
Pagi itu seperti biasanya Hengky pergi ngantor setelah libur lebih dari dua minggu.
"selamat pagi tuan!" ucap semua karyawan kantornya menyapa saat ia memasuki pintu kantor.
"hem!" dengan deheman dan mengangguk saja sebagai jawaban Hengky.
sejak dua minggu Hengky tak masuk kantor karyawan sedikit mengabaikan pekerjaan karena Viky tidak bisa memerintahkan dengan keras, karena ia hanya sebatas pekerja yang sama dengan yang lain.
***
" Nila, tolong bawa keruanganku karyawan yang baru masuk itu!" ucap Hengky di balik telepon.
"baik tuan akan aku sampaikan" jawab di Nila dibalik telepon Hengky.
Dengan segera Nila memerintahkan karyawan baru itu, Ia mengantar sampai didepan pintu ruangan Hengky.
TO-TOK-TOK
"permisi tuan, ini aku mengantar Intan karyawan baru kita dikantor!" suara Nila terdengar dibalik pintu diluar.
"biarkan dia masuk saja!" jawaban Hengky singkat.
Selama dia dalam dua minggu di London Nila mengabari Hengky bila ada karyawan yang mau melamar.
Hengky menyetujuinya dan menyuruh Nila untuk mengintervew dan menerimanya.
***
"permisi tuan, apa saya di panggil?" suara karyawan itu pelan dan gugup yang baru saja menghadapi Bos besar mereka.
"hm silakan duduk!!" memerintahkan karyawan itu.
Karyawan itu mengangguk tersenyum gugup dengan hati hati menarik kursi dan mendudukinya.
Pagi itu tuan Hengky tampak sedang pusing, kepalanya yang terus berdenyut dan punggungnya terasa sangat pegal, mungkin efek dalam perjalan nya yang lumayan jauh.
"siapa nama mu?" tanya Hengky yang sedang pusing memijit pelipisnya sambil menutup mata.
"Intan tuan!" jawaban dari karyawan itu.
Intan karyawan baru itu sudah seminggu telah bekerja dan Hengky perlu datanya karena itu ia memanggil Intan.
""tolong semua datamu serahkan pada saya setelah ini!" ucap Hengky sambil beranjak berdiri dari tempatnya.
Keadaannya yang tengah pusing terasa pening saat ia berdiri sehingga tak bisa menyeimbangi tubuhnya dan terjatuh.
__ADS_1
"ahh tuan tidak apa apa?" Intan segera berdiri menompang Hengky saat ia hampir terjatuh.
Hengky tak menjawabnya ia mengangguk dan Intan membantunya untuk duduk kembali.
"biar saya bantu tuan!" mengambil alih tangan Hengky memijiti kepala yang sedang sakit.
"ehm, Intan aku minta maaf kalau tidak keberatan tolong pijiti kepala dan punggung ku!" ucap Hengky yang tengah duduk dan memejamkan mata merasakan pijiti tangan Intan yang mulai terasa.
***
"Vik, ayo kita jalan!" ucap Zahra yang menaiki mobilnya.
"baik Non!" jawab Viky menganggukkan kepalanya.
Zahra yang telah berpesan mengantar makan siang Hengky di kantor, ia meminta Viky untuk menjemput nya.
Zahra lebih awal pergi kekantor Hengky karena ia juga ingin melihat lihat seperti apa besarnya kantor milik kekasihnya
~sedang dalam perjalanan ke kantor Hengky~
Tidak butuh waktu lama Viky yang telah membuat jalan pintas nya agar tidak terkena macet jadi orang belum banyak tahu jalannya karena itu jalan pintasnya tak begitu macet.
"silakan turun non!" ucap Viky membuka pintu untuk Zahra.
Zahra memasuki kantor sambil memandang sekeliling itu tak lupa juga ia menyapa karyawan karyawan disana.
"ikut aku Non biar aku antar sampai keruangan tuan!" ucap Viky kepada Zahra yang memasuki lift.
