Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Mendatangi Rumah Juan


__ADS_3

Tak lama setelah mereka dalam perjalanan sampailah mereka di rumah Juan.


(Dirumah Juan)


DING-DING-DING!


(Bunyi Bel Rumah Juan)


"Sayang, coba lihat siapa yang datang?" ucap Cellyna kepada Nita yang sedang menyajikan berbagai macam makanan diatas meja.


"Iyah Mah!" balas Nita melangkah membuka pintu.


CEKLEK!


(Pintu dibuka)


"Ehh kak Zahra, kak Hengky ayo kak masuk masuk?" ucap Nita tersenyum bahagia menyambut Zahra dan Hengky, dengan senang hati ia memeluk Zahra untuk melepaskan kerinduan.


"Hehe Iyah Nit, bagaimana kabarnya?" balas Zahra memeluk Nita.


"Baik kok kak, ayo silakan duduk!" Nita mempersilakan mereka duduk setelah mereka masuk.


"Terimakasih Nit!" balas Zahra, Hengky yang sedang menggendong Ayu juga ikut duduk tak lupa memperlihatkan senyum indahnya.


"Ehh ini siapa kak Zah, cantik banget yaampun?" tanya Nita melihat Ayu dalam dekapan Hengky.


"Ahh ini Ayu anakku Nit!" jawab Hengky cepat menjelaskan sebelum Zahra yang menjawabnya.


Zahra yang mendengar itu menoleh kearah Hengky dengan mulut menganga, Hengky tersenyum mengedipkan sebelah matanya memberi kode.


Zahra kembali mengganguk dan tersenyum paham.


"Ohh kak Hengky punya anak?" tanya Nita heran karena tidak tau seluk beluk Hengky yang sebenarnya.


"Siapa yang datang sayang?" teriakan Cellyna dari ruang makan bertanya kepada Nita, sehingga membatalkan Hengky menjawab pertanyaan Nita padanya.


"Ohh itu Mah, kak Hengky dan pacarnya!" sahut Nita kembali kebelakang .


"Em kak aku tinggal dulu bentar yah" ucap Nita meninggalkan mereka diruang tamu.


"Suruh Papah sama Juan sayang biar mereka kebawah yah?" ucap Cellyna menyuruh Nita memanggil suami dan anaknya.


"Oke Mah!" balas Nita segera berlari menaiki tangga.

__ADS_1


"Pelan pelan sayang jangan lari lari!" bentakan Cellyna melihat Nita berlari melewati tangga.


"Siap Bos!" Nita malah tertawa mencandai Mama mertuanya. Cellyna yang melihatnya geleng geleng mengherankan.


Nita pun turun setelah ia memanggil Juan dan Papa mertuanya untuk kebawah, dengan cepat pun mereka bersaamaan turun menuju ruang keluarga menghampiri Hengky dan Zahra.


Hengky dan Zahra berdiri sembari memberi salam saat mereka melihat David dan Juan datang.


"Hey bro tambah segar saja kau !" ucap Juan memberi salam kepada Hengky, pertemuan mereka lebih satu bulan yang lalu membuat keduanya berteman baik terlihat seperti sudah lama mengenal dan terlihat sangat akrab.


"Ahh malah kau Ju yang seger saja!" balas Hengky, mereka pun tertawa bersama.


"Ehh nak Hengky bagaimana kabar?" David memberi salam kepada Hengky begitupun dengan Zahra.


"Baik Pak David!" jawab Hengky tersenyum menganggukan kepala.


"Kalian lama menunggu?" tanya Juan basa basi.


"Belum lama Ju, baru juga sampai!" Hengky yang masih menggendong Ayu tak menyadari pandangan Juan dan Davit beralih kepada Ayu.


"Dia siapa Ky, kok baru aku lihat?" tanya Juan penasaran.


"Ehh Juan, nak Hengky sudah menikah ngapain malah nanyak itu siapa, dia itu pasti anak Hengky lah" David menyela pertanyaan Juan karena setaunya Hengky telah menikah.


Zahra yang mendengar semua percakapan mereka dia hanya diam tak berani bersuara.


Hengky masih saja dengan senyumnya dan agukkan kepalanya.


"Jadi bagaimana perkembangan perusahaannya nak Hengky, apa lancar?" tanya David berbasa basi mengajak ngobrol.


