berdiri dan berteriak kabur.


"gak... gak,,,, gak akan aku bolehkan lagi tuan cium...!!! "


"haha,,, jangan pikir kau bisa kabur...!!! "


Hengky kembali berdiri dan mengejar Zahra, karena kaki nya lebih cepat dan Zahra juga sudah dalam keadaan capek.


Hengky menangkap Zahra dari belakang memeluk tubuh Zahra dengan erat .


"aaaaa....!!! "


Zahra berteriak dan merajuk minta turun.


Hengky pun dalam keadaan capek, akhirnya mereka terjatuh bersama tergeletak di lantai.


"hahaha,,,,, kau tidak bisa kabur Zahra...


Zahra ikut tertawa dia masih dalam pelukan Hengky tak bisa kabur lagi.


"ihh,,, tuan mah nakal..!! "


"apa kau gak suka,,,? "


"huh,, aku capek!!! "


"Sama sayang, aku juga capek. !"


Berdua berbaring di lantai dengan nafas yang terengah engah tak ada tenaga lagi.


Saling memandang dengan senyuman, tatapan mata mereka berbicara bahagia tentang kebersamaan itu.


Hengky meraih tangan Zahra, dan mencium punggung tangan itu.


dengan posisi yang saling berhadapan, perlahan Hengky mendekati Zahra, pikirannya malah melayang karena melihat kecantikan Zahra.

__ADS_1


Hening tak bersuara saat keributan mereka akhiri.


Zahra memandang mata Hengky dengan penuh cinta, ia berpikir betapa bahagianya dirinya jika ia bersanding dengan lelaki yang ada dihadapan nya saat ini.


semua ada pada diri Hengky, ia baik dan penyayang serta sangat bekerja keras.


Zahra sangat mengagumi nya dan cintanya semakin besar.


Saat mereka sama sama diam sambil memandang, Hengky berhenti dengan khayalan nya, ia kembali mencubit pipi Zahra, sehingga Zahra kaget.


"aow ,,,,, sakitttt.....!! "


"hahah,, mikirin apa kau emang? "


Hengky berdiri dan kembali berlari sambil tertawa .


Zahra tak tinggal diam, ia juga berlari kembali mengejar Hengky.


"hahahh,,, aku cabik cabik muka tuan klo aku dapat..!!! "


"aku akan pasrah jika kau bisa mengejar ku sayang,,, hihihi....! "


Mereka saling mengejar mengelilingi semua seisi rumah di lantai pertama.


keributan yang mereka mulai lagi membuat seisi rumah berantakan, kursi sofa dan meja pada bergeser.


taplak meja pada berserakan di lantai serta mainan mainan rumah yang ada di ruangan itu semua pada berantakan.


Mereka sampai tak sadar waktu mereka lalui sudah lebih dari dua jam, dengan kegiatan bermain berlari larian yang membut mereka kehilangan kesadaran.


sampai tak sadar jika papi Maminya telah pulang.


papi Velix menekan tombol pintu dan pintunya terbuka.


mata mereka melotot, tubuh mereka mematung di depan pintu saat melihat Hengky dan Zahra yang tengah bermain lari larian dan saling melempari bantalan kursi sampai rumah semua pada berantakan bantalan dikursi pada berserakan di mana mana.


"oh my god...... apa yang sedang kalian lakukan!!!! "


Mami Evelyn menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan berteriak.


suara mami Evelyn yang menyadarkan mereka dan berhenti.


"ah, ehm,, mami, papi kalian udah pulang ternyata..! "


wajah keduanya pada berantakan dan sangat keringatan.


"aduh sayang,,, kenapa wajah mu sampai seperti itu, apa kalian berantem.! "


Mami Evelyn kaget melihat Zahra yang sudah sangat berantakan, ia pikir Hengky dan Zahra sedang berantem.


"haha,, enggak mi, kami hanya bercandaan aja,, heheh!!! "


Zahra mengusap wajahnya dan merapikan rambutnya.


Hengky duduk di sofa dengan nafas yang masih belum stabil.


"oh yaudah,,, kami istirahat dulu yah, besok harus cepat bangun nih.! "


"iyah mi,,, duluan aja, biar Zahra rapikan dulu lantai nya..! "


"iyah sayang..!! "


"ayo pih, kita istirahat..!"


"ah iyah mi, ayo. !!"


Mereka kembali meninggalkan kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.


mereka saling memandang dan tersenyum.


Hengky yang sudah mulai segar meminta Zahra untuk istirahat saja.


"em, Zahra besok aja di bersihkan sana masuk kamarmu...! "


"ah baiklah tuan, !!"


Zahra tersenyum, mendekat dan mencium pipi Hengky lalu ia berlari masuk kamarnya.


"hem, enak aja ngecium gak izin dulu ...!!! "


"ah suka suka ku dong,,, hihih!! "


Zahra malah tertawa di dalam kamarnya.


Hengky yang mendengar nya dari luar tersenyum senang dan memegang pipinya yang telah di cium Zahra.

__ADS_1


__ADS_2