Zahra mengangguk dan mengikuti Viky masuk ke dalam lift.
sampai di lantai yang di tuju Viky mereka keluar dari lift dan terus berjalan menuju ruangan Hengky.
"disana non ruangan tuan!" ucap Viky menunjuk ruangan tuannya.
Zahra dan Viky berjalan menghampiri ruangan tersebut.
Zahra yang berdandan tipis dan berpakaian seadanya saja memegang paper bag yang berisi kotak makanan untuk Hengky.
Dengan senyuman yang menghiasi bibirnya ia menghampiri pintu dan membukakan.
CEKLEK
Suara pintu terbuka terdengar, Zahra yang sengaja tidak memberitahu Hengky jam berapa ia datang niatnya untuk mengejutkan Hengky.
Namun yang terkejut adalah dia mendapati kekasihnya sedang bedua dalam ruangan bersama perempuan posisi yang begitu dekat, Intan dibelakang kursi Hengky sedang memijit kepala dan punggung bergantian.
__ADS_1
"ohh, maaf !!!" suara Zahra terdengar dari depan pintu.
Ia mematung menutup mulut dengan kedua tangannya, sungguh ia tak percaya apa yang sedang ia lihat di depan matanya.
Hengky dan Intan juga terkaget mendengar suara Zahra, dengan cepat Hengky membuka matanya dan memperbaiki posisi duduknya, juga Intan menghentikan kegiatan tangannya yang sedang memegang kepala Hengky.
"ah Zahra sayang, maaf ini tidak seperti yang kau lihat biarkan aku jelaskan!" ucap Hengky panik yang melihat Zahra mulai tegang.
Mata Zahra yang tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat tak berasa bola matanya mulai berkaca kaca, tanpa menunggu perkataan Hengky lagi ia berbalik dan berlari untuk pergi dari sana.
Paper bag yang berisi makanan ia jatuhkan kelantai, tak memperdulikan apa pun yang terjadi kekecewaan telah memenuhi hatinya.
Viky yang ikut menyaksikan itu terdiam berdiri di pojok ruangan.
Hengky yang melihat Zahra pergi tanpa mendengar ucapannya ia berdiri cepat dan berlari sampai depan pintu.
"ngapain diam Vik ayo kejar Zahra!" suara Hengky meninggi memerintahkan Viky.
"ah ehm, tapi tuan kenapa bukan tuan saja yang mengejarnya!" ucap Viky dengan suara terbata bata.
"apa maksudmu, aku menyuruhmu Viky kenapa malah aku yang kau suruh!" berdebat dengan Viky.
Zahra yang sudah mulai jauh berlari menuruni anak tangga betapa kesal dan kecewanya tidak merasakan beberapa tangga sampai di lantai dasar ia lewati dengan cepat.
Dengan air mata yang sudah tak tertahankan mulai terjatuh membasahi pipi Zahra.
Hengky yang melihatnya telah jauh ia berlari dan menekan tombol lift untuk mengejar Zahra.
Viky melihat itu dan mengikuti Hengky masuk kedalam lift.
"buat apa lagi ikuti aku ?" ucap Hengky yang melihat Viky mengikutinya.
"aku disuruh tuan juga mengejar non Zahra kan? Jawab Viky tak peduli dan terlihat biasa saja, ia tidak tau betapa paniknya dan takutnya Hengky melihat Zahra salah paham padanya.
Hengky menghembuskan nafasnya dengan kasar mengepalkan kedua tangannya kesal mendengar Viky bicara seperti itu.
Sungguh kesedihan dan cemburu telah memenuhi hati Zahra, ia keluar dari kantor terbesar milik Hengky, berjalan ketepi jalan mencari taksi atau gojek untuk mengantarnya pulang.
{terimakasih buat yang sudah setia menunggu setiap bab cerita novelku, aku mohon dukungan mu jangan lupa Vote + like dan komen author juga butuh saran dan pendapat pembaca}
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Salam dari penulis
Gadis Nias
__ADS_1