
Zahra yang sedang berbaring di tempat tidurnya sembari melamun entah ia memikirkan apa yang pastinya ia sedang berbicara sendiri dengan pikirannya.
Ayu yang melihatnya menghampiri Ibunya. "Ibu kenapa sedih?" tanya Ayu melihat Zahra sedang melamun.
"Tidak kok sayang, Ibu baik baik saja!" balas Zahra menoleh ke arah Ayu ia tersenyum mengusap rambut Ayu.
"Ibu memikirkan Ayah lagi yah, sudah deh Ibu jangan pikirin Ayah itu lagi Ayu tidak suka lebih baik Ibu cari Ayah baru buat Ayu!" ucap Ayu polos ia berbicara seadanya tanpa ada kebohongan. "Benar Ayu mau Ayah baru?" tanya Zahra lucu, ia tersenyum memandangi Ayu.
"Iyah ibu Ayu mau Ayah baru!" jelas Ayu tegas. "Haha baik lah, Ayu mau siapa Ayahnya?" Zahra bertanya memancing Ayu ia ingin tau apa tanggapannya.
"Ayu mau sama Om tampan Ibu, dia sayang banget sama Ayu!!" Sungguh sesuatu yang kebetulan, Ayu juga menginginkan Hengky menjadi Ayahnya.
"Kalau Om tampan tidak mau bagaimana sayang?" tanya Zahra pura pura. "Ayu paksa saja Om tampannya, gampangkan!" semakin menggemeskan, Zahra yang mendengarnya tertawa lucu. " Masa ia dipaksa kalau tidak mau!" Zahra terus memancing supaya Ayu terus berbicara ia tertawa sambil memeluk Ayu.
"Nanti yah Ibu, Ayu pasti bilang sama Om tampan!" Ayu serius dengan bicaranya, ia pun paksa kalau Om tampannya akan menolak katanya.
__ADS_1
Zahra yang terus tertawa merasa terhibur, diwaktu yang lalu ia tidak pernah seceria ini jika dirumah. Ayu yang mengubah segalanya, dengan wajahnya yang imut dan gemes ditambah lucu ia semakin bahagia.
Hengky mencari keberadaan Ayu dan Zahra, entah kenapa perasaannya semenjak ada Ayu rasanya ia tidak ingin jauh jauh dengan mereka, Hengky merasa galau jika ia tidak bersama Ayu sehari saja.
"Ayu,,,, Ayu gemes dimana?" suara Hengky terdengar dari ruangan rumah mencari Ayu. "Iyah Om tampan, Ayu disini!" saat mendengar suara Hengky pun Ayu cepat berlari meninggalkan Ibunya di kamar untuk menghampiri Hengky.
"Ayu habis ngapain?" Hengky menggendong dan menciumnya saat Ayu menghampiri.
"Tidak ngapa ngapain Om, Ayu cuman bilang sama Ibu kalau Ayu mau Ayah baru" ucap Ayu jujur tanpa dosa.
"Emang Ayu mau siapa Ayahnya?" pancing Hengky pura pura. "Ayu mau Om tampan jadi Ayahku!" seketika Hengky pun tertawa lucu, Zahra yang mendengarkan mereka juga ikut tertawa.
Hengky memandangi Zahra dan tersenyum rasanya ia menang mengambil hati Ayu, kalau sudah begini tidak ada penghalang untuk melangsungkan pernikahan mereka.
"Ihh, Om tampan jangan tertawa dulu Ayu tanya mau tidak Om?" Ayu yang merasa di tertawain pun ngambek karena omongannya di pikir lelucon.
__ADS_1
"Iyah iyah, Om tidak tertawa, Om mau Ayu, kalau Ibumu juga mau sama Om!" ucap Hengky menenangkan Ayu.
"Ibu Ayu pasti mau, tadi aku sudah paksa!" wajah Ayu yang sangat serius menambah kelucuan apa lagi dengan kata katanya.
"Hahaha, oke paksa dulu Ibunya nanti Om pasti menikah sama Ibumu!" balas Hengky semakin ngakak saja dengan kata kata itu.
Ayu sebel karena di tertawakan, ia mencubit pipi Hengky kencang. "Awwh,, pipi Om sakit kenapa malah ngambek?" pura pura Hengky yang meringis kesakitan.
"Rasain, siapa suruh Om tertawain Ayu!" ayu kesal melipat kedua tangannya di dada sambil memanyungkan bibirnya.
"Heheh ya sudah, Ayu jangan ngambek lagi yah, hari ini Om mau ajak Ayu jalan jalan ketempat bermain, bagaimana Ayu mau tidak?" ucap Hengky menawari Ayu untuk pergi jalan jalan.
"Yeah horee, Ayu mau mau!!!" seketika Ayu pun gembira bertepuk tangan iyah mengangguk anggukan kepalanya senang.
Hengky pun sengaja membawanya jalan jalan supaya mereka semakin dekat, Ayu yang selama ini tidak pernah dibawa keluar oleh Ayahnya sejak Ibunya meninggalkannya Ayu menjadi anak yang tidak percaya diri dan takut, tapi perubahan mulai ada semenjak berada di rumah Hengky karena ia sering diajak jalan jalan untuk bermain.
__ADS_1