Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Keluarga Bahagia


__ADS_3

Kini Zahra telah pulih dan sehat kembali ia bersama keluarganya pulang membawa bayi gemoy nya.


"Sayang duduk dulu, biarkan Daddy membawa semua barang kita masuk," ucap Hengky mendudukan Zahra bersama bayinya.


"Iyah Dad," jawab Zahra nurut masih memeluk sang si buah hati.


"Mommy, Ayu mau cium dede Ayu dulu," ucap Ayu yang sangat menyukai adeknya ia ingin mencium dan memegang tangan.


"Sini sayang, Ayu duduk disamping Mommy," ajak Zahra mendekatkan bayinya kebibir Ayu untuk dicium.


"Humm dede Ayu wangi sekali Mommy," Ayu mencium dan menghirup dalam dalam wangi pipi adeknya.


"Hehehe iyah sayang kan adeknya sudah mandi sayang," Zahra senang sekali melihat Ayu sangat menyukai adiknya yang baru lahir, ia tidak merengek atau cemburu karena kenyataannya suami dan mertuanya tidak membanding bandingkan Ayu dengan bayi yang baru lahir itu.


"Nak Zahra, Papi gendong dulu boleh?" ucap Velyx juga ingin mencium dan menggendong cucu barunya.


"Tentu boleh lah Pih," balas Zahra menyerahkan bayinya untuk Velyx


"Uhh sayang cupcup, hem pipinya tembem sekali!" Velyx terkagum dan gemes jika saja cucunya itu sebuah permen rasanya pasti akan lezat


"Hem tidak usah dicium terlalu dalam begitu juga Pih kasihan cucunya kesakitan," tegur Evelyn yang tidak suka bila pipi cucunya terlalu diemut.

__ADS_1


"Mami kenapa sih Zahra saja tidak marah tuh, tapi Mami kok seperti cacing kepanasan," balas Velyx malah menyindir istrinya.


Evelyn tidak menjawabnya ia terlihat sebel dan sok ngambek kepada suaminya, ia melipat tangannya di dada memandang suaminya acuh tak acuh.


"Hahaha, aduh Papi sama Mami emang lucu yah bikin Zahra ngakak saja," ucap Zahra malah tertawa senang dengan humor kedua mertuanya itu.


"Hem biasa sayang mereka sudah kayak ABG saja sok sok cari perhatian sih Mami haha," sahut Hengky yang ikut mengomentari kedua orang tuanya. Ia menjatuhkan bokongnya diatas sofa dekat Zahra duduk.


"Ia tuh Mami sudah tidak ingat umur," tambah Velyx memanasin istrinya.


"Hem terserah kalian lah yang penting Mami tak seperti itu," balas Evelyn malas berdebat dan akhirnya ia mengalah saja.


"Ehm sayang lebih baik Mommy bersihkan diri dulu gih biarkan Daddy mandikan, setelah itu belajar nyusu si dede," ucap Hengky mengakhiri gurau itu


"Iyah sayang betul tuh kata suamimu, kasihan kan dedenya kehausan kalau kelamaan," sahut Evelyn juga menyuruh Zahra.


" Ya sudah deh, Zahra tinggal dedenya dulu bentar yah," balas Zahra menaiki tangga untuk pergi kekamar mereka bersama Hengky.


Hengky pun merangkulnya melewati anak tangga itu,


"Dad tidak usah digitukan kali Mommy nya deh, Mommy sudah bisa sendiri kok!" ucap Zahra meyakinkan suaminya jika dia baik baik saja.

__ADS_1


"Tapi sayang kata Dokter Mommy jangan terlalu gerak walaupun obatnya ampuh tapi jahitannya belum kering," balas Hengky masih sangat mengkhawatirkan istrinya.


"Hem yadeh serah Daddy saja," Zahra pasrah dan ngikut saja apa pun yang dilakukan suaminya.


Hengky menyediakan pakaian ganti khusus untuk menyusui kepada Zahra, dan ia juga mengisi air hangat ke dalam bathtub.


"Ayo sayang Mommy naik biar Daddy gosok punggungnya," Hengky bersiap untuk memandikan istrinya dengan penuh semangat.


Zahra tersenyum dan mengikuti ia naik keatas bathtub itu dan berendam.


Hengky dengan sigap menyiramkan air ketubuh istrinya dan membersihkannya, layaknya ia memandikan seorang anak kecil.


...----------------...


...----------------...


(Menyusui baby gemoy)


"Sini sayang basuh dulu putingnya pakai handuk bersih, ini Mami sudah bawain air hangat," Mami Evelyn segera membawakan air hangat dan handuk bersih untuk Zahra.


Zahra menurut tanpa banyak protesnya walau sebenarnya menyusui bayi bukan hanya sekali ini ia lakukan namun karena Mami dan suaminya terpakasa ia nurut saja.

__ADS_1


__ADS_2