Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 60 Menunggu tanggung jawab Juan


__ADS_3

Mereka telah sampai di depan Villa bersama sama, teman teman mereka yang melihat mereka datang telah membawa Nita dan Juan sekitaran Villa terdengar sangat bising dan berbisik bisik mungkin saja menggosip tidak heran karena memang sudah kebiasaan warga +62 suka menggibah bila ada gosib terpopuler.


๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


"Sebaiknya kita bicarakan di lantai atas saja disini terdengar sangat ribut!" ucap Hengky yang melihat sekeliling depan Villa. Tanpa ditolak perkataan Hengky mereka mengagguk dan mengikuti yang lain naik keatas lantai 3. Setelah mereka sampai di lantai tiga Hengky membuka pintu kamar mereka ia benar benar memprivasikan ini agar Nita tidak malu. "Silakan kalian masuk, di sini akan lebih aman semua pembicaraan kita tak ada yang mengetahui!" ucap Hengky kembali memasuki kamar, di ikuti mereka dari belakang.


"Ya sudah Nit, coba jelaskan semua kenapa kalian bisa berada di sana!" Hengky memulai bertanya agar Nila tidak kembali berbicara dengan emosinya. Masing masing mereka duduk di bibir ranjang yang ada disana.

__ADS_1


Nita menarik nafasnya seraya menghembuskan kembali sebelum ia berbicara. "Baiklah, kami memang dari semalam sudah berada disana namun hanya tertidur tak sadar jika sudah pagi benar benar kami tidak berbuat apa apa!" jelas Nita meyakinkan Nila dan yang lainnya.


"Jangan berbohong Nita, kau disuruh menjelaskan dengan benar!" balas Nila tidak percaya dengan omongan Nita. "Ini memang benar kak, disini memang tidak ada yang berbohong!" jawab Nita tak terima bila dituduh yang tidak tidak. Yang lain kembali diam dan menyimak perkataan Nita, Zahra tidak bisa meyakinkan Nila ataupun Hengky dan Vicky karena mereka memang tidak tahu jika Nita berkata benar atau tidak.


"Kenapa kalian sulit untuk mempercayaiku, aku bisa membuktikannya kepada kalian jika memang kalian memaksaku", kembali Nita meyakinkan mereka dengan suara terbata bata merintih tangisannya. Juan bisa menebak mereka semua yang berada di sana termasuk Bima, mereka seperti memang tidak percaya. Lalu bagaimana lagi ia menjelaskan nya?"


DEG

__ADS_1


...Jantung Nita berdetak kencang saat ia mendengar ucapan Juan, sungguh ia tidak menyangka Juan pria yang bertanggung jawab, bila di putar kembali kejadian ini memang Nita yang salah karena ia yang mengajak Juan untuk tidur di sana. "Kak Juan serius!" Nita tak percaya apa yang barusan ia dengar dari mulut Juan. "Iyah Nita aku bertanggung jawab, kita akan menikah!" suara Juan semakin tegas bisa di lihat dari raut wajahnya jika ia berbicara bukan hanya sekedar mainan....


"Jangan semudah itu kau ucapkan kata menikahi adikku, apa bisa kau buktikan?" ucap Nila geram dengan Juan yang tak ada rasa takutnya sedikit pun. "Lalu bagaimana lagi aku mengungkapkannya sedangkan kalian tidak percaya dengan omongan Nita!" jawab Juan tidak tahan dengan Nila yang begitu keras. "Aku tidak setuju kau menikahi adikku yang sedang kuliah, sementara kau belum kami ketahui apa statusmu!" balas Nila bersikeras tidak setuju apa yang di ucapkan Juan.


Juan semakin geram mendengar Nila yang semakin lama semakin menambah emosinya, ia meraih dompetnya dari dalam saku celananya dan mengeluarkan kartu namanya.


"Ini kartu nama ku, disana tertulis status dan pekerjaanku serta nomor hpku dan alamatku, yang sudah aku ucapkan tidak lagi aku tarik aku menikahi Nita dan akan melanjutkan kuliahnya.!" Suara Juan meninggi dan keras ia benar benar sudah emosi, ia meraih pergelangan tangan Nila dan membuka telapak tangan lalu ia menaruh kartu namanya ditangan Nila, tanpa menunggu ucapan Nila atau yang lainnya ia melangkah membuka pintu dan keluar dari kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2