Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Mengelilingi Kota Liverpool


__ADS_3

Di sore hari mereka berdua yang berada di Hotel merasa bosan, Hengky yang tidak terbiasa dikeheningan berlama lama ia mengajak Zahra untuk keluar.


"Sayang kita jalan jalan keluar yuk!" ajaknya kepada istrinya yang sedang asyik dengan ponselnya.


"Boleh sayang aku merasa bosan juga disini!" balas Zahra segera turun dari kasurnya.


"Haha, semangat banget !" ucap Hengky kembali mengejek Zahra padahal sudah serius.


Zahra memandanginya kembali kesal ia memutar bola matanya malas dipermainkan terus, kembali ia menghempaskan tubuhnya dikasur dan meraih ponselnya.


"Loh kok kembali berbaring?" tanya Hengky seketika berhenti tertawa.


Zahra hanya diam tidak memperdulikan suaminya itu lagi.


"Sayang kau marah padaku?" tanya kembali karena Zahra tak menjawabnya.


"Hm!" Zahra dengan malasnya dikerjain terus ia hanya berdehem menjawab suaminya.


"Aku serius kita keluar jalan jalan, tadi aku cuma becanda kok segitunya ngambek sih?" ucap Hengky membujuk istrinya ia duduk ditepi kasur dan merayu.


"Aku tidak mau lagi kalau aku dikerjain terus!" balas Zahra cuek.


Hengky menyadari jika Zahra serius tidak lagi bercandaan dengannya.


"Ya sudah kalau tidak mau aku tidak memaksamu!"

__ADS_1


ucap Hengky lagi pura pura marah agar Zahra berhenti dengan ngambekannya.


Zahra menoleh memandangnya karena mengatakan seperti itu.


Hengky membuka jendela disana dan melihat kebawah bangunan bangunan indah disebelah Hotel itu.


"Aku mau jika Daddy tidak mencandaiku lagi!" ucap Zahra kembali berbicara padanya.


"Aku tidak ingin lagi Mommy," balas Hengky tersenyum diluar jendela gemes sekali jika Zahra dikerjain terus.


Zahra beranjak dari tempat tidur menghampiri Hengky.


"Ayo Dad tidak usah pura pura ngambek juga kayak cewek!" ucap Zahra mengejeknya.


"Apa yang Mommy bilang barusan?" tanya Hengky pura pura masih marah.


Hengky tertawa geli dikatain bencong namun suara tawanya masih ia sembunyikan.


Hengky berbalik menghadap Zahra yang berada dibelakangnya dengan tatapan memangsa.


Zahra seketika terdiam menghentikan tawanya.


"Ada apa Daddy?" tanya nya ragu pikirannya mulai tidak beres.


Hengky mendekatinya sungguh sangat dekat, Zahra menutup matanya kuat menerima apa pun yang dilakukan Hengky padanya.

__ADS_1


Hengky tersenyum, dan berbisik.


"Jika Mommy ingin membuktikan lagi jika aku bencong atau pria sejati ayo kita coba lagi!" suara serak dengan full basnya serasa sedang membunuh.


"No, i don't want to, please Daddy please!" ucap Zahra memohon tidak ingin lagi diguncang ia ingin mengumpulkan tenaga sebelum peperangan terjadi lagi.


"Makanya jangan menantangku sayang!" balas Hengky mengecup pipi mulus milik istrinya itu.


Ia enyah dari hadapan istrinya meraih bajunya dari koper dan segera berganti pakaian.


"Ayo Mom cepat berganti pakaian kita akan pergi!" ajak Hengky membaik baiki lagi agar tidak ada lagi candaan terus.


"Oke Daddy brewok ganteng ku!" balas Zahra mengambil pakaiannya dan bersiap siap.


(Diluar Hotel)


Mereka akhirnya keluar jalan jalan berdua setelah perdebatan selesai.


Hengky membawanya di sebuah pasar di kota Liverpool, yang menjual berbagai barang dan makanan disana.


Mereka mengelilingi segalanya, ada yang diinginkan Zahra pun disana mereka beli. Baik itu punya Ayu atau punya dia, tak lupa juga ia membelikan untuk kedua mertuanya yang sangat baik padanya.


Hampir lebih dari dua jam Hengky membawanya keliling disana telah banyak barang mereka beli disana, kini Hengky membawanya kesebuah restoran untuk mengajak Zahra mencoba makanan khas Kota itu.


Capek setelah beberapa jam berada diluar akhirnya Zahra puas dan capek ia segera meminta Hengky untuk kembali ke Hotel untuk beristirahat.

__ADS_1


Langsung saja tanpa menunda nunda lagi Hengky segera membawanya kembali di Hotel keadaan Zahra yang tengah capek setelah pertempuran panjang Hengky mengerti.


Agar tidak terjadi hal hal tidak menyenangkan ada baiknya lebih berlama lama di dalam Hotel dari pada di luar.


__ADS_2