"Lumayan sudah semakin meninggi Pak David, ini juga karena kerja sama dari perusahan Pak David.


"Ohh, malah aku yang sangat berterimakasih padamu karena menerima kerja sama dari perusahaan kami" balas David membahas perusahaan.


"Tidak masalah Pak David ini tidak usah berterimakasih seperti itu" Hengky malah tidak ingin membahas itu karena malas saja, ia tersenyum dan kembali diam.


Cellyna yang telah siap menyajikan semua makanan diatas meja, ia kembali menyuruh Nita untuk memanggil mereka.


"Nit, panggil mereka sayang biar segera kesini!" ucapnya seraya melepas celemeknya dan membersihkan tangannya.


"Yah Mah siap!" Nita kembali menghampiri.


"Sayang, kata Mama sebaiknya mengobrolnya diruang makan saja Mamah telah menyiapkan hidangan" ucap Nita sopan mengatakan itu ditelinga Juan.

__ADS_1


"Baik sayang, Ehm kalau begitu kita keruang makan saja disana kita lanjut ngobrolnya. Yuk Ky, Zah!!" Juan juga menyampaikan kepada mereka semua yang berada disitu.


"Ahh iyah nak Hengky, mari!" balas David juga mengajak.


"Oh baik baik" Hengky mengangguk dan berdiri, diikuti dengan Zahra ikut berdiri.


"Ayo kak Zah!" ajak Nita menghampiri dan memegang tangan Zahra.


"Iyah Nit!" jawab Zahra mengikuti mereka.


Mereka kembali duduk setelah sampai di meja makan, Hengky yang sedari tadi menggendong Ayu, ia mendudukan dikursi yang berada disebelahnya.


"Sayang ayo duduk disini yah?" ucap Hengky mendudukan Ayu tak lupa juga mencium pucuk kepala Ayu.


Ayu mengangguk tidak merengek sebab orang orang disekitarnya belum ia kenal.


Zahra mengambil duduknya disebelah Ayu tak lupa juga ia melirik Ayu dan mencolek pipi gemesnya.


(Sedang menyantap hidangan)


Hening sesaat sedang memulai kegiatan makan siangnya selain bunyi sendok yang berdetak diatas piring, sesekali Hengky menyuap Ayu sebelum ia menyuapkan kedalam mulutnya.


"Kak Hengky kelihatan banget yah sayang sama anaknya" komentar Nita yang terngiang ngiang melihat kepedulian Hengky terhadap Ayu.


"Hehe namanya juga anak sendiri Nit?" balas Hengky bodoh amat dah!.


"Oh yah Ky, dia kenapa tidak diajak saat kita kepuncak?" seru Juan kembali melontarkan pertanyaan.


"Hm yah Ju, ini sebenarnya anaknya Zahra dengan mantan suaminya, sedangkan aku dari mantan istriku belum punya anak. Jadi setelah kami sama sama cerai dari pasangan, kami menjalin hubungan dan aku menyuruh Zahra membawa anaknya.!"


Mau tidak mau Hengky harus menjelaskan itu kepada mereka karena ia sengaja juga mendatangi rumah Juan untuk memberitahukan pernikahannya dengan Zahra.


"Jadi kami sudah memutuskan akan menikah dibulan depan, kami juga mengundang kalian cuman acaranya akan diadakan di London karena keluargaku semua disana."


Jelas Hengky kembali memberitahukan agar semuanya tak bertanya lagi.


Mereke yang ada disana terdiam mendengar penjelasan itu dari Hengky, mungkin perasaan tak percaya namun itulah kenyataannya.


"Ohh jadi nak Hengky bercerai dengan istri pertama, aku malah mengira ini adalah istrinya itu" ucap David baru mengerti.


"Benar pak David, mohon jika ada waktunya aku mengharapkan kedatangan kalian nanti disana." Balas Hengky menggangguk.


"Tidak apa Ky, aku janji kami pasti akan datang, walau kami tak menghadiri semua setidaknya salah satu dari kami akan menyempatkan diri!" Ucap Juan meyakinkan Hengky.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan makan setelah semua rasa penasarannya terjawab oleh Hengky, sekarang Nita dan Juan sudah paham dengan status keduanya.


Janda dan Duda dan akhirnya pun mereka berjodoh.


__ADS